Terjerat Cinta Sang Casanova

Terjerat Cinta Sang Casanova
Penguntit


"By kasihan Archa, dia pasti sakit hati dengan keputusan daddy. " ucap Serena pada suaminya. Arsen menghela nafas, diusapnya kepala sang istri dengan lembut.


"Iya sayang aku paham dengan maksudmu, tapi Archa hanya perlu waktu untuk melupakan Arjuna. " balas Arsen dengan bijak. Serenapun hanya diam, dia tak bisa berbuat apa apa untuk Archana. Dia usap perutnya yang membulat dengan penuh kasih sayang.


Drt


drt


"By, bisakah ambilkan ponselku sayang? " pinta Serena. Arsen mengambilnya, menyerahkan ponsel itu pada sang istri.


"Ya hallo Kin, ada apa? " tanya Serena.


"Nona, begini Clara membuat ulah, wanita itu membuat konferensi yang mengatakan jika nonalah yang telah menghancurkannya di depan media. "


"Apa? " Serena terkejut, wanita itu menggeram kesal mendengar informasi dari Kinanti. Arsen yang mendengarnya, merebut ponsel sang istri dia berbicara pada Kinanti setelah itu menaruhnya di meja. Serena terdiam,melihat suaminya yang tengah menghubungi asisten pria itu.


"Tenanglah aku sudah menyuruh Joe asistenku untuk membantu Kinan. " pungkas Arsen.


"Hubby, sepertinya aku perlu turun tangan sendiri menghadapi Clara. " balas Serena dengan mimik muka seriusnya.


"Tidak sayang, apa kau lupa kejadian kemarin hah. " geram Arsen dengan wajah mengerasnya. Serena berdecak pelan, jika sudah suaminya bilang tidak, berarti dia tak boleh membantahnya. Bukan tanpa alasan Arsen bersikap tegas, dia tak ingin istri dan calon bayinya terluka karena sikap nekat Clara, apalagi Serena begitu keras kepala.


"Tapi.. "


"Cukup, aku tidak mau kau membantah keputusanku sayang. " tegas Arsen menaikkan nada bicaranya. Pria itu bangkit, memilih pergi dari sana sebelum amarahnya meledak dan Serena menjadi pelampiasannya. Serena menatap kepergian suaminya dengan tatapan nanar.


"Sayang, daddy kamu marah sama mommy. " ucapnya sambil mengusap perut buncitnya. Dia mengadu pada calon baby nya,melampiaskan kekesalannya terhadap daddy dari bayi dalam kandungannya. Mommy Zea menghampiri menantunya, Serena mengatakan keluh kesahnya pada sang mertua.


"Benar kata Arsen sayang, ini demi kamu dan calon baby dalam perutmu. " tegur mommy.


"Iya mom, lalu bagaimana dengan Archa. Apakah mommy berhasil membujuk Archa dan mau menemui mommy? " tanyanya yang mendapat gelengan dari sang mertua. Serena mengusap tangan mertuanya, dirinya tahu mertuanya kini tengah bersedih.


"Mommy harus sabar, mungkin Archa lagi ingin sendiri saat ini!


Ketiganya memutuskan menginap di kediaman Arsen dan Serena selama beberapa hari, Serena tak keberatan akan hal itu justru dia begitu bahagia mendengarnya.


"Bagaimana dengan Daddy, mom? " tanya Serena merasa penasaran. Terdengar helaan nafas berat dari bibir wanita paruh baya itu.


"Daddy juga sama sayang, daddy tetap dengan keputusannya menginginkan Archa tak lagi berhubungan dengan Arjuna. " pungkas mommy Zea. Mommy Zea merasakan dilema, di satu sisi suaminya dan di sisi lainnya puterinya, dia merasa bingung harus membela siapa. Serena ikut merasakan kesedihan yang tengah dirasakan sang mertua.


"Mommy harus kuat dan tegar, Serena ikut sedih melihat mommy bersedih kaya gini. " ucap Serena berusaha menghibur mertuanya. Mommy Zea tersenyum tipis, mengusap punggung menantunya kemudian mengecup singkat kening Serena.


"Jangan terlalu di pikirkan sayang, calon cucu mommy ikut sedih lho. "


Serena mengangguk singkat, wanita itu menoleh melihat sosok suaminya yang berjalan kearahnya. Arsen memasang wajah datarnya, mencium singkat pipi mommy Zea kemudian beralih pada istrinya. "Sayang, mommy aku izin ke luar ya, bertemu dua teman lamaku yang


baru kembali. " ucapnya sambil terkekeh mengingat Daven dan Elka.


"Awas saja jika kau berselingkuh hubby. " ancam Serena sambil melotot. Arsen terkekeh, sekali lagi mencium bibir wanitanya tanpa merasa malu.


"Tidak akan, lagian teman aku keduanya pria sayang. " jawab Arsen membuat Serena bernafas lega, pria itu langsung pergi begitu saja.


#Cafe


"Enggak cuma tiga puluh menit, aku dengar kau sudah menikah Ars? " tanya Sean yang begitu penasaran.


"Iya, sorry aku enggak mengundang kalian. " sesal Arsen merasa tidak enak hati pada keduanya. Elka menepuk bahu sahabatnya, merasa tidak masalah dengan hal ini.


"Santai saja kawan, bagaimana kabar adik manismu itu? " sahut Daven dengan senyuman penuh arti. Arsen yang mengetahui niat sahabatnya itu langsung memutar bola matanya jengah disertai lirikan tajam. Daven terkekeh, dia hanya berniat menggoda sahabatnya itu namun sebenarnya niat sih.


"Why, bukankah aku sangat cocok menjadi adik iparmu Arsen? " tanya Daven sambil menarik turunkan alisnya.


"DAVENDRA WIRATAMA. " geram Arsen penuh penekanan.


Elka tertawa, melihat perdebatan kedua temannya ini membuatnya terhibur. Dia tak berniat melerai keduanya yang asyik berdebat, justru menikmati tontonan gratis di depannya. Tak perlu bersusah payah pergi ke bioskop hanya untuk menonton drama.


Ck teman laknat memang!


"08xxxxxxx, itu nomor Archana, Saat inj Archana tengah patah hati. " ungkap Arsen tanpa basa basi.


"Hm, aku tahu. " Daven segera menyimpan kontak Archa ke dalam ponselnya, setelah itu kembali mengobrol dengan mereka. Arsen hanya berdecak pelan, ternyata Daven bergerak cepat juga ya.


"Apa kau tahu siapa rivalmu Daven? " tanya Elka dengan senyum meledeknya. Daven memasang wajah datar nya, terlihat tenang membuat Arsen dan Elka saling melirik satu sama lain.


"Arjuna Lewis Johnson. "


"Wow, ternyata diam diam kau menguntit adikku ternyata. " sindir Arsen dengan senyum menyebalkan di mata Daven.


"Sepertinya sahabat kita beralih profesi sebagai menguntit Arsen. " sahut Elka sambil tertawa. Daven mendengus sebal, melirik tajam kearah Arsen dan Elka. Arsen tergelak mendengarnya, tak peduli mendapat lirikan tajam dari Daven.


Drt


My Wife


Sayang, aku mommy dan Archa sekarang berada di mall. Kamu susul ya, i love you.


Arsen tersenyum membaca pesan dari istrinya, melirik kearah Daven dengan senyuman penuh arti."Kalian ikut aku, aku harus menjemput istriku, sekalian berkenalan dengan Serena. "


"Ayo. " ketiga pria tampan itu ke luar cafe, melajukan mobil masing masing menuju ke sebuah mall. Sampai di mall, Arsen segera menghampiri istrinya dan seperti biasa menciumnya tanpa mengenal rasa malu. Daven dan Elka mendelik melihat tingkah Arsen tersebut. Daven beralih menatap kearah Archaba yang memasang wajah datar nya, terlihat kedua mata gadis itu tampak sembab.


"Sayang, kenalkan ini Daven dan Elka sahabatku. " ujar Arsen. Serenapun menanggapinya dengan senyuman begitu juga Elka dan Daven.


"Istrimu cantik juga Sen dan kau tokcer juga bro. " kekeh Elka yang melihat perut buncit Serena. Arsen tersenyum bangga,mengusap perut bulat sang istri.


"Halo tante apa kabar? " sapa Elka dengan senyuman manisnya.


"Kabar tante baik nak. " jawab mommy Zea dengan ramah.


"Aku Daven. " sapa Daven pada Archana. Archana hanya mengangguk, tanpa membalas uluran pria di hadapannya. Mommy Zea hanya tersenyum, menatap tidak enak pada kedua sahabat puteranya itu.


"Ayo lanjutkan belanjanya. " merekapun mengangguk setuju, Arsen dan Serena memperhatikan interaksi Daven dan Archana. Serena menoleh kearah suaminya, Arsenpun menatapnya dengan lekat.


"Sayang, apa yang kau rencanakan hubby? " tanya Serena dengan curiga.


"Tak ada, sebaiknya kita cari lingerie. " godanya sambil mengedipkan mata. Serena tersipu, memeluk pinggang suaminya dan pergi mencari lingerie dengan model terbaru.