Terjerat Cinta Sang Casanova

Terjerat Cinta Sang Casanova
Kepulangan dan kemarahan Alkan


Setelah tiga hari di rumah sakit, Alkan akhirnya di perbolehkan pulang. Selama di rumah Archana terus mengomeli suaminya itu untuk tetap beristirahat.


"Sepertinya mas Al perlu aku diemin kayak tempo hari ya biar kapok. " ujar Archana yang lelah menasehati suaminya. Pria itu masih sakit namun di paksakan untuk bekerja, Alkan sendiri panik mendengar pernyataan istrinya.


Dia menaruh laptopnya di atas ranjang, bumil berdecak pelan melihat kelakuan suaminya. Wanita itu lantas mengambil benda canggih itu lalu menutupnya, menaruhnya ke meja. Archana lantas mengambilkan obat dan segelas air untuk suaminya, dia membantu sang suami minum obat.


"Ayo telan dulu obat pereda nyerinya mas, jika mas Alkan pengen sembuh!


"Iya sayang! Alkan menuruti perintah istrinya, setelah minum obat pria itu meminta istrinya naik ke ranjang. Archana merebahkan dirinya di sebelah suaminya, Alkan mengusap perut bulat wanitanya dan menyapa calon buah hatinya.


"Tidur sayang, aku yakin kamu lelah setelah mengurusku. " ujar Alkan dengan lembut. Wanita hamil itu mengangguk, dia segera memejamkan mata. Alkan mengusap sayang pipi chubby wanitanya, dia merasa bersalah telah membuat sang istri kelelahan. Setelah istrinya terlelap, Alkan iseng iseng menyambar ponselnya yang tergeletak di dalam laci.


Pria itu mengeraskan rahang, setelah mendapat kabar viral yang membuatnya berusaha menahan amarahnya. "Apa apaan ini, bagaimana bisa ada rumor murahan yang menyeret istriku dalam hubungannya Arjuna dan Diandra? "


"Sialan. " umpat Alkan. Pria itu bangun dengan hati hati, luka dalam perutnya sudah mulai terlihat kering. Pria itu memilih ke luar, dia tengah menghubungi asistennya untuk membereskan rumor sialan yang melibatkan istrinya.


Huh Dia menghela nafas kasar, sebenarnya siapa yang telah menyebarkan rumor tak berdasar ini. Pria itu melihat jam di tangannya, waktu menunjukkan pukul sebelas siang. Dia langsung turun ke bawah, menemui kedua orang tuanya di ruang tamu.


"Alkan, jangan banyak gerak dulu nak. " ujar Mami pada sang putra.


"Aku baik baik saja Mi, kalian sudah melihat rumor yang beredar di sosial media? " tanya Alkan yang di angguki sang ibu. Pria itu kembali menghela nafas panjang, mendudukkan dirinya di atas sofa.


"Tapi apa istrimu masih bertemu dengan mantannya itu nak, jika tidak mana mungkin ada rumor seperti ini? " tuduh Mami dengan gamblang.


"Mami. " sentak Alkan, pria itu tak suka dengan tuduhan sang ibu pada istrinya. Mami langsung meminta maaf, dia hanya menebak melihat rumor yang beredar. Alkan sendiri terlanjur marah pada ibunya, bagaimana bisa ibunya itu tega menunduk Archana.


"Pi, sebaiknya Papi ajak pulang Mami. " ujar Alkan dengan nada datarnya. Papi menghela nafas kasar, mengangguk dan mengajak mami pulang. Mami sebenarnya ingin bicara namun melihat tatapan sang anak membuatnya urung. Setelah kepergian orangtuanya, Alkan menjatuhkan dirinya kembali di sofa.


Alkan tersadar jika sikapnya tadi pada sang mami begitu keterlaluan namun dia tak suka jika ada yang menuduh istrinya macam macam. Saat ini pikirannya begitu kacau sekarang, hanya sang istri yang bisa membuatnya tenang.


"Mas. " Archana datang sambil menggandeng Valentina, keduanya segera bergabung bersamanya. Alkan mengulas senyumnya melihat sikap putrinya yang begitu posesif pada Archana.


"Daddy, bunda begitu keras kepala. Valen tadi melarang bunda untuk tidak berjalan terlalu cepat. " keluh Valen pada sang daddy tercinta. Archana mengulas senyumnya, wanita itu tak menyangka putrinya begitu posesif padanya. Alkan mengacak acak rambut putrinya dengan gemas, Archana sendiri menanyakan di mana mami dan papi pada sang suami.


"Mereka pulang. " jawab Alkan singkat. Archana mengerutkan kening mendengar jawaban suaminya yang kurang memuaskan, diapun memilih menanyakan hal yang lain. Pria itu kembali memeluk istrinya dari samping.


Sementara di kediaman orang tua Alkan, Papi tengah menghibur istrinya yang bersedih. Mami mengakui kesalahannya hingga membuat putranya marah padanya. Dia juga merasa bersalah pada menantunya, bagaimana bisa dia tega menuduh Archana macam macam.


"Pi, aku merasa bersalah pada Alkan dan Archana. " gumam Mami dengan lirih. Papi menghela nafas panjang, memeluk erat tubuh istrinya sambil menenangkan Mami.


Setelah tenang, mami berinisiatif menghubungi menantunya dan melakukan. panggilan video, dia harus meminta maaf pada mereka.


"Halo Mi, kok mami pulang gak bilang bilang sih 'kan Archa masih kangen sama mami. " ucap Archana manja. Mami tersenyum hangat melihat kemanjaan menantunya, setitik cairan bening terkumpul di sudut matanya.


"Lho Mi kok nangis? "


"Mami enggak papa nak, mami sangat suka dengan kamu yang mau bermanja manja dengan mami. " elaknya sambil tersenyum.


"Mami itu ibu kedua aku setelah mommy, tentu saja aku manja manja dengan mami. " ungkapnya dengan senyuman lebar. Mereka terus mengobrol, canda tawa mewarnai keduanya. Alkan menyela obrolan keduanya, dia langsung meminta maaf atas sikapnya tadi pada sang mami. Mami tentu saja memaafkan nya, Archana tak tahu permasalahannya namun dia ikut senang melihat suami dan mertuanya kembali akur.


Setelah berbicara dengan mami cukup lama, Alkan mengakhiri panggilan videonya.


Tak lama Arjuna dan Diandra datang berkunjung. Melihat kehadirannya membuat amarah Alkan seketika berkobar, Archana berusaha menenangkan sang suami. Pria itu meminta Valentina bermain di teras saja, tentu saja gadis manis itu menuruti perintah daddynya.


"Apa kalian sudah melihat berita yang beredar? " tanya Arjuna tanpa basa basi.


"Rumor apa sih, mas Al rumor apa yang om Juna bicarakan? " desak Archana pada suaminya. Alkan langsung menjelaskan pada istrinya tanpa ada yang di tutupi.


Wanita hamil itu tentu saja terkejut, dia menoleh kearah Diandra. "Di, jangan percaya rumor murahan itu antara aku dan om Juna tak ada hubungan apapun. " tegas Archana penuh keyakinan.


"Iya Cha, aku enggak percaya rumor itu kok, kamu tenang saja. " jawab Diandra tersenyum tipis. Alkan tersenyum lega mendengarnya, setidaknya permasalahan di antara mereka telah clear hingga tak sampai menjadi kesalahpahaman berkepanjangan.


Setelah tak ada yang di bicarakan Arjuna dan Diandra pamit pulang, Archana menatap kepergian keduanya.Wanita hamil itu kembali fokus pada suaminya sekarang. Dia usap lengan prianya dengan lembut, Archana takut jika suaminya kembali cemburu buta mengenai rumor murahan ini.


"Kamu pasti marah akan rumor murahan ini mas? " tanya Archana memastikan.


"Iya awalnya aku ingin menemui Arjuna, aku mengira fia yang menyebarnya namun ternyata bukan. " gumam Alkan lirih. Wanita hamil itu bersandar di bahu bidang suaminya, Alkan memilih mengusap perut bulat istrinya.


"Sayang jangan pikirkan rumor itu, aku sudah menyuruh asistenku untuk menghapus rumor itu agar tak berlanjut lagi. " ucap Alkan sambil menggenggam tangan istrinya.Archana mengangguk, dia memejamkan mata saat suaminya mencium keningnya dengan lembut.