
Othor bikin cerita yang tidak panjang panjang mulai sekarang hehe
Like, vote dan komen sebanyaknya!
Plak Shaka langsung menampar Mona, pria itu begitu marah kala istrinya di rendahkan oleh Mona. "Sekali lagi kau hina istriku, kupastikan kau membusuk di penjara Mona. " geram Shaka.
Pria itu langsung pergi dari sana, diapun tengah menyuruh seseorang untuk menghancurkan Mona dengan cara menyebarkan video tak senonoh wanita itu.
***
Beberapa waktu berlalu, usia kandungan Zea memasuki bulan ke sembilan. Sikap Shaka semakin over protectif pada istrinya, hal itu terkadang membuat Zea jengah karena ruang geraknya seakan terbatasi. Kini mereka mengadakan acara tujuh bulanan, berbagi dengan anak anak yatim piatu.
"Mas kamu sudah siapin nama buat calon putera kita? " tanya Zea yang bersandar di dada sang suami.
"Sudah sayang, aku harap kamu akan suka namanya nanti. " Shakapun kembali memperhatikan anak anak panti yang tengah bermain di halaman.
Drt
drt
Shaka merogoh ponselnya, dia merasa heran tak biasanya sang mommy menghubungi dirinya.
"Ya Mom ada apa? "
Shaka terkejut, pria itu memutuskan sambungan telepon, menoleh kearah sang istri. Keduanya segera pamit pada ibu panti, Shaka melajukan mobilnya kencang menuju ke mansion orang tuanya.
Setiba di sana mereka segera menemui mommy Jingga, Shaka menitikkan air matanya melihat jenazah mendiang kakeknya yang terbujur kaku. Pria itu langsung menangis begitu juga dengan Zea yang merangkul suaminya.
"Kakek. " gumam Shaka dengan lirih. Diapun teringat nasihat nasihat kakeknya selama ini, mengenai urusan rumah tangga. Hancur tentu saja, Shaka sangat kehilangan akan sosok kakek yang paling disayanginya.
hari itu Shaka dan keluarganya, mengantar kakek ke peristirahatan terakhirnya. Shakapun menangis di depan makam mendiang kakek Zayn, Zea merasa ikut kehilangan wanita itu menangis sesegukan.
"Kakek, kenapa kakek pergi secepat ini, cicit kakek belum lahir. " gumam Shaka dengan lirih.
Mommy Jingga begitu hancur kala sang ayah meninggalkan dirinya untuk selamanya, wanita paruh baya itu memeluk nenek Senja, ibunya.
Mommy dan lainnya pergi meninggalkan makam saat hari mulai siang, hanya tersisa Zea dan Shaka. Wanita hamil itu tak kuasa menahan tangis, melihat suaminya yang begitu kehilangan sosok sang kakek.
"Mas, relakan kepergian kakek, kakek akan sedih jika mas Shaka terus menangisinya. " ucap Zea dengan lembut dan sabar. Shaka mengusap air matanya, menegapkan kepalanya dan menatap sang istri. Pria itu segera bangkit, memeluk wanitanya dengan erat.
"Kakek, Shaka janji akan berusaha menjadi suami dan ayah yang baik dan bertanggung jawab bagi Zea dan calon anak kami kelak. " batin Shaka.
Shaka mengajak istrinya pergi dari makam, mereka masuk ke dalam mobil, sopir yang menyetir paham akan keadaan sang majikan yang tengah berduka. Zea menghela nafas pelan, melihat suaminya berubah menjadi pendiam hingga tiba di mansion, keduanya tak saling bicara.
Zea menatap punggung suaminya yang menjauh dari pandangannya. Terdengar helaan nafas berat, lantas dia memilih bersantai di teras, menenangkan hatinya. Duduk di sebuah kursi sambil mengusap perut buncitnya dengan lembut. "Kita jangan menganggu daddy dulu ya sayang, daddy kamu sangat kehilangan kakek buyut kamu. " ucap Zea.
Zea juga dekat sama oma Senja dan Opa Zayn, kedua lansia itu begitu setia antara satu sama lain. Dia berharap kisah cintanya akan sama seperti kisah cinta oma Senja dan Opa Zayn, yang hanya terpisah oleh maut.
"Sayang. " teriak Shaka menuruni tangga, menghampiri istrinya yang berada di dapur. Zea terkejut mendengar teriakan suaminya, wanita itu membalik badannya.
"Kamu lupa dengan laranganku hah. " geram Shaka kesal.
"Mas aku cuma mau siapin makan malam, soalnya kamu belum makan dari tadi pagi. " jawab Zea dengan pelan. Shaka mengusap wajahnya kasar, emosinya langsung redup melihat istrinya yang begitu khawatir padanya.
"Biarkan pelayan yang melakukannya sayang, aku tidak mau kamu dan calon anak kita kenapa kenapa! Melihat raut ketakutan di wajah suaminya membuat Zea sedikit bersalah. Shaka segera mengajak istrinya pergi dari dapur, di meja makan dia berulang kali menciumi perut sang istri.
Setelah siap keduanya makan malam bersama, sesekali Shaka hanya pasrah kala istrinya menjahili dirinya. Selesai makan keduanya kembali ke kamar, Shaka mematikan lampu kamar mereka hingga terlihat remang remang.
"Opa Zayn pria paling sabar menghadapi sikap bar bar oma Senja, keduanya saling mencintai satu sama lain dan kamu tahu 'kan kisah mereka? "
"Iya Mas, Oma dulu cerita sama aku, aku harap bisa sekuat oma Senja dalam menjalani hidup, serta ujian dalam rumah tangga kita. " ujar Zea sambil tersenyum manis.
"Kamu juga kuat seperti oma dan wanita penyabar, nyatanya kamu bertahan di sisi mas padahal dulu mas menyakiti kamu sangat dalam hingga kamu mengalami keguguran. " desahnya berat.
"Sebaiknya kita istirahat sayang!
Merekapun langsung terlelap setelah berbagi cerita bersama, mengurangi rasa kehilangan akan sosok opa Zayn dalam hidup keduanya.
***🌸
Satu minggu setelahnya, Shaka yang panik segera membawa Zea ke rumah sakit, lalu memberitahu semua keluarganya. Setelah beberapa jam akhirnya wanita itu berhasil melahirkan seorang bayi laki laki, penerus keluarga Malik dan O'Neil. Kebahagiaan mereka terasa sangat lengkap kala si kecil lahir kedunia.
ARSENIO NARENDRA RASENDRIYA MALIK nama yang diberikan kakek Zayn pada cicitnya dan Shaka menambahinya dengan nama tengah.
Yang diartikan sebagai laki laki jantan yang berkuasa memiliki indra tajam, entah penglihatan, perasa, peraba, pendengaran dan penciumannya.
pict from pinterest, wm.
"Lihat sayang si kecil Arsen jadi rebutan mommy dan ibu, hal itu membuatku kesal dan cemburu. " ucap Shaka pada sang istri sesaat mereka telah berada di mansion.
"Cemburu kenapa Dad? "
"Ya kamu pasti akan lebih perhatian sama putera kita daripada aku. " jawabnya sambil cemberut. Zeapun melongo mendengar penuturan suaminya kemudian tergelak.
"Tentu saja sayang, lihatlah putera kita sangat tampan sejak bayi, aku jatuh hati padanya dan Arsen pria tampan nomor satu setelahnya itu kamu Dad. " ujar Ze menggoda suaminya.
"Ck dia bibit unggulku sayang, tentu saja Arsen tampan sepertiku. " ucap Shaka dengan sombong. Zea hanya tersenyum geli kemudian memeluk sang suami dan dibalas kecupan sayang oleh Shaka.
"Terimakasih sayang, atas perjuangan luar biasa kamu dalam melahirkan putera kita. " ucap Shaka dengan tulus. Zea mengangguk, tak menyangka diusianya sekarang dia telah memiliki seorang putera yang begitu tampan, mewarisi ketampanan Shaka.
Bahagia, tentu saja dia memiliki suami yang mencintainya, bayi tampan dan keluarga yang menyayanginya dengan tulus. Tuhan begitu murah hati, memberikan kebahagiaan yang luar biasa ini padanya.
Jatuh cinta pada casanova playboy, tidak pernah terbayang dalam pikiranku. Manis, Pahitnya dalam suka duka dalam hubunganku dengan Shaka akhirnya menemukan kebahagiaan sejati.
...- Zea Malik....
END