
"Terimakasih telah mengantarku pulang kak? " ucap Archana pada Daven. Tak ada senyuman di wajah gadis itu, Daven melihat raut murung Archana.
"Hm, kau kenapa? " tanya Daven pura pura tidak tahu.
Archana menggeleng, tersenyum tipis pada pria di hadapannya. Daven mengacak acak rambut gadis itu, Archana melempar tatapan tajam padanya. Gadis itu berbalik,melangkah gontai memasuki mansion.
"Archa tunggu. " ujar Juna yang turun dari mobilnya, bergegas menemui sang kekasih. Archana menoleh, matanya berkaca kaca melihat pria yang dia rindukan selama dua hari ini. Daven memasang wajah datarnya, dalam hati pria itu dia mengumpat.
Grep
Hiks hiks
Arjuna mengeratkan pelukannya, mengecup sayang pucuk kepala sang kekasih. Keduanya terlalu larut dalam melepas rindu, mengabaikan keberadaan Daven di sana. Daven berdecak kesal, berjalan menghampiri keduanya.
Ehem
Juna melepaskan pelukannya, keduanya menoleh kearah Daven yang menatap tajam keduanya. "Sebaiknya kau pergi, Archa bukan lagi tanggung jawabmu!
"Tidak, siapa bilang Archana bukan tanggung jawabku heh. Dengar tuan Arjuna, Arsen sendirilah yang memintaku menjaga adik manisnya yang cantik ini. " tegas Daven dengan sorot tajamnya. Archana terkejut mendengar penjelasan Daven, gadis itu terlihat kecewa dengan keputusan kakaknya yang seenaknya.
"Kau. " geram Juna hendak memukul Daven namun Archana menahannya. Gadis itu segera menyeret kekasihnya, lalu membawanya pergi dari sana. Daven bergegas mengikuti keduanya, pria itu sepertinya tak akan tinggal diam.
"Sayang, bagaimana kalau kita besok menikah? " tanya Arjuna menepikan mobilnya. Raut Archana begitu kaget mendengar penuturan kekasihnya.
"Aku tidak setuju mas, daddy aku pasti akan sangat marah dan kecewa padaku, begitu juga dengan mami kamu. " tolak Archana secara halus.
"Tapi tak ada pilihan lain sayang, hanya ini satu satunya cara selain membuat kamu hamil. " sela Arjuna.
"Maaf Mas Juna, aku tetap tak setuju dengan ide kamu, aku ingin kita menikah dengan restu orang tua kita. " kekeh Archana dengan tegas. Arjuna mengusap wajahnya kasar, pria itu kini terlihat dilema sekarang. Archana langsung memalingkan wajahnya kearah lain, gadis itu terlihat semakin bersedih dengan kenyataan yang diterimanya.
"Apakah aku dan mas Juna memang tidak ditakdirkan bersama!
Archana teringat bagaimana sang daddy begitu marah menghadapi nyonya Arini, diapun tersenyum getir. Dia terlihat bingung sekarang, keputusan apa yang harus dia ambil sekarang.
Drt
drt
"Daddy, bagaimana ini? " gumam Archana dengan wajah paniknya.
Percakapan via telepon
"Halo Dad? "
"Pulang sekarang Archa, sebelum daddy marah sama kamu. " tegas Daddy Arshaka. Sambungan mati, Archana menghela nafas panjang.
"Mas Juna,antar aku pulang sekarang!
"Tapi sayang mas masih ingin menghabiskan waktu denganmu. " tolak Arjuna dengan wajah memelas.
"Tak bisa mas, daddy suruh aku pulang. " jawabnya lirih.
Tin
tin
Archana menoleh ke belakang, kemudian kembali menatap ke depan lalu turun dari mobil Arjuna. Gadis itu berjalan kearah mobil Daven lalu masuk ke dalam, Arjuna menatap kepergian kekasihnya dengan tangan terkepal kuat.
"Ah sialan!
Archana hanya diam, Daddy Shaka menghela nafas gusar duduk di sebelah puteranya itu. Di usapnya kepala Archa dengan lembut, melihat wajah puterinya yang murung membuat hatinya sakit. "Daddy lakukan ini demi kebaikan kamu nak, daddy tidak ingin kamu terus di caci maki oleh nyonya Arini. " gumam Daddy lembut.
"Tapi aku mencintai mas Juna Daddy, sakit sekali saat aku harus berjauhan dari pria yang aku cintai. " gumam Archa dengan mata berkaca kaca.
"Archana. " bentak Daddy.
Hiks hiks tangis Archana langsung pecah,gadis itu beranjak dari sana dan berlari sambil menangis. Mommy memberi tatapan tajamnya pada sang suami, beralih menatap Daven dan menyuruhnya menyusul Archa. "Jangan terus menerus membentak Archa Daddy, turunkan ego Daddy, apa Daddy tak kasihan pada puteri kita hah. " tegur mommy dengan nada tingginya.
"Maafin Daddy mom, puteri kita begitu keras kepala, daddy lakukan ini demi kebaikannya. " pungkas Daddy Shaka. Mommy mendesah kasar, dia tak bisa berkata kata dengan keputusan suaminya yang begitu mutlak.
"Pikirkan lagi keputusan Daddy, Mommy tak ingin puteri kita Archana akan marah dan membenci Daddy nantinya!
**
"Kenapa Daddy begitu jahat kak. " Archana memukul dada Daven, melampiaskan kekesalannya. Daven hanya diam, membiarkan gadis kecilnya itu meluapkan kekecewaannya. Pria itu semakin mengeratkan pelukannya kala Archana menangis dalam dekapannya. Daven membawa Archa duduk, dia usap punggung gadis kecilnya.
"Jangan terus menerus menangis sugar, kau lupa masih ada pria tampan yang sedari tadi kau abaikan. " goda Daven.
Archana meliriknya tajam, membuat pria iru terkekeh.
"Hentikan tangisanmu Sugar, wajah jelekmu akan bertambah nanti!
"Kak Dave. " pekik Archana kesal sambil mengerucutkan bibirnya. Daven tergelak melihat tingkah menggemaskan Archana, dia mengacak acak rambut gadis itu.
"Gemesin banget sih jadi pengen cium. " ledek Daven.
"Kak Dave, awas jangan macam macam nanti aku bilang sama mas Juna. " ancam Archana kesal. Daven berdecih, pria itu tak menyukai Archa yang menyebut nama Arjuna.Archa mengambil ponselnya, berusaha menghubungi nomor Arjuna namun hanya terdengar suara operator. Tubuh Archa langsung lemas, gadis itu bersandar di sofa dengan wajah murungnya.
"Mas Juna pasti kecewa sama aku sekarang. " batin Archana dengan lesu. Daven melipat tangannya di dada, memperhatikan Archana dalam diam.
"Kak Dave, apa kakak punya ide sekarang, supaya daddy memberikan restu nya? " tanya Archana menatap lekat wajah Daven.
"Ada!
"Benarkah, apa itu? " tanyanya dengan nada tak sabaran.
"Menikahlah denganku, aku yakin Om Shaka pasti akan setuju. "
Hati Archana mencelos, gadis itu melempar bantal kearah Daven. Daven tersenyum tipis, menyingkirkan bantal yang di pegang Archana. "Hanya mas Juna yang aku cintai sampai kapanpun, selamanya!
"Dengar Archa, aku tak akan menyerah. Aku akan selalu ada untukmu,berjuang mendapatkan cinta kamu sugar.Terlihat jelas ada kesungguhan di manik mata Daven, Archana memalingkan wajahnya. Dia tak boleh terkesan dengan pernyataan Daven barusan.
"Maaf Kak, jangan terlalu berharap. Nanti jika tak sesuai keinginan, hanya akan terluka. " ucap Archana dengan wajah datarnya. Archana tak ingin memberi harapan pada pria lain, hatinya sudah tertaut pada satu nama, Arjuna. Sampai kapanpun Arjunalah sang pemilik hatinya, bagaimana mungkin dirinya dirinya di paksa untuk melupakan pria yang dicintainya.
"Maafkan Archa Daddy, Archa hanya ingin berjuang demi cinta Archa pada mas Juna, Archa tahu ini hanya akan membuat Daddy marah nantinya tapi Archa cinta mas Juna begitu sebaliknya. " Archana memejamkan matanya sejenak, lalu dibukanya kembali kemudian mengirim pesan pada sang kekasih.
"Kak Dave, lupakan aku carilah gadis yang lebih baik dari aku kak. " ucap Archana berusaha merayu Daven. Daven menggeleng pelan, pria itu justru menggenggam tangan Archa dengan erat.
"Izinkan aku berjuang Archa, aku tak peduli jika kau memiliki kekasih. " tegas Daven.
Arcahana merasa frustrasi. Dia benar benar dilema saat ini, dia sudah berusaha membujuk Daven namun tak berhasil.
tbc