PERNIKAHAN KAGET

PERNIKAHAN KAGET
Berhenti Kerja


Mumut belum percaya dengan penjelasan Dimas, meski Dimas sudah berani bersumpah, tapi mumut belum percaya. Ia curiga mengapa fatimah bisa ada di depan rumahnya.


"Aku belum percaya kamu mas, aku harus cari bukti sendiri kalo kamu memang benar." gumam mumut.


Mumut memang susah percaya dengan ucapan orang sebelum ada buktinya. Mumut juga memutuskan untuk berhenti kerja, karena perutnya semakin besar. kini kehamilannya sudah enam bulan.


"Mas, aku mau ke rumah majikanku ada perlu."


"Ini sudah sore sayang."


"Aku mau berhenti kerja."


"Alhamdulilah, aku senang dengarnya. akhirnya kamu mau berhenti juga sayang." ucap Dimas sambil tersenyum.


"Ya sudah aku berangkat." ucap mumut lalu pergi.


"Tunggu sayang! Aku antar ya!"


"Ga usah mas, aku naik ojek online, ojeknya udah di depan." ucap mumut dengan wajah malas.


Dimas pun hanya memperhatikannya sebelum mumut pergi. Dimas tau kalo istrinya masih marah, ia tau kalo mumut itu tidak mudah percaya.


"Ini semua gara-gara perempuan itu, beraninya dia datang ke rumah ini." gumam Dimas dalam hati.


Dimas bingung dengan masalah ini, mumut sudah tau dan mumut juga tidak percaya padanya. Dimas khawatir jika istrinya kepikiran takut terjadi apa-apa pada calon anak mereka dan mumut.


"Ibu hamil 'kab ga boleh banyak pikiran, aku tidak mau mumut memikirkan masalah ini, bagaimana ya caranya agar mumut percaya." gumam Dimas.


***


Tiga jam sudah mumut pergi, kini ia sudah berada di rumah lagi. ia sengaja membuka hp Dimas, mumut ingin mengetahui tentang fatimah. tapi tidak ada panggilan masuk, panggilan gagal dan pesan yang masuk ke hp Dimas.


"Dimas 'kan ganti nomer, aku lupa." gumam mumut sambil memegang kepalanya.


Lalu mumut membuka kontak nomer hp yang di simpan dalam hp Dimas. Saat ia membuka tidak ada nama fatimah, tapi yang ada di kontak hp Dimas nama perempuan gila. Dimas tidak punya nomer perempuan, hanya ada nomer Fatimah yang di simpan dengan nama perempuan gila.


"Ini perempuan gila siapa ya, apa ini fatimah." gumam mumut dalam hati.


Lulu mumut mencatat nomer itu ke kertas, ia ingin menghubunginya, tapi bukan dengan nomernya. Ia ingin tau apa ini fatimah atau bukan. Jika memang fatimah ia akan cari tau siapa yang salah. Mumut langsung pura-pura tidur saat Dimas memasuki kamarnya.


"Sayang, kamu udah tidur?" tanya Dimas sambil mengelus-elus rambut mumut.


Dimas mencium kening mumut, ia juga membuka baju mumut. Mumut membuka mata lalu ia membelakangi suaminya.


"Sayang, aku pengen."


"Maaf mas, aku ga mau aku lagi cape, jangan paksa aku! Ingat aku lagi hamil ga boleh kecapean. Bercinta ga mau tiap malam. aku nanti kecapean." ucap fatimah sambil membelakangi Dimas.


"Humm, tapi ini sudah tiga malam kita tidak bercinta sayang."


"Aku ga mau, kalo kamu paksa aku, aku akan pergi ke rumah orang tuaku." ucap mumut mengancam Dimas.


"Humm, ya sudah."


Malam itu Dimas tidak di beri jatah bercinta, padahal ia suda tidak kuat. Tapi ia tidak mau maksa istrinya. Dimas tau istrinya masih marah, ia juga cemburu pada fatimah.


"Humm. Ya sudahlah mending aku tidur, mumut tidak mau melayani aku." gumam Dimas dalam hati.


Dimas sudah bangun dari tidurnya jam tiga pagi, seperti biasa ia sholat tahajud, mengaji dan zikir sampai subuh. usah sholat subuh ia langsung ke dapur menyiapkan sarapan pagi untuknya dan istrinya.


"Masak apa ya hari ini. Nasi goreng aja lah pake telor dadar. Mumut pasti suka." gumam Dimas.


"Males aku makan makanan masakan Dimas, biar dia aja yang makan sendiri." gumam mumut.


Dimas sudah selesai masak, ia sudah menaruh masakannya di meja makan. Ia memanggil istrinya berulang kali tapi tidak di jawab, lalu Dimas menghampirinya.


"Loh, ko beli bubur aku 'kan sudah masak sarapan untukmu sayang." ucap Dimas saat melihat mumut sedang makan bubur.


"Ga ah, kamu makan aja sendiri. Kalo perlu kamu suruh ke sini tuh si fatimah biar makan berdua denganmu." ucap mumut.


"Ko gitu sih sayang. Aku sudah berani bersumpah padamu. Aku jarang loh mengucap sumpah."


"Ah ... Bodo amat aku ga percaya." ucap mumu lalu masuk ke kamar.


Mumut cemburu pada fatimah, semua istri pasti akan cemburu dan marah kalo tiba-tiba ada perempuan lain di rumahnya. Dimas akhirnya sarapan sendiri dengan perasaan kacau.


"Sarapan ga enak kalo tidak bareng mumut mah, ini semua gara-gara perempuan gila itu." gumam Dimas.


Mumut di dalam kamar mengirim pesan ke no perempuan gila itu menggunakan nomer barunya. Ia sengaja beli nomer baru untuk mengetahui apa itu nomer fatimah. Jika ia numpang ke hp temannya lama, karena ia juga sudah tidak bekerja lagi.


"Aku kirim pesan dulu ke no ini, kalo pesannya sudah di bales baru aku akan telpon." gumam mumut.


"Assalamualaikum. Fatimah ini aku teman Dimas. Kamu fatimah 'kan?"


setelah pesan itu terkirim, hanya menunggu 3 menit pesan itu langsung di balas. Mumut ingin segera menghubunginya, tapi ia belum siap, ia mengirim beberapa pesan dulu.


"Waalaikumsalam, iyah aku fatimah."


"Aku sepupunya Dimas, namaku lala.


"Oh... senang sekali ada sepupunya Dimas mengirim pesan."


"Iyah...aku juga senang, aku tau kaka dari ka Dimas."


"Dimas kenalin aku ke kamu?"


"Iyah...Dimas masih mencintaimu."


"Ya ampun. apa lagi aku sangat mencintainya, tapi Dimas sudah punya istri."


"Apa kaka mau kembali pada Ka Dimas?"


"Mau banget, tapi Dimas susah di kejar, aku udah beberapa kali pinta untuk kembali, tapi Dimas tidak mau."


" kaka ke rumah ka Dimas di suruhnya, apa kaka sendiri yang nekat datang ke sana?"


"Ya aku sendiri lah yang nekat datang ke dana, Dimas tidak mau aku ajak jalan jadi terpaksa aku ke rumahnya. Bodo amat afa istrinya juga. Karena aku yakin ko Dimas masih mencintaiku."


Mumut tidak membalas lagi pesan fatimah, kini ia sudah tau siapa yang salah. Mumut merasa bersalah pada Dimas, lalu ia menghampiri Dimas yang sedang makan sendiri.


"Mas, maaf 'Kan aku ya! aku ga percaya kamu." ucap mumut sambil memeluk Dimas dari belakang.


"Iyah ga apa-apa, jadi sekarang kamu sudah percaya aku?" ucap Dimas sambil tersenyum.


"Iyah ... Aku percaya sayang."


"Alhamdulilah. ya udah kalo gitu ini nasi gorengnya makan."


Mumut pun makan sarapan buatan Dimas, karena bubur yang tadi ia makan belum di habiskan. karena sebenarnya ia lebih suka makan masakan suaminya yang sangat enak.