
Kini rumah tangga Archana dan Alkan setiap harinya kian harmonis, mereka tak malu menunjukkan kemesraan mereka di depan keluarga besar keduanya. Usia kandungan Archana juga telah memasuki hari hari mendekati kelahiran.
Alkan sebagai suami begitu siaga, sampai dia mengerjakan pekerjaan kantor dia bawa ke rumah. Archana kini tengah asyik menemani putrinya yang tengah bermain.
"Awh. "
"Bunda, Bunda kenapa? "
"Ssh sayang, tolong panggilkan Daddy kamu nak. " pintanya seraya menahan rasa sakit di sekitar perutnya. Valentina segera mencari sang Daddy dan memanggilnya. Tak lama Alkan datang, melihat ketuban istrinya telah pecah. pria itu langsung membopongnya ke luar, memanggil sopir untuk mengantar mereka. Valentina sendiri menyusul bersama opa dan omanya yang berada di sana.
Tiba di rumah sakit, suster dan dokter datang. Suster mendorong brangkarnya menuju ke ruangan persalinan. Archana meminta suster untuk memanggil sang suami, Alkan masuk ke dalam dan menemani istrinya berjuang melahirkan buah hati mereka.
Oek
oek
Alkan menangis terharu melihat putranya telah lahir ke dunia. pria tampan itu langsung menciumi istri tercintanya, lalu ke luar dan membiarkan suster membersihkan istri dan bayinya.
Setelah beberapa menit Alkan masuk ke ruangan VIP di mana istrinya di rawat. Hot daddy itu tampak mengucapkan terima kasih atas perjuangan Archana.
"Mas di mana putra kita? " tanya Archana dengan lembut.
"Dia tengah di bersihkan suster sebentar lagi pasti ke sini sayang. "
Tak lama Suster datang, menyerahkan si kecil dan membantu Archana menyusui bayinya. Setelah selesai suster itu langsung pamit ke luar.Archana sendiri tampak bahagia melihat putranya telah lahir ke dunia saat ini.
"Mas siapa nama putra kita ini? " tanya Archana penasaran.
"Vincent Desmond Abraham. "
Bahagia, Alkan sangat bahagia mendapat keluarga kecilnya telah lengkap sekarang. Tak ada hal lain yang di inginkan selain kebahagiaan orang orang tersayangnya.
orang tua Archana datang berkunjung, mereka segera tak sabar menggendong sang cucu yang baru lahir. Archana tergelak melihat orang tuanya yang saling berebut, ingin mengendong baby Vincent.
Kedua paruh baya itu duduk di sofa dengan mommy yang menggendong cucunya. Archana mengulas senyumnya, tanpa dia sadari dia menangis bahagia. Segera saja dia hapus air matanya, merasakan rengkuhan di bahunya, dia menoleh dan tersenyum pada suaminya. Pria itu melepaskan pelukannya, lalu duduk di samping sang istri.
Archana POV
Bahagia, Ya Tuhan terimakasih atas segala yang aku miliki saat ini. Aku menjadi wanita yang paling beruntung memiliki suami yang mencintai aku dan anak anak yang lucu. Semua keluargaku begitu sayang dan memperlakukanku layaknya ratu. Dan kini aku telah berhasil melahirkan baby Vincent dengan selamat.
Wanita cantik itu kembali memperhatikan kedua orang tuanya yang tengah menimang baby Vincent.
Sore harinya mommy dan daddy pamit pulang, Keluarga kecil Serena datang. Serena memberikan selamat pada kedua adik iparnya itu. Ibu dari si kembar itu ikut bahagia dengan kelahiran keponakan tampannya.
"Bagaimana rasanya melahirkan Cha hm? " goda Serena pada sang adik.
"Sangat luar biasa kak, meskipun sakit aku begitu menikmatinya. Melihat baby Vincent telah lahir bahagia membuat kebahagiaanku bertambah berkali kali lipat. " jawab Archana panjang lebar.
Serena tersenyum simpul mendengarnya, perempuan itu menghampiri keponakannya, menyapa baby Vincent bergantian dengan Arsen, suaminya. Dia memilih duduk di sofa, lalu mengeluarkan ponselnya, Serena tengah berbicara dengan si kembar sebentar setelah itu menutup sambungannya.
Si kecil Kanaya berada di rumah bersama opa dan omanya, gadis kecil itu besok akan menjenguk adik tampaknya bersama opa dan opanya. Setelah menyimpan ponselnya dalam tas, Serena bangkit dan menggendong baby Vincent, menciumnya berulang ulang.
"Kak Ser, kenapa enggak nambah anak aja? " tanya Archana.
"Mas Arsen begitu posesif dan dia takut melihat aku kesakitan. " jawab Serena sambil terkekeh pelan. Manik matanya tertuju kearah sang suami yang juga menatapnya. Dia kembali asyik menimang keponakan tampan nya, lalu membawanya duduk di sofa dengan tenang.