
Hancur dan sakit itulah gambaran yang tepat untuk perasaan Arjuna saat ini, melihat gadis yang dia cintai menikah dengan pria lain. Cinta keduanya terhalang restu orang tua di mana ada perselisihan di antara orang tua mereka di masa lalu. Malam ini pria itu memilih pergi ke Club, melampiaskan rasa kecewa, marah, menyesal yang menjadi satu melalui minuman.
"Kau terlihat bahagia bersamanya Cha, sungguh aku iri melihatnya. Seharusnya aku yang menjadi suamimu bukan Alkan. " gumam Arjuna tersenyum getir.
Juna tak bisa berbuat apa apa, mau tak mau dia harus menerima kenyataan pahit ini. Kisah cintanya dengan Archana memang tak akan pernah menyatu, pria itu membuang nafas berat. Pria itu bangkit, melangkah sempoyongan ke luar dari club. Juna begitu frustrasi dengan takdir yang di terimanya, ingin sekali marah namun dia bingung harus melampiaskannya pada siapa.
Berkali kali pria itu tanpa sengaja menubruk orang, Arjuna dalam pengaruh alkohol saat ini. Tubuhnya hampir limbung namun sepasang tangan menahannya, memapahnya ke dalam mobil dan pergi dari sana. Terdengar umpatan kasar dari bibir wanitanya yang membawa pergi Arjuna, dialah Angel.
"Lagi lagi kau memanggil nama wanita sialan itu Juna. " maki Angel sambil menahan emosinya. Wanita itu semakin mempercepat laju nya, bukan kearah rumah orang tuaArjuna namun membawa prianya menuju ke apartemen miliknya.
Setelah masuk, Angel memapah Juna menuju ke kamar dan merebahkannya di atas ranjang. Wanita itu terus menerus mengumpatinya mendengar racauan Arjuna. Meski kesal dia tetap melepaskan kemeja pria itu dengan menahan amarahnya yang hampir meledak.
Dering ponselnya membuat Angel menghentikan rencananya, wanita itu berbicara dengan seseorang lalu memutuskannya sepihak. Setelah itu berlalu ke luar, sepertinya tamunya telah datang pikirnya.
"Masuklah Di. " ujar Angel. Diandra bergegas masuk ke dalam, gadis itu masih terlihat kebingungan. Keduanya menuju ke kamar yang di tempati oleh Arjuna. Namun sebelum masuk ponsel Angel kembali berdering, Diandra hanya diam melihatnya.
"Kamu urus pria di dalam, aku ada urusan dan aku percayakan dia padamu. " Angel melenggang pergi tanpa mendengar jawaban Diandra. Diandra berdecak pelan lalu masuk ke dalam, melihat seorang pria terkapar di atas ranjang.
"Dasar Angel gila, sepertinya dia sengaja ingin menjebak pria ini. " gumam Diandra. Gadis itu melepaskan sepatu Arjuna, lalu hendak menarik selimut namun tangannya di vekal Arjuna yang berada dalam pengaruh alkohol.
"Hei lepaskan aku sialan. " Arjuna menariknya kencang hingga terjatuh diatas tubuh pria itu. Arjuna membalik keadaan, Diandra semakin panik melihat tingkah Arjuna yang berusaha membuka pakaiannya. Namun sayangnya tenaganya kalah kuat dari pria di atasnya saat ini.
Esok harinya Diandra terbangun lebih dulu, gadis itu menatap ruangan terasa asing. Teringat kejadian semalam membuatnya mengumpat berkali kali, dia menoleh dan mendpaati pria di sebelahnya ikut terbangun. Arjuna terbangun dan terkejut melihat wanita asing, melihat keadaan mereka yang hanya terbalut selimut membuatnya mengumpat pelan.
"Siapa kamu hah, kau menjebakku sialan? "
"Ck menjebakmu, buat apa brengsek. Angel menyuruhku datang, dia yang membawamu ke sini sialan. " umpat Diandra kesal dengan sikap pria di sebelahnya saat ini. Melihat penjelasan Diandra membuat Arjuna merasa bersalah padanya, merebut kesucian gadis asing di depannya saat ini.
Diandra berusaha turun sambil menyentuh selimutnya, Arjuna segera memakai celananya. Dia memperhatikan gerak gerik Diandra yang tampak kesulitan. Tanpa banyak kata pria itu membawanya ke kamar mandi mengabaikan umpatan Diandra.
Selesai mandi dan berganti pakaian, keduanya ke luar dari apartemen Angel. Arjuna memesan taksi untuk mereka berdua, sepanjang jalan keduanya hanya diam tak bicara.
"Maafkan aku Nona!
" Lupakan saja, anggap saja kejadian semalam tak terjadi. " ketus Diandra dengan sinis. Diandra merasa semalam merupakan malam yang sangat sial baginya. Arjuna mengusap wajahnya kasar, wanita di sebelahnya begitu keras kepala menurutnya.
"Lalu siapa nama kamu? "
"Katakan namamu atau aku akan kembali menciummu lagi nona? "
Diandra panik, dia tak ingin kejadian semalam terulang lagi, dalam hati merutuki sikap pria yang seenaknya ini. "Diandra Galenka Raihana. " jawabnya dengan terpaksa
Arjuna tersenyum tipis, dia membiarkan Diandra turun dari pangkuannya. Gadis itu berusaha menghentikan taksinya namun Arjuna telah mengancamnya lebih dulu. Diandra hanya mampu menggerutu sepanjang jalan, ingin sekali menonjok wajah Arjuna.
Keduanya turun setelah Arjuna membayar taksinya, pria itu menyeretnya ke dalam. Diandra hanya mampu mengomeli tingkah pria itu, ingin sekali dirinya kabur dari rumah ini namun tak bisa mengingat Arjuna mengunci pintunya.
Arjuna melepaskan cekalan tangannya setelah berada di ruang tengah, sepertinya pria itu ingin berbicara sesuatu. Diandra mendaratkan bokong seksinya di atas sofa tanpa menunggu sang pemilik mengizinkannya, Arjuna menggeleng melihat tingkahnya.
"Cepat katakan ada apa, aku ingin segera pergi dari sini. " ketus Diandra.
"Kau tak akan ke mana mana Diandra, sekarang kau akan tinggal di sini
bersamaku. " putusnya. Diandra melotot kearahnya, Arjuna hanya menatapnya datar.
"Aku akan bertanggung jawab padamu, kita akan menikah. " tegas Arjuna yang di balas cibiran Diandra.
"Tak perlu, mana mungkin aku bisa hidup bersama pria yang baru saja patah hati sepertimu tuan Arjuna! Arjuna memijit hifungnya, berbicara dengan Diandra benar benar menguras emosinya. Melihat sikap diam Arjuna, Diandra semakin merasa jengkel. Gadis itu bangkit dan melenggang pergi begitu saja.
"Kau mau ke mana Diandra, semua pintu tertutup otomatis, hanya aku yang bisa membukanya. " teriak Arjuna. Tak lama Diandra kembali sambil mengumpatinya, pria itu diam diam tertawa melihat raut kesal Diandra.
"Aku akan melaporkanmu pada polisi, kau menculik calon istri orang kau tahu. " pekik Diandra jengkel. Arjuna menaikkan sebelah alisnya, merasa tak percaya dengan ucapan wanita itu. Diandra mengacak acak rambutnya, merasa putus asa menghadapi pria menyebalkan seperti Arjuna.
"Kau tidak capek marah marah terus baby! Entah kenapa kehadiran Diandra melupakan sosok Archana dalam pikirannya. Diandra merasa geli mendengar panggilan Arjuna padanya. Wanita itu kembali duduk sambil melipat tangannya di dada, diam adalah pilihan yang tepat untuknya.
Diandra mengambil ponselnya, berusaha menghubungi Angel namun nomor wanita itu tak aktif setelah itu dia menghubungi tunangannya, namun belum sempat bicara Arjuna merampas ponselnya. Pria itu menatap datar nama yang ada dalam ponsel Diandra, lalu mematikannya langsung.
" Oh my, kau benar benar brengsek Tuan Arjuna, tak cukupkah menghancurkan hidupku. " geram Diandra. Arjuna menghela nafas panjang, fokusnya kini tertuju pada Diandra.
"Sudah aku bilang menikahlah denganku Diandra. "
"Maaf tapi aku menolak, aku sudah memiliki pria yang menjadi calon suamiku.Lagipula bermain beraninya kamu mengajakku menikah saat hatimu saja tengah patah hati tuan Arjuna. " tegas Diandra setengah menyindir. Arjuna mengatupkan bibirnya, pria itu tak bisa berkata kata lagi.