PERNIKAHAN KAGET

PERNIKAHAN KAGET
Dimarahi


Ketika fatimah sudah sampai di hotel, ia membaringkan tubuhnya di kasur sambil memandangi poto Dimas. fatimah mencium poto Dimas berulang kali. Ia sangat ingin Dimas kembali padanya meski Dimas sudah mempunyai istri. Di pikirannya hanya Dimas, ia juga tidak malu pada Dimas yang sudah menolaknya beberapa kali.


"Aku harus dapatkan kamu bagaimanapun caranya." gumam fatimah dalam hati.


***


Iman tidak masuk kerja ia memutuskan untuk mencari fatimah lagi, iman juga sudah melaporkan ke polisi. iman juga pergi lagi ke rumah pak kiai ahmad untuk menanyakan kabar putrinya.


"Bagaimana pak kiai, apa putri saya akan cepat pulang?" tanya iman.


"Insya allah fatimah besok pagi pulang. Pak iman berdoa saja." ucap pak kiai ahmad.


"Alhamdulilah, tapi saya sudah melaporkan ke kantor polisi pak."


"Tidak apa-apa, mudah-mudahan polisi segera menemukan fatimah. Amin."ucap kiai ahmad.


Iman percaya pada kiai ahmad kalo fatimah akan pulang besok pagi. Ia juga memberi uang ke pak kiai sebagai tanda terima kasih, karena sudah menenangkan hatinya meski belum pasti fatimah besok pulang, tapi iman yakin putrinya akan pulang.


"Ini pak, ada sedikit uang." ucap iman sambil menyerahkan amplop berisi uang.


"Ga usah pak iman."


"Terima pak, saya sangat berterima kasih pada pak kiai."


"Tapi fatimah 'kan pulang nya insya allah besok."


"Saya percaya pak kiai." ucap iman sambil tersenyum.


***


Iman kembali pulang ke rumah, ia menceritakan fatimah pada mimi. Mimi tidak tenang pikirannya, ia selalu memikirkan putrinya.


"Bu, kata pak kiai insya allah Fatimah besok pagi pulang."


"Tapi pak kiai 'kan bukan tuhan pak, bagaimana ia bisa tau." ucap mimi bingung.


"Bu, pak kiai itu ahli hikmat, ia sudah biasa menangani masalah seperti anak kita. Dan ayah percaya jika besok fatimah akan pulang. Lagian fatimah 'kan ga punya uang banyak bu, dia pasti akan pulang kalo uangnya udah abis.


"Kalo ga pulang bagaimana?"


"Insya allah pulang."


***


Dimas dan mumut sudah kembali ke rumah. Dimas kini sudah tenang karena fatimah sudah tidak ada. Dimas juga mengganti nomer hpnya agar fatimah tidak bisa lagi menghubunginya.


"Sayang, aku ke konter dulu ya."


"Mau apa mas?"


"Aku mau ganti nomer hp ku."


"Kenapa ganti sayang?" tanya fatimah sambil mengerutkan keningnya.


"Ga apa-apa pengen ganti aja, karena suka ada orang yang iseng."


"Humm."


Dimas tidak mau cerita tentang fatimah pada mumut, ia takut istrinya kepikiran apa lagi mumut sekarang sedang hamil. Dimas tak mau istrinya banyak pikiran. Dimas ingin mumut tenang, kalo sampe mumut tau pasti mumut akan cemburu.


Dimas juga ada rencana ingin pindah rumah, tapi ia takut mumut tidak mau. Karena mumut pernah cerita jika rumah itu rumah yang tidak akan pernah mumut jual.


"Sayang, ka _kamu mau ga?" tanya Dimas.


"Mau apa mas?"


"Ga jadi."


"Mau ngomong apa mas?"


"Kira-kira jika kita pindah dari rumah ini, kamu mau ga?"


"Ga mau mas, aku ga bakal jual rumah ini." ucap mumut dengan tegas.


"Apa karena rumah ini banyak kenanganmu?"


"Bukan gitu aja mas, tapi aku itu sangat suka dengan desain rumahku ini dan rumah ini juga rumah hasil dari keringatku sendiri jadi mana mungkin aku jual."


"Humm. Kalo rumah ini ada setannya kamu ga mau jual juga?" tanya Dimas menakuti.


"Mas, kamu ko ngomongnya gitu, di mana-mana setan mah ada, di rumah ini mana mungkin ada setan kamu dan aku 'kan ngaji aja! ucap fatimah marah dan tidak percaya.


"Hum ... Iyah sayang bener."


***


"Besok aku tidur di mana ya? Duitku tinggal 200 ribu, apa aku ke rumah imas aja ya. Eh .. Tapi imas 'kan di pesantren. Ga mungkin aku ke pesantren lagi, males aku." gumam fatimah.


Fatimah mengubungi Dimas, tapi nomernya tidak dapat di hubungi lagi. 100 kali ia menghubungi tapi tidak bisa. Fatimah tidak tau jika Dimas mengganti nomernya.


"Dimas ko nomernya ga bisa di hubungi terus. Apa dia ganti nomer? Meskipun kamu ganti nomer, aku akan tetap ke rumahmu mas." gumam fatimah.


Fatimah sudah gila karena Dimas dan Rijal, ia mengejar lelaki yang sudah beristri. Ia tidak malu pada Dimas yang sudah menolaknya. Ia selalu yakin jika Dimas akan kembali padanya.


"Aku pasti bisa dapatkan kamu lagi Dimas, bodo amat si Rizal mah, aku benci Rizal yang pantas aku perjuangkan sekarang itu Dimas." gumam Fatimah.


kini sudah pagi, fatimah pun keluar dari hotel tersebut, karena ia tidak bisa bayar lagi. Fatimah membawa kopernya dari hotel itu menuju warung nasi uduk, ia ingin sarapan dulu sambil memikirkan akan tidur di mana malam ini.


"Tidur di mana ya malam ini? Aku coba telpon sarah aja lah." gumam fatimah.


"Halo sarah, kamu lagi di mana?"


"Aku lagi di Jakarta fat, ada apa?"


"Kamu lagi apa di jakarta.?"


"Aku kuliah sambil kerja fat."


"Hum. Ya sudah." ucap fatimah lalu memutuskan sambungan telepon.


fatimah menikmati sarapan nasi uduk, fatimah ada rasa ingin pulang ke rumah. Tapi ia sangat takut dengan ayahnya. Ia membuka pesan iman, banyak sekali pesan iman yang belum di baca fatimah. Pesan terakhir iman kirim kemarin sore dan fatimah membacanya.


"Nak, pulang, ayah janji ga bakalan marahin kamu, kasiyan ibumu nak tidak bisa tidur mikirin kamu terus, ibu juga sampe pingsan." pesan terakhir iman.


Fatimah tersentuh membaca pesan ayahnya, dan ia memutuskan untuk pulang. tapi sebelum pulang fatimah ke rumah Dimas dulu.


"Aku akan pulang, tapi aku ke rumah Dimas dulu." gumam fatimah.


***


Kini fatimah sudah berada di depan rumah Dimas. Ia sangat pede dengan tingkahnya, lalu ia mengetuk pintu rumah Dimas.


"Tok ... Tok .. Tok."


"Mau aps kamu ke sini? Ayo sini!" titah Dimas.


"Aku ke sini kangen kamu mas, mana istrimu? biar istrimu cemburu liat aku ke sini." ucap fatimah.


"Gila kamu. pergi sana kamu!" pergi!" Dimas kesal dan membentuk fatimah.


mumut belum melihat jika fatimah ada di depan rumahnya, mumut sedang mandi. Usai mumut mandi ia memasuki kamarnya dan mendengar suara perempuan. Ia ingat dengan suara itu.


"Itu 'kan suara gadis itu." gumam mumut.


Mumut segera memakai pakaian dan berdandan. Ia langsung menemui fatimah dengan berani.


"Eh ... Kamu." ucap mumut santai.


"Sayang, aku bisa jelaskan ya." ucap Dimas sedikit takut."


"Kamu mau apa datang ke rumahku?" tanya mumut dengan santai sambil.


"Aku Kangen dengan pacarku."


"Pacar? Ha ... Ha ... Ha ... Dasar gila, hei Dimas itu sudah tidak mau lagi denganmu. Jangan terlalu berharap." ucap mumut sambil ketawa.


"Kata siapa Dimas tidak cinta lagi denganku, Dimas itu bertahun-tahun mencintaiku sedangkan kamu satu tahun juga belum bersama Dimas. Jadi aku yakin di hati Dimas masih ada aku." ucap fatimah sambil senyum licik.


"Oh ... Jadi gitu, terus kenapa Dimas ga mau kembali lagi sama kamu?"


"Karena kamu lagi hamil, dia kasian sama kamu."


"Sudah! Sudah! Sekarang kamu pergi fatimah. Pergi!" Dimas maras dan membentak fatimah.


"Oke, aku akan pulang, sampai ketemu lagi sayang." ucap fatimah sambil tersenyum.


"Gila kamu!" ucap Dimas.


Mumut masuk ke dalam rumah, ia marah. Mumut berpikir jika suaminya masih mencintai Dimas.


"Sayang, aku jelasin ya."


"Diem kamu!"


"Sayang, demi allah aku ga ada apa-apa sama dia, ia yang terus mengejar aku, jujur aku ganti hp karena aku ga mau dia hubungi aku lagi."


"Oh ... Jadi selama ini kamu masih simpen nomernya."


"Aku sudah blokir nomer dia, tapi dia ganti nomer baru. Sayang kamu harus percaya aku, kamu jangan dengerin omongan dia! Aku sudah kecewa dengannya jadi aku ga mu mungkin kembali lagi padanya."