Terjerat Cinta Sang Casanova

Terjerat Cinta Sang Casanova
TCSC Part 14


JANGAN LUPA SIAPKAN PANCI BUAT NABOK ARSHAKA, SI SUAMI EDAN 😤


Kian hari hubungan Arshaka dan Zea semakin dekat, orang tua mereka sangat senang melihat kemesraan keduanya. Zea merasa jatuh cinta pada pria yang menjadi suaminya, sikap hangat dan perhatian pria itu membuat Zea semakin klepek klepek. Selain itu Zea juga fokus pada sekolahnya, mengingat minggu depan dia sudah ujian.


Pagi ini pasangan suami istri itu bersantai di ruang tamu, bermalas malasan di sana. Arshaka menyerahkan sebuah kotak pada istri kecilnya, lalu membukanya. Zea terkejut melihat sebuah kalung yang kini di ambil oleh suaminya. "Aku pakaikan yah!



Zea mengangguk, Shaka segera memasang kalungnya di leher sang istri. Gadis itu tersenyum simpul, menyentuh kalung yang ada di lehernya. "Terimakasih ya mas, aku suka sama kalungnya? "


"Iyalah suka, gadis udik sepertimu mana bisa membeli kalung mahal seperti itu. " batin Shaka.


"Sama sama sayang, lalu kapan aku bisa mengambil hakku. " bisik Shaka dengan sensual sambil menyentuh leher Zea. Zea menatap dalam manik kelam suaminya, dia bukan gadis yang bodoh yang tidak tahu akan maksud dari suaminya.


"Satu minggu lagi mas, soalnya minggu ini aku lagi haid. " ujarnya malu malu. Shaka tersenyum sumringah, dia kembali membelai wajah istri kecilnya, sebentar lagi tujuannya akan terpenuhi. Zea langsung menyandarkan kepalanya di dada Arshaka, lalu memeluknya dengan erat.


Drt


drt


Arshaka mengambil ponselnya, melihat siapa yang menghubungi dirinya. Dia menekan tombol merah lalu menyimpannya kembali ke dalam saku. "Sweety, aku pergi dulu ya teman aku mengajak ketemuan. "


"Ya sudah kamu hati hati ya mas. "


Shaka bangkit, mengecup bibir istrinya setelah itu pergi. Zea menatap kepergian sang suami dengan senyum mengembang di bibirnya, dia beralih mengirim pesan pada Tiara.


Kini Shaka dan Mona bertemu di restauran, keduanya melepas rindu. Pria itu mengatakan rencananya pada sang kekasih dan Mona sangat sangat menyetujuinya. "Gadis udik itu akan menerima akibatnya, karena telah berani menantang aku. "


"Yeah, gadis itu sangat lugu, naif dan bodoh. " serunya sambil tertawa.


Shaka menyesap habis kopinya, lalu mengajak Mona pergi dari sana. Sementara di sisi lain, Zea dan Tiara mengobrol santai di sebuah Cafe. "Beneran Ze, kamu sudah jatuh cinta pada suamimu itu? " ucap Tiara memastikan.


"Iya Ra, satu minggu lagi aku akan menyerahkan diriku pada mas Shaka, mas Shaka berhak mendapat haknya sebagai seorang suami. "


"Aku ikutan senang dengarnya Ze. " sahut Tiara dengan senyuman di bibirnya. " Zeapun mengangguk, tiba tiba seorang pria datang menghampiri mereka, lalu duduk di samping Zea. Zea dan Tiara saling melirik satu sama lain kemudian tersenyum lebar.


"Kak Zidane, kamu kak Zidane? "


"Iya aku Zidane, teman kakakmu Ze. " senyuman Zidane membuat kedua gadis itu berdebar kencang, Zea menggelengkan kepala mengingat suaminya yang belum kembali. Seandainya dirinya belum menikah mungkin saja sudah dia gebet si Zidane pikirnya asal.


"Duduklah kak Zid!


Zidane langsung menarik kursi, pria itu terus memperhatikan Zea dengan senyuman di bibirnya. Sementara Tiara senyum senyum sendiri, memperhatikan keduanya. "Kalian ke sini tadi naik apa emangnya? "


"Taksi kak, ya sekalian refreshing dulu sebelum minggu depan stress menghadapi ujian. " sambung Zea dengan senyuman manisnya. Zidane mengangguk, pria itu menelisik jam tangannya lalu kembali menatap gadis di depannya.


"Ayo kalian ikut aku. " ajak Zidane dengan lembut.


"Memangnya mau ke mana? "


Mereka bertiga ke luar dari Cafe, lalu masuk ke mobil dan Zidane tancap gasnya. Zea memilih duduk di belakang, hatinya gelisah karena Shaka tak kunjung menghubunginya. Sepertinya memang suaminya itu benar benar sibuk pikirnya, hingga pesannya tak di balas. Namun gadis itu mencoba berfikir positif, dia kembali ikut nimbrung obrolan Zidane dan Tiara.


"Lebih cepat Shaka. " desah Mona menikmati sentuhan tangan kekasihnya di lembah hangatnya. Ya keduanya hanya making out sekedar pemanasan, Shaka ingin menikmati istrinya itu dulu setelah itu baru Mona.


Ya Dia brengsek! egois dan serakah.


Shaka semakin cepat melajukan tangannya di bawah sana, Mona semakin mendesah menyebut nama sang kekasih hingga satu jam berlalu, mereka baru mengakhirinya. Mona menyandarkan tubuhnya di atas dada Shaka, wanita itu mengatur nafasnya yang memburu.


"Honey, aku sudah tidak sabar kamu berada di dalamku. " ucap Mona seduktif. Wanita itu dengan sengaja membuat pola pola di dada Shaka, Shaka menahan tangannya.


"Aku juga sayang! Tiba tiba dia teringat dengan istrinya, senyuman Zea terukir dalam pikirannya namun dengan cepat dia menepisnya. Pria itu langsung bangun, Mona memperbaiki penampilannya.


"Aku pulang dulu ya honey!


Mona langsung melenggang pergi, Shaka menghela nafas berat dan memutuskan menghubunyi istri kecilnya. Dia mengerutkan kening, tak biasanya Zea tak mengangkat teleponnya. Shaka langsung turun dari ranjang dan ke luar dari hotel, pria itu melajukan mobilnya kencang menuju ke mansionnya.


##


Sementara Mona masuk ke dalam sebuah mobil mewah. Mobil itu melesat jauh meninggalkan area hotel, wanita itu menoleh kearah Dion, kekasihnya yang lain.


"Kita main sepuasnya ya sayang, pokoknya kamu harus puasin aku. " ucap Mona dengan senyuman menggodanya. Dion mengangguk, pria itu kembali fokus menyetir mobilnya.


Mona POV


Rencanaku berjalan mulus, aku akan menyingkirkan gadis tomboy itu dari hidup Arshaka. Selain itu bisa menjalin hubungan dengan Dion tanpa sepengetahuan Arshaka. Mona dan Dion sudah berpacaran selama 3 tahun, keduanya lebih dulu saling mengenal daripada dengan Arshaka. Dionlah yang memaksa Mona agar menyembunyikan hubungan mereka dari Shaka, Monapun menyetujuinya.


Dion, merupakan anak petinggi yang asalnya dari negara X yang pindah ke negara indonesia. Awal pertemuan mereka saat keduanya masih kuliah, dan Dionlah pria yang merenggut kesucian Mona. Mereka berdua sering menghabiskan waktu untuk bercintaa, namun keduanya tak lupa memakai pengaman.


Arshaka hanya tahu jika Mona kehilangan kesuciannya karena kecelakaan bukan karena pria lain. Hal itu membuat Mona tertawa, merutuki kebodohan Arshaka yang begitu percaya padanya.


##


Sampai di penthouse Dion, keduanya turun dari mobil. Dion membawa Mona dengan cara menggendongnya, lalu membawanya ke dalam menuju ke kamar pria itu.


"Aah. " Dion menghujam penuh dan sangat dalam, penyatuan liar antara dirinya dengan Mona. Mona mendesahkan nama sang kekasih, begitu ketagihan dengan sentuhan Dion padanya. Wanita itu memeluk erat tubuh prianya, Dion semakin mempercepat lajuannya. Keringat terus mengucur di tubuh mereka, Ac dalam kamar tak mampu meredam gairah panas mereka berdua.


"Sayaang, le.. bih cepaat.. "


"Iya sayang. " Dion mengeram, merasakan torpedonya terjepit dengan kuat, pria itu semakin cepat dan cepat. Mereka melakukan berbagai gaya yang dicobanya, selain itu mereka juga melakukannya di kamar mandi dan sofa.


Setelah mencapai ronde ke lima, Dion menyudahi kegiatannya. Pria itu terlentang di sebelah Mona sambil mengatur nafasnya yang tersengal. Mona menarik selimut, bersandar di dada bidang sang kekasih hati. Cup Dion mencium singkat bibir wanitanya, dia nampak sangat puas dengan kegiatan mereka tadi.


bersambung


JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMENTATOR