
Cres .... Cres ..., anggap aja itu suara masakan.
Pagi hari sekitar jam 06:00. Dimas sudah masak untuk mereka sarapan.usai masak mereka langsung sarapan.
"Mut, ayo kita sarapan! Semua makanan sudah jadi." ucap Dimas mengajak mumut sarapan.
"Iyah mas," ucap mumut sambil bangun dari tidurnya.
"Ayo makan!" titah Dimas sambil mengambilkan nasi ke piring mumut.
"Mut, aku ada panggilan ceramah, jam 9 pagi aku berangkat. Ucap Dimas.
"Ceramah ke mana mas?" tanya mumut.
"ceramah di kampung deket pesantren pak kiai ahmad."
"Kamu jangan ke sana lah! aku takut kamu bertemu dengan gadis itu." ucap mumut dengan wajah murung.
"Maksud kamu fatimah?" tanya Dimas
"Ga usah di sebut namanya, aku takut kamu ketemu dia lagi."
"Ga, ini aku mau langsung ke tempatnya, ga mampir dulu ke rumah pak kiai ahmad dan jalannya pun beda arah."ucap Dimas sambil tersenyum.
"Bener kamu ga mampir ke pesantren pak kiai?" tanya mumut tegas.
"Iyah ga mut."
"ya udah, aku izinin kamu ceramah ke sana, kamu mau naik apa, motorku kan di pake aku?" tanya mumut.
"Aku naik ojek online aja."
"Oh ... Bawa aja motorku, biar aku aja yang naik ojek online. Kamu kan lumayan jauh sedangkan aku mah deket.
"Ga apa-apa, aku naik ojek online aja."
"Kamu naik motorku mas, ini kuncinya." ucap mumut sambil menyerahkan kunci motor.
"Aku ga enak mut pinjem motor kamu terus."
"Udah pake aja, ya udah mas aku berangkat ya." ucap mumut sambil mencium tangan Dimas.
"Emang kamu udah pesen ojeknya?" tanya Dimas.
"Udah tadi."
"Cepet amat."
"Iyah, pas aku pesan tadi ojeknya langsung dapet dan lagi deket rumah.
"Oh ... Hati-hati ya mut."
"Oke. Assalamualaikum."
"Waalikumsalam.
***
Jam 9 tiba Dimas berangkat menuju tempat tujuan. sampai ia di sana sudah di sambut oleh bapak-bapak dan ibu-ibu pengajian.
"Assalamualaikum, ucap salam Dimas.
"Waalaikumsalam." jawab salam para jamaah.
Dimas duduk duduk di tempat yang sudah di sediakan. Ia minum dulu istirahat sejenak baru jam 11 siang ia akan mulai ceramah.
Para jamaah sudah mengenal Dimas, mereka tau bahwa Dimas lulusan pesantren kiai ahmad, karena Dimas sering di undang ngaji qori ke pengajian-pengajian, acara isra miraj maulid nabi dan lain-lain.
Dimas juga terkenal memiliki suara yang sangat merdu dan ia memiliki napas yang panjang. Di tambah ia juga ganteng dan sopan, banyak ibu-ibu yang menyukainya.
"Aku ga sabar pengen liat ustadz Dimas ceramah, em .... Pasti ganteng banget, apa lagi kalo pake jubah warna coklat. Dulu aku pernah liat ustadz Dimas ngaji qori saat di undang ke pengajian ia menggunakan jubah coklat. Masya allah ibu-ibu, ustadz Dimas sangat ganteng, pokoknya ibu-ibu kalo liat pasti terpesona. Ucap salah satu ibu pengajian.
"Iyah, aku juga tau ko. Ustadz Dimas itu ganteng, di kampung-kampung ini semua pasti tau ustadz Dimas." ucap salah satu ibu pengajian.
"Eh ... Mana mau ustadz Dimas sama anak ibu, anak ibu kan bukan santri atau ustadzah." ucap salah satu ibu pengajian.
"Mau lah, anak aku kan cantik. Kalo perlu nanti aku yang melamar ustadz Dimas untuk anakku. Ucap ibu pengajian yang sedikit tersindir karena di hina.
Begitu lah Dimas ia disukai banyak ibu-ibu, berharap Dimas menjadi menantunya. Mereka belum tau kalo Dimas sudah menikah.
Jam 11 pun tiba Dimas di panggil oleh MC untuk segera ceramah, karena waktu ceramahnya hanya 40 menit. Ibu-ibu pengajian sebenarnya pengen Dimas ceramah sampe lama tapi berhubung waktunya yang sebentar lagi memasuki waktu dzuhur jadi Dimas hanya ceramah 40 menit.
"Coba nanti kita ubah lah jadwal jam pengajian, nanti jam 8 pagi udah harus di mulai, jadi kan bisa lama ustadz Dimas ceramahnya, kita bisa dapet ilmu banyak juga. Kalo cuma 40 menit mah ga ke rasa." ucap MC ibu pengajian.
"Saya setuju." ucap ibu pengajian
"saya juga setuju." ucap bapak pengajian.
Banyak para jamaah yang setuju dengan keputusan Ibu MC.
"Karena banyak yang setuju, jadi nanti pengajian selanjutnya akan di mulai jam 8 pagi.
Akhirnya Dimas di panggil juga, ia langsung maju ke depan untuk ceramah.
Awalnya ia mengucap salam, mengucap syukur lalu memberi penghormatan pada para jamaah.
isi ceramah singkat.
Ibu-ibu dan bapak-bapak yang saya hormati, cari lah menantu untuk putri dan putra ibu yang sholeh dan sholehah, utamakan agamanya yang baik, karena orang yang agamanya baik bisa memimpin anak ibu menuju syurga, apa lagi jika anak ibu putri harus cari suami yang sholeh. karena pada dasarnya perempuan itu di pimpin bukan memimpin. Allah pun berpirman dalam al-quran surat an-nisa ayat 34.
Arrijalu qowa muna ala nisa. Artinya laki-laki itu adalah pemimpin wanita.
Mengapa ibu-ibu, bapak- bapak laki-laki adalah pemimpin wanita karena seorang suami yang akan memberi nafkah pada istrinya dan juga seorang laki-laki harus bisa membimbing istrinya, jika istri tidak sholat kita sebagai suami wajib mengingatkan istri.
Para jamaah yang saya hormati jika suami yang baik agamanya insya allah bisa memimpin istrinya menuju surga. Laki-laki jika memiliki istri sholehah tapi suaminya tidak baik agamanya istrinya memimpinnya, bu, pak maaf itu susah di atur karena pada dasarnya lelaki itu tidak mau di atur, kecuali di beri hidayah.
Maka dari itu jika suaminya sholeh, baik agamanya insya allah bisa memimpin istrinya. Maka ibu-ibu dan bapak-bapak carilah menantu sholeh untuk putri bapak jangan mengutamakan pekerjaan nya tapi utamakan agamanya, sebab jika suami sholeh pasti akan bertanggung jawab.
Sekian dari saya, apa bila ada kat-kata yang salah mohon maaf. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Dimas yang banyak di gemari ibu-ibu pengajian. Saat Dimas sudah selesai ceramah pas ia mau pulang banyak ibu- ibu yang minta photo dan nomer hp. Kalo minta photo Dimas kasih tapi kalo minta nomer telepon Dimas tak memberinya.
"Ustad saya minta poto bareng dulu bentar." pinta salah satu ibu pengajia.
"Saya juga mau dong poto bareng." ucap salah satu ibu pengajian.
"Ustad ibu minta nomer hp ustad dong."
"Maaf bu kalo nomer ga bisa."
"Kenapa ustad."
"Ga apa-apa bu, takut suami ibu cemburu nantinya." ucap Dimas sambil tersenyum.
"Ga lah."
"maaf bu saya ga bisa." ucap Dimas sambil tersenyum.
ketika Dimas ingin pulang menuju pintu majelis, Dimas di beri amplop oleh ibu MC.
"Ustad ini." ucap ibu MC sambil menyerahkan amplop ke Dimas.
"Makasih bu." ucap Dimas sambil menerima amplop tersebut.
"Sama-sama ustad, terima kasih ustad sudah mau mengisi acara pengajian ini. Nanti kami akan undang ustad lagi.
"Terima kasih bu." ucap Dimas sambil tersenyum.
***
Dimas pun pulang, ketika ia sudah sampai di rumah, Dimas langsung membuka amplop tersebut.
"Lumayan 400 ribu, alhamdulilah ya allah. Aku akan kasih uang ini ke istriku. Terima kasih ya allah atas rizki yang allah berikan untukku." gumam Dimas.