Terjerat Cinta Sang Casanova

Terjerat Cinta Sang Casanova
TCSC PART 16


Satu minggu berlalu


Shaka telah menyiapkan kejutan romantis untuk istri kecilnya, ya sebentar lagi dirinya akan memiliki Zea seutuhnya. Cklek pintu terbuka lalu masuklah Zea ke dalam, gadis itu terkejut melihat keadaan kamarnya bersama sang suami.


"Bagaimana sayang kamu suka kejutannya? "


"Suka mas, tapi sayangnya aku capek hari ini habis ujian tadi! tolak Zea dengan halus.


Zea dalam hatinya mengumpati pria dewasa yang menjadi suaminya itu. Dia masih sangat kecewa dengan sikap suaminya yang penuh kepalsuan, Zea mengetahuinya dari ponsel sang suami. Dia membaca chat suaminya dengan Mona, Zea menghela nafas panjang dan segera menaruh tasnya di meja. Gadis itu mengambil pakaian ganti lalu di bawanya ke kamar mandi, Shaka menatapnya sambil melongo tak percaya.


"Cih sial gagal lagi gagal lagi. " makinya dalam hati.


Selesai ganti pakaian Zea menghampiri suaminya yang terlihat kesal, dia menyodorkan pakaian untuk Shaka. "Sebenarnya mas sudah cinta aku apa belum sih, sepertinya kamu terlihat buru buru menjadikan aku wanita seutuhnya? "


Shaka hanya diam, mendengar pertanyaan dari istri kecilnya itu. Zea tersenyum kecut, melihat sikap diam suaminya dan dia sudah tahu jawabannya. Gadis itu mencoba tenang, memasang senyuman palsunya di hadapan Arshaka, berusaha menyembunyikan kesakitan hatinya.


"Baiklah aku terima kalau kamu belum mencintaiku, atau mungkin saja tidak bisa mencintaiku. Tapi jika kamu menginginkanku karena tujuan lain, aku perlu tegaskan di sini aku istrimu bukan wanita jaalang yang menjajakan tubuhnya. " pungkas Zea dengan sorot mata tak terbaca.


"Bagaimana kalau kita buat kesepakatan mas? " tanya Zea menatap dalam manik kelam suaminya.


Shaka mengerutkan kening mendengar penuturan istrinya itu. "Kesepakatan apa maksud kamu sweety? "


"Kesepakatan, jika selama satu tahun ini kamu masih tidak mencintaiku, maka mari kita berpisah mas secara baik baik! Mungkin aku bisa menemukan kebahagiaanku dengan pria lain bukan denganmu. "


Deg


Shaka terkejut dengan penjelasan Zea, entah kenapa dia seakan tidak rela jika Zea berpisah darinya lalu bersama pria lain. Hatinya panas, rasa cemburu menyeruak di hatinya, tatapannya berubah tajam pada istrinya itu. "Apa kamu sudah memiliki pria penggantiku, hingga kamu bersikeras ingin bercerai? " desis Shaka tak suka.


Zea tersenyum miris mendengarnya, ternyata kamu begitu menganggapku sehina itu 'kah mas Shaka pikir Zea. Zea sekuat tenaga menahan tangisnya, dia tidak ingin dianggap lemah pria dewasa di depannya.


"Tidak, aku tidak setuju!


"Kenapa mas, bukankah lebih cepat lebih baik kamu bisa bebas dariku mas! Tubuh Zea bergetar, hatinya sakit saat harus mengatakan kalimat itu. Sedangkan Shaka mengertakkan giginya, dia marah atas ucapan istrinya yang begitu mendesaknya.


Sret Shaka menarik tangan istrinya lalu mendorongnya ke ranjang, tatapan tajam suaminya begitu menusuk bagi Zea. "Dengar Zea, sampai kapanpun aku tidak akan pernah memceraikanmu. Dengar itu!


Adegan bahaya ++


Shaka yang tersulut emosi membuka pakaiannya begitu juga dengan pakaian Zea. Zea merasa panik, berusaha menahan suaminya namun Shaka mencekal tangannya. Kini tubuh mereka polos tanpa sehela benang, pria itu kembali mencumbu bibir istrinya lalu turun ke leher hingga meninggalkan kissmark.


Shaka kini mencium dan mencumbu liar buah sintal sang istri dengan rakus. Zeapun mengeluarkan suara *******, dalam hatinya dia ingin menghentikan suaminya namun tubuhnya dikukung Shaka hingga tak bisa bergerak.


Hingga jeritan kesakitan menggema dalam kamar di mana Shaka melakukan penyatuan, Zea telah berubah menjadi seorang wanita seutuhnya kala suaminya merenggut hal berharganya.


Sore yang terik itu keduanya melakukan malam pertama yang tertunda. Berbagai gaya mereka lakukan hingga menghabiskan beberapa ronde dalam beberapa jam.



Hingga menjelang pagi Shaka menyudahi kegiatannya menggempur wanitanya. Zea merasakan tubuhnya remuk dan lemas di atas dada sang suami. Terdengar isak tangis, membuat Shaka mengeratkan pelukannya. "Sebaiknya kamu istirahat sweety, kamu pasti lelah!


##


Cahaya menyinari setiap sudut kamar yang tak tertutup tirai, pertanda hari sudah mulai siang karena matahari sudah meninggi. Zeapun membuka matanya dan berusaha bangun namun tubuh dan pinggangnya terasa remuk dan kebas. Hancur, mengingat perbuatan suaminya semalam yang mengambil jatahnya secara paksa tanpa ada cinta untuknya.


Suara tangisan Zea mengusik tidur Shaka, pria itu terbangun dan mendapati istrinya kini membelakangi dirinya. Dia usap punggung polos wanitanya kemudian dikecupnya singkat, lalu dipeluknya dari belakang. Zea menepis kasar tangan Shaka, dia bangun dan turun dari ranjang sambil mengeratkan selimut yang membungkus tubuhnya.


"Ssh aah. " ringisnya namun dia tetap berjalan menuju ke kamar mandi. Sementara Shaka telah memakai boxernya lagi, dia mengusap wajahnya dengan kasar.


Selesai bersiap keduanya keluar dari kamar, menuruni anak tangga dan pergi ke meja makan. Shaka memperhatikan cara berjalan sang istri yang terlihat begitu kesakitan hal itu membuatnya merasa bersalah. Sarapan pagi ini terlihat berbeda, hanya ada keheningan.


Drt


drt


drt


Zidane calling


Dengan tangan bergetar Zea mengangkatnya, ingin sekali dia bercerita pada Zidane namun Zea memilih memendamnya. "Kak Zidane. " gumam Zea dengan lirih.


"Zea ada apa dengan suara kamu? " tanya seseorang di ujung sana dengan panik.


Aura Shaka berubah dingin, tangannya mencengkeram sendok yang dia genggam kala mendengar nama yang dia benci disebut istrinya. Zea berusaha menenangkan dirinya, agar Zidane tak mengkhawatirkan dirinya.


"Lagi batuk kak makanya suara aku serak. " elak Zea dengan senyum getirnya.


"Jaga diri kamu baik baik Ze, kakak enggak mau kamu sakit. " ucap Zidane dengan lembut. Perasaan Shaka semakin tak karuan, mendengar pria lain begitu perhatian pada istrinya.


"Terimakasih kak. " Zea menatap teleponnya, dia menyimpan ponselnya dalam tas. Setelah itu melanjutkan makannya tanpa mempedulikan aura kelam di sekitar suaminya.


"Oh begitu, kamu terlihat senang mengobrol dengan pria lain tapi kamu marah saat aku SUAMIMU meminta hakku. " ucap Shaka penuh penekanan.


Zea tak menanggapinya, hal itu membuat Shaka semakin marah. Pria itu langsung bangkit dan mencekal tangan istrinya dengan kasar. "Kamu ingat kamu sudah memiliki suami Zea. " ujarnya datar.


"Seharusnya kamu juga berkaca mas, kamu masih berhubungan dengan kekasihmu hingga making out, lalu bekerja sama menghancurkan aku dan sekarang kalian berhasil melakukannya. " pekik Zea meluapkan segala unek uneknya.


Shaka terkejut mendengarnya, Zea tersenyum sinis lalu bangkit dan menghempas tangan suaminya itu. Wanita itu bergegas pergi dari sana, Shaka yang tersadar segera menyusulnya ke luar dari mansion.


Kini mereka dalam perjalanan menuju ke mansion orang tua Shaka, keduanya tak ada yang bersuara. Zea memilih berkirim pesan pada mertuanya, mencoba menghilangkan rasa kecewa dan marahnya terhadap suami brenseknya itu.


Tiba di sana Zea langsung turun dan bergegas menemui mertuanya di teras belakang, meninggalkan Arshaka sendiri. Shakapun menghembuskan nafas berat, tak di sangka Zea tahu tentang rencananya bersama Mona.


Zea memilih tidak mengatakan masalahnya dengan Shaka pada mommy Jingga. biarlah dia menyelesaikan sendiri tanpa campur tangan orang tua dan mertuanya. "Nak ada apa sepertinya kamu sedang memikirkan sesuatu sayang? " tanya Mommy Jingga pada menantunya.


"Mom, boleh Zea tahu bagaimana kisah cinta mommy dan daddy? " tanya Zea polos.


Mommy Jingga mengulas senyum hangatnya mendengar pertanyaan dari menantu kesayangannya itu. Dia usap kepala Zea dengan penuh kasih sayang. "Rumit sayang, awal pernikahan mommy dan daddy sering di terpa badai hingga waktu itu mommy sempat ingin pisah dari daddy karena mommy marah besar pada daddy. " ungkap Mommy Jingga sambil tersenyum.


"Enggak mudah sayang berumah tangga, kuncinya hanya kepercayaan, komitmen, terbuka dan cinta antar pasangan sama halnya kamu dan Shaka!


Zea terdiam, ucapan sang mertua seakan menamparnya tak kasat mata. Hubungan dirinya dan suaminya Shaka, begitu rapuh karena hanya dirinya yang mencintai namun tidak dengan suaminya.


"Sampai kapan aku akan bertahan!


tbc