Terjerat Cinta Sang Casanova

Terjerat Cinta Sang Casanova
TCSC PART 13


Srash srash terdengar suara air mengucur dri dalam kamar mandi, Zea mengambil ponsel suaminya yang tergeletak di atas meja. matanya berkilat, dia berdecak kesal membaca pesan masuk dari Mona dalam ponsel Arshaka.


To Mona


Heh tikus got, berhenti mengganggu suamiku!


Pesan terkirim, Zea tersenyum puas membalas pesan dari Mona. Tak lama Arshaka ke luar dengan handuk melilit di pinggangnya, pria itu mengamati istri kecilnya.


"Kenapa kamu senyum senyum sendiri panda seksi? "


Zea meletakkan ponsel Arshaka ke atas meja, dia menelan salivanya melihat penampilan sang suami. Arshaka tersenyum geli melihat reaksi dari istri kecilnya, pria itu segera memakai celana panjang namun tak memakai atasan.


pria itu langsung bergabung dengan Zea di atas ranjang, mengukung tubuh mungil istrinya. Shaka menelan salivanya, melihat penampilan seksi istrinya, dua buah ranumnya yang terbalut pakaian dalam terpampang, dari balik kemeja Zea.


"Dasar kelinci nakal. " desis Arshaka dengan tatapan tak biasa. Zea tersenyum menggoda, gadis itu memberanikan diri mengecup bibir sang suami. Shaka melepaskan kuncian tangannya, Zea memilih duduk di paha sang suami. Gadis tomboy itu mengusap lembut rahang kokoh Shaka, lalu turun ke perut kotak kotaknya. Shaka menggeram, urat tonjolan di sana telah bangun dan kini minta di puaskan. Pria itu mendorong tubuh Zea hingga terlentang, lalu membuka kancing kemeja istrinya dan tak lupa melepaskan kaitan bera, setelah itu melemparnya ke lantai.


Zea berusaha menutupi dadanya yang terekspose, namun Shaka menahan tangannya. pria itu langsung mencecap, melahap dua buah ranum yang memggiurkan dan menggemaskan baginya, sebelah tangannya mereemasnya dengan lembut.


"Ungh ah. " desah Zea, menikmati sentuhan bibir suaminya pada bagian atas tubuhnya. Kedua tangan gadis itu meremas rambut tebal sang suami. Arshaka menghentikan kegiatan menyusunya, pria itu menatap penuh minat pada sang istri. Zea menghela nafas panjang, dia sangat tahu apa arti tatapan suaminya.


"Belum saatnya Mas, lagian kamu masih berhubungan dengan Mona. Aku enggak mau saat sudah memyerahkannya padamu, kamu malah mencampakkanku seperti sampah. "


Wajah Arshaka kembali kecewa mendengar ucapan Zea, pria itu langsung menyingkir dari atas tubuh sang istri. Zea segera memakai kembali pakaiannya, turun dari ranjangnya dan menyusul sang suami.


"Mas Shaka sayang tunggu. " panggil Zea dari kejauhan. Gadis itu berhasil menahan tangan suaminya, Shaka menoleh dan menatap datar istri kecilnya. Zea menaikkan sebelah alisnya, melihat raut datar sang suami.


"Kenapa mas pergi begitu saja, mas Shaka tersinggung dengan ucapanku?


"Apa mas Shaka keberatan melepas wanita ular itu, atau pingin memiliki aku dan dia. " cerocos Zea. Shaka hanya diam, enggan berbicara pada istrinya, Zea hanya mengumpat kecil padanya setelah itu tersenyum miring.


"Serakah banget sih Om beruang, ternyata keputusanku memang benar. Kau egois, ingin memiliki dua duanya dan aku tidak ingin berbagi suami. Kalau begitu aku saja yang mundur, kamu bisa bersama jalaangmu itu. "


"Zea Abraham. " bentak Arshaka dengan raut memerah, emosi dengan pernyataan istrinya. Zea hanya cuek, dia memilih duduk di sofa, mengabaikan bentakan suaminya. Arshaka mengusap wajahnya kasar, memperhatikan istrinya yang kini malah sibuk dengan ponselnya.


Tiara


Ada apa Zee?


Zea


Kamu punya kenalan pria tampan enggak Ra, pengen nyari sugar daddy.


From Tiara


Ingat suami woy!


Zea


Zea menaruh ponselnya di meja, dia sangat kesal tentunya. Dia melirik ke samping, ternyata suaminya kini duduk di sebelahnya. Suasana tampak hening, keduanya saling diam, tak ada percakapan antara suami dan istri ini. "Enggak jadi pergi, menemui selir kesayangan om itu! ucapnya tanpa memandang kearah sang suami. Arshaka tak tahan melihat istri bawelnya diam, pria itu meraih tangan Zea namun Zea menepisnya.


"Ingat ya Om, meski aku masih bocah. Aku tak akan sudi berbagi suami, jika om tidak bisa memutuskan, jangan harap kamu bisa menyentuhku, aku hanya akan memberikannya pada suamiku yang mencintaiku segenap jiwanya, bukan pria plinplan sepertimu. "


Zea bangkit, berjalan jauh meninggalka. suaminya. Arshaka terdiam, dia masih syok dengan keputusan istri kecilnya. Tak lama Zea kembali, sudah berpakaian rapi hal itu membuat Arshaka merasa heran.


"Sweety, kau mau ke mana, hari sudah hampir gelap? "


"Mencari sugar daddy. " Zea berjalan melewati suaminya, Arshaka terkejut dan berlari menyusul sang istri tercinta. Kini Arshaka dan Zea dalam perjalanan menuju mansion keluarga Malik. Setelah memarkirkan mobil keduanya turun dan bergegas masuk ke dalam mansion mewah itu.


Mommy Jingga, memeluk sang menantu dan Zea mengucapkan kata maaf pada kedua mertuanya, atas sikapnya kemarin dan mommy Ji tidak mempermasalahkannya. Gadis itu menghampiri keponakan cantiknya, Khanza memeluknya dengan erat. "Aunty, Za kangen sama aunty. "


"Aunty juga sayang, gimana liburan Za bersama adik dan orang tua? "


"Sangat menyenangkan aunty. " Zea beralih, memperhatikan bayi laki laki yang ada dalam gendongan adik iparnya.


"Shilla, siapa nama anak keduamu? "


"Alander Romero Sky"


"Wah nama yang bagus, puteramu sangat tampan. " pekik Zea. Semua orang tersenyum mendengar pujian dari Zeal, Arshaka sejak tadi tak mengalihkan pandangannya dari wajah istrinya.


"Semuanya aku pamit ke kamar sebentar. "


"Iya nak! Zea benar benar gerah di perhatikan oleh sang suami, gadis itu langsung bangkit dan melenggang pergi. Arshaka langsung menyusul istrinya, semua orang di sana menatapnya heran dan bingung.


Cklek


Grep Arshaka langsung masuk dan memeluk tubuh mungil Zea, Zeapun mencoba melepaskan dirinya namun Arshaka mempererat pelukannya. Setelah tenang, Zea menoleh dan Shaka memagut bibir sang istri. Gadis itu terbuai, tangannya dikalungkan di leher suaminya. Sesaat kemudian ciuman mereka berakhir, pandangan mereka bertemu.


"Mas, aku enggak suka kamu berhubungan dengan wanita itu. " ungkap Zea tanpa ragu.


"Apakah kamu cemburu sayang? "


"Mungkin saja mas. " Arshaka langsung memeluknya, hatinya berbunga bunga mendengar pengakuan istri kecilnya. Hal yang sama tengah dirasakannya, jantung Shaka selalu berdebar kencang saat berdekatan dengan Zea.


"Beri aku waktu sayang, mas janji akan menyelesaikan urusan mas dengan Mona. " Zea berbalik gadis itu mengangguk dan memeluk suaminya. Arshaka membalasnya namun diam diam dia tersenyum menyeringai, entah apa yang membuatnya sangat senang. Sepertinya dia tengah merencanakan sesuatu, namun hanya Shaka dan Tuhan yang tahu.


Zea melepas pelukannya, gadis itu sangat senang karena Arshaka mau menuruti keinginannya.


Di sisi lain Mona mengumpat kasar, membaca pesan dari Zea, dia tak akan menyerah begitu saja. Dia akan merebut Shaka dari Zea, mengingat hubungan keduanya sangatlah mesra. "Lihat saja nanti, siapa yang akan memiliki Shaka seutuhnya. Akan kupastikan kamu yang di usir dari mansion Shaka lalu di ceraikan!


"Tapi bagaimana bisa. Ponsel Arshaka berada di tangan gadis udik itu. " geram Mona dengan raut menahan amarah sekaligus cemburu.


bersambung