PERNIKAHAN KAGET

PERNIKAHAN KAGET
Rayuan


Malam yang indah di sertai angin yang sejuk masuk ke dalam sela-sela jendela, Dimas sedang menikmati secangkir kopi, duduk di kursi sofa sambil nonton Tv.


Mumut menghampiri suaminya menggunakan baju daster pendek, ketiaknya kelihatan juga pahanya yang putih terlihat jelas.


"Mas, kamu lagi apa?" tanya mumut sambi mendekati Dimas lalu mencium pipinya.


"Lagi ngopi mut," ucap Dimas tanpa menatap mumut.


"Mas, ayo tidur!" titah mumut dengan tangan meluncur ke arah leher Dimas berharap suaminya menatapnya.


"Iyah duluan aja." ucap Dimas sambil tersenyum.


"Mas, liat aku!" titah mumut


"Iyah." Dimas pun menatap wajah mumut.


"Umuachh ..."mumut mencium bibir Dimas dan menghisapnya.



"Em ... Em." Dimas pun membalas ciuman bibir mumut.


"Ayo mas, aku kan istrimu masa ga ngerti aja!" titah mumut dengan mata merayu dan tangan merangkul Dimas.


"Iyah, aku habisin kopi dulu ya bentar." ucap Dimas sambil tersenyum.


"srut ... srut." suara kopi yang di seruput Dimas samai habis dan ia langsung mengajak mumut ke kamar.


"Ayo sayang." ucap Dimas dengan wajah tergoda.


'Akhirnya rayuanku berhasil. Dimas mau berhubungan denganku.' ucap mumut di dalam hati.


"Ayo, sini aku buka!" ucap Dimas yang sudak tidak sabar ingin membuka daster mumut.


"Aku aja mas yang buka."


"Aku ga suka kalo kamu yang buka, aku maunya aku yang bukain bajumu." ucap Dimas sambil membuka daster mumut dengan cepat.


"Pelan-pelan mas!"


"Dasternya di bukanya susah amat sih." karena dasternya susah di buka, Dimas langsung membuka kancing dater mumut lalu mencium dua gunung milik mumut.


"Aku buka sendiri aja mas."


"Diem!" ucap Dimas, ia langsung memasukan senjatanya ke dalam lubang milik mumut tanpa membuka dasternya.


"Dasternya belum di buka mas?"


"Udah ga apa-apa."


Dalam 1 jam Dimas memuaskan istrinya dan dirinya.


"Mut, kamu sudah puas belum?" tanya Dimas, sambil menggoyang mumut.


"Udah mas."


Dimas pun berhenti, karena ia sudah puas dengan hasratnya dan istrinya pun sudah puas.


"Aku keluarkan ya sayang?" tanya Dimas sambil cium pipi mumut.


"Iyah mas."



"Kalo aku pengen nambah boleh ga?" tanya Dimas.


"Boleh mas, kita istirahat dulu ya." ucap mumut sambil tersenyum.


Dimas berbaring ia merasa lelah tapi enak, Dimas menatap istrinya yang sedang berbaring hanya menggunakan daster pendek.


"Mut, kamu cantik, senyumu manis, aku suka kalo kamu pake daster ini, sangat menggodaku. Ucap Dimas sambil tersenyum.



"Bisa aja kamu mas."



"Bener sayang. Maaf kan aku ya mut, kemarin-kemarin aku selalu cuek padamu."



"Iyah ga apa-apa mas."



"Mas, kamu mau ke mna sayang?" tanya mumut.


"Aku mau ke kamar mandi dulu, trus ambilkan air minum untukmu, pasti kamu haus kan sayang." ucap Dimas membuat mumut tersenyum.


"Makasih sayang."


Dimas memberikan minum pada mumut dan mumut menghabiskan minum dua gelas, karena ia sangat haus dan cape.


"Lagi minumnya?" tanya Dimas.



"Sudah mas, aku kan udah abis dua gelas."




"Ga mas, aku sudah cukup dua gelas saja." ucap Mumut sambil tersenyum.


Mereka pun bersantai setelah membersikan diri sesudah berhubungan intim. Mumut berbaring si kasur, Dimas pun juga.


Dimas memeluk mumut sambil mereka ngobrol tentang masa lalunya.


"Mut, kamu itu dulu punya mantan ga?" tanya Dimas.


"Ada deh."


"Loh ... Ko gitu, cerita dong mut!aku kan pengen tau masa lalumu."


"Mas, masa lalu itu tak usah di ceritain lagi, apa lagi soal mantan, aku kan sudah jadi istrimu, aku ga mau cerita masalah mantan, yang pasti aku kini sudah punya suami dan aku sudah serahkan kesucianku padamu sayang.


"Oh ... gitu, kalo aku yang cerita tentang mantanku, kamu mau denger ga?" tanya Dimas sambil tersenyum.


"Ga ah, aku ga mau denger kamu cerita tentang mantanmu, yang penting kamu sekarang udah jadi milik aku, dan aku yakin kamu nanti akan mencintaiku dan tak mau berpisah dariku. Ucap mumut yakin.


"Kamu ko bisa yakin gitu mut?"



"Iyah lah, aku yakin, karena aku merasa pantas bersanding denganmu.


"Iyah .... Iyah, ucap Dimas sambil tersenyum.


Malam itu mereka ngobrol tentang hal yang membuat mereka senang, Dimas bercerita tentang dirinya yang jarang mandi ketika di di pesantren.


"ih, mas kamu jorok sih, masa mandi sehari cuma satu kali." ucap mumut sambil tersenyum.



"Aku itu mandi cuma sekali, karena kasian sama santri putri yang jarang kebagian air. Soalnya di pesantren pak kiai ahmad itu kebanyakan santri putra dan kalo lagi musim kemarau airnya suka kehabisan. Jadi aku ngalah deh.


"Kamu ternyata ada jiwa mengalah juga mas." ucap mumut sambil tersenyum.


"Iyah dong." ucap Dimas sambil ketawa.


"Tapi, kamu mengalah ga mandi bukan karena demi gadis itu kan?" tanya mumut.



"Sebelum ada fstimah, aku suka jarang mandi kalo lagi musim kemarau."



"Masa sih, ga usah di sebut deh namanya,aku ga suka."


"Kamu cemburu ya?" tanya dimas sambil tersenyum.


"Ih ... Dasar." ucap mumut sambil mencubit tangan Dimas.


Dimas kini suka ketawa di depan munut , ia juga tak cuek lagi. Usai mereka ngobrol, mereka ngantuk lalu tidur.


Sekitar 1 jam mereka tidur, Dimas terbangun di jam 11 malam, ia memandangi wajah dan tubuh istrinya, dua gunung milik mumut besar membuat Dimas tergoda ingin melakukan hubungan lagi. Karena ia sudah tak kuat menahan hasratnya, Dimas langsung mencium pipi, dan bibir mumut.


"Mas, kamu mau nambah?" tanya mumut yang terbangun dari tidurnya karena merasa ada ciuman di bibirnya.


"Iyah sayang." ucap Dimas dengan suara kecil.


Tak lama, Dimas langsung mencium dua gunung milik istrinya dan menghisapnya. Lalu ia masukan senjatanya ke dalam lubang milik mumut.


"Aw ... Pelan-pelan mas!" pinta mumut karena merasa sakit ketika senjata Dimas langsung masuk tanpa pelan-pelan.



"Maaf sayang, karena aku ga kuat."


Dimas memuaskan hasratnya lagi, sampai 1 jam ia memuaskan dirinya dan istrinya.


"Sayang, kamu sudah puas belum?" tanya Dimas.


"Udah mas."


Dimas mengeluarkan senjatanya pelan-pelan, karena takut mumut kesakitan.


"Pelan-pelan mas, jangan langsung di keluarkan semua!" pinta mumut.


"Iyah sayang, ini juga pelan-pelan.


Karena mumut sangat ngantuk, ia langsung tidur.


"Mut, kamu ke kamar mandi dulu, bersihin badanmu dulu!" titah Dimas.


"Aku ngantuk banget mas."


"Ya sudah, aku bersihin ya pake tisu!" ucap Dimas ingin membersihkan.



"Iyah mas, tapi pelan aja ya, jangan sampe tisunya masuk ke anu aku!"


"Iyah." ucap Dimas sambil membersihkan.


Mereka pun tidur setelah berhubungan, mumut dan Dimas sangat menikmati tidurnya, tak lupa Dimas matikan lampu agar terasa adem. Mereka tidur sambil berpelukan.