PERNIKAHAN KAGET

PERNIKAHAN KAGET
Manja


Selimut berwarna coklat menyelimuti tubuh mumut yang sedang kedinginan, malam itu cuaca sangat Dingin.


"Mas ko malam ini dingin banget ya." ucap mumut memeluk Dimas.



"Iyh sayang dingin. Em .... Berpelukan." ucap Dimas sambil memeluk Mumut.


Kini mereka saling berpelukan, mereka saling tatap wajah, Dimas mencium pipi dan kening mumut berulang- ulang.


"Kayaknya ini mau hujan mas, mungkin bentar lagi akan hujan atau besok pagi." ucap mumut.



"Iyah nih, kayaknya mau hujan mut, em ... dingin. ucap Dimas memeluk erat mumut.


"Iyah sayang, ih jangan kenceng-kenceng peluknya mas!" tatah mumut.


"Ga apa-apa, katanya kamu Dingin." ucap Dimas sambil tersenyum.


Hujan tiba, pertama hujan datang pelan lalu lama-lama besar.


"Alhamdulilah hujannya besar." ucap Dimas sambil tersenyum.



"Emangnya kalo Besar Kenapa?" tanya mumut.



"Biar kamu tambah kedinginan, nanti kan minta peluk aku terus." ucap Dimas sambil ketawa.



"Huh ... Mas ayo ah!" ucap mumut merayu ssmbil memegang senjata Dimas.



"Ayo apa sih?" tanya Dimas pura-pura ga tau.



"Ah ga peka. Ya udah aku tidur lah." ucap mumut lalu pura-pura tidut.



"Ya udah, kalo mau tidur, tidur aja. Aku juga mau bobo. Ucap Dimas sambil ketawa.


Dimas sebenarnya juga pengen melakukan hubungan intim, tapi dia berpura-pura tidur dulu, ia ingin tau istrinya tidur atau tidak.


'Aku tes lah mumut, tidur atau ga, kalo dia bener-bener pengen hubungan intim pasti dia bangun dan minta aku agar melakukannya.' batin Dimas.


Setelah 10 menit tapi mumut belum terbangun juga.


'Apa mumut tidur ya, yah kalo mumut udah tidur beneran aku rugi dong, aku juga kan pengen banget hubungan. ga kuat aku. Apa aku bangunin aja ya. Eh ... Ga, lah, tunggu 10 menit lagi aku yakin mumut akan bangun dan merayu aku untuk bercinta.' batin Dimas.


Setelah 10 menit, mumut usik dari tidurnya.


'Tuh, kan, dia udah usik-usik gitu, bentar lagi pasti rayu aku untuk bercinta. Batin Dimas.



"Mas, kamu udah bobo? Em ... Mas ... ih ko ga ngerti-ngerti sih. Kamu ga peka." ucap mumut manja sambil pegang senjata Dimas.



"Hem ... Ngantuk." ucap Dimas pura-pura tidur.



"Mas, aku kan rindu kamu, kita dua hari ga ketemu, mas ayo sayang! ayo ih .... Sayang." ucap mumut mengajak Dimas bercinta.


Karena Dimas tak mau bangun, ia masih berpura-pura tidur, mumut langsung membuka baju Dimas dan celana Dimas.


'Wah .... Mantep ini, mumut buka bajuku dan celanaku, dia uda ga sabar.' batin Dimas.


Mumut membuka bajunya sendiri, kini ia hanya menggunakan bra dan ****** *****.


"Mas, emuchh. Em .... Em." mumut kini ada di atas Dimas lalu mencium bibir Dimas dan menghisapnya.


Namun Dimas masih pura-pura tidur. Ia tak mau bangun dulu.


'Ah ... Mulai ganis nih mumut." batin Dimas.



"Aku akan buat kamu merangsang mas, liat aja." ucap mumut sambil mengusap-usap senjata Dimas. Lalu di mainkan beberapa kali.



'Wah .... Mana bisa aku pura-pura tidur lagi kalo gini.' batin Dimas.


Dimas pun terbangun, ia sudah terangsang oleh mumut belayan tangan mumut.


"Em sayang .... kamu pengen?" tanya Dimas pura-pura.



"Iyah .... ih, masa ga peka aja, aku kan rindu kamu dua hari kita ga ketemu." ucap mumut manja.



"Em .... Manja banget sih, baru dua hari di tinggal aja udah minta bercinta aja." ucap Dimas sambil tersenyum.




"Aku ga mau mas, kata orang di atas itu nojos banget ke dalam anu akunya." tolak mumut.



"Kata siapa? Itu kan cuma kata orang, malah aku pernah denger kalo yang di atas istrinya. Istrinya yang beruntung dapet kenikmatan yang luar biasa." ucap Dimas merayu.



"Kata temanku mas, ga ih mas, aku takut." tolak mumut lagi.



"Katanya mau bercinta, ya udah kalo ga mau di atas mah aku ga mau lah, aku tidur." ucap Dimas.



"Ih .. Kamu ko gitu sih." ucap mumut sambil mencubit tangan Dimas.


Dimas pura-pura tidur lagi, ia ingin mengetes mumut mau tidak? Karena ia juga ingin merasakan nikmatnya bercinta istrinya yang di atas dia.


"Ih ... Mas ko tidur lagi sih, ya udah aku tidur di sofa aja lah." ucap munut ngambek lalu turun dari kasur.


Dimas yang sudah tak kuat menahan hasratnya, ia menarik istrinya saat ingin turun dari kasur.


"Mau ke mana sayang? Em ...em." ucap Dimas sambil menarik badan mumut dan mencium pipinya berulang kali.


"Lepasin aku ih! aku ga mau." ucap mumut marah.



"Eh ... Jangan gitu dong, masa ngambek gitu doang, ga ada salahnya kan, kalo suami minta kamu yang di atas." ucap Dimas.


Tak lama kemudian, Dimas langsung mencium bibir mumut dan menghisapnya. Lalu ia mencium dua gunung milik mumut yang besar dan kenyal.


"Ih ... Lepaskan! Aku ga mau." ucap mumut, ia kesal gara-gara Dimas tadi yang pura-pura tidur. Tapi Dimas tak menghiraukan mumut, ia sedang menikmati dua gunung milik mumut dan tangan mumut di tekan Dimas, sehingga ia tak bisa melawan.



"Em ... Em ...em," Dimas menikmati gunung milik mumut berulang-ulang kali mencium dang menghisapnya.


bibir Dimas sudah turun ke perut mumut, ia mencium-cium perutnya, pinggangnya dan bujalnya.


"Em .... Em." Dimas memasukan senjatanya, ia merasakan nikmat.



"Em ... Emm... Em." kini mumut sudah terangsang, ia menikmati senjata suaminya yang masuk ke lubang miliknya.


satu jam setengah mereka menikmati bercinta, Dimas tak berhenti dalam permainan itu, ia memang laki-laki yang kuat.


"Em ... Nikmat mas, makasih ya!" ucap mumut yang kini sudah tidak merasa sakit lagi ketika senjata Dimas masuk.



"Iyah ... Sayang nikmat banget, makasih ya sayang!" ucap Dimas sambil tersenyum.



"Maaf ya sayang, aku belum bisa di atas, aku masih takut." ucap mumut minta maaf.



"Iyah, ga apa-apa sayang."


Dimas memaklumi istrinya yang tak mau di atas, karena mereka menikah belum lama dan mumut wajar takut karena ia masih perawan.


Dimas juga bukan tipe cowok yang suka maksa, yang penting dia merasa enak, meskipun hatinya ingin merasakan istrinya di atas.


"Aku ambilkan minum ya sayang!" ucap Dimas lalu mengambilkan minum.



"Makasih sayang!" ucap mumut sambil senyum.


Dimas memang sangat perhatian pada munut, ketika sudah bercinta pasti ia memberi minum munut tanpa di suruh.


"Ini sayang."ucap Dimas sambil memberi minum.



"Makasih sayang!" ucap mumut lalu minum.



"Sayang kamu lapar ga?" tanya Dimas.



"Ga sayang." ucap mumut sambil menggelengkan kepala.



"Takutnya kamu kapar, kalo lapar nanti bilang aku ya, nanti aku ambilin." ucap Dimas sangat perhatiyan.



"Em ... Sayang, kamu perhatiyan banget sih." ucap mumut sambil mengelus-elus rambut Dimas.