
"udah, ayo kita ke rumah sakit sekarang!" titah Dimas.
"Iyah ... bawa motornya pelan-pelan aja." ucap mumut.
Sampai di rumah sakit, mereka langdung masuk ke ruang pendaftaran. Kini Dimas dan mumut sudah berada di ruang tunggu pasyen.
"Ibu sakit apa?" tanya dokter.
"Ga tau tiba-tiba kepala pusing dan mual." ucap mumut.
"Saya periksa ya bu, sini ibunya tidur terlentang!" titah dokter.
Mumut pun tidur terlentang dan dokter memeriksa mumut. namun dokter hanya tersenyum tanpa bicara.
"Dok, gimana keadaan saya?" tanya mumut.
"Selamat ya bu, ibu sedang mengandung satu bulan." ucap dokter.
"Alhamdulilah." sahut Dimas.
"Bener dok?" tanya mumut semangat.
"Bener bu, ibu sedang mengandung satu bulan, jangan kecapean ya bu. Dan ibu juga harus makan-makanan yang sehat dan bergiji!" titah Dokter sambil tersenyum.
"Ya allah, alhamdulilah, mas aku hamil!" ucap mumut sambil memeluk Dimas.
"Iyah .... Sayang alhamdulilah, akhirnya kamu hamil juga." ucap Dimas sambil mengelus perut mumut.
"Selamat ya pak, istri bapak jangan kecapean ya." ucap dokter mengingatkan.
"Baik bu." ucap Diimas sambil tersenyum.
Mendengan ucspan dokter, Dimas sangat bahagia. ketika mereka sudah sampai di depan rumah sakit tiba-tiba Dimas menggendong istrinya.
"Mas ... Kenapa kamu tiba-tiba gendong aku. Malu ih banyak orang." ucap mumut sambil tersenyum saat di gendong.
"Aku sangat bahagia, akhirnya kita akan punya anak, aku senang sayang, emuach." ucap Dimas sambil mencium kening mumut.
"Sudah lepaskan mas! malu banyak orang yang liat." titah mumut.
***
Dimas melepaskan mumut, lalu mereka pulang. mumut tak mau pulang ke rumah, ia pengen mampir dulu ke taman bunga.
"Mas, aku ga mau pulang dulu, aku pengen ke taman bunga dulu." pinta mumut.
"Sayang kata dokter 'kan, kamu ga boleh kecapean, besok aja ya ke taman bunganya." ucap Dimas.
"Aku pengen sekarang mas. Pokoknya aku ga mau pulang dulu." ucap mumut.
Dimas pun menyetujui keinginan istrinya, karena mumut kalo ga di turuti pasti ngambek. Sifat mumut memang begitu jika ingin sesuatu harus di turuti. Mereka kini sudah tiba di taman bungan, mumut langsung turun sambil tersenyum.
"Mas, ayo buruan masuk!" titah mumut.
"Sabar sayang .... Aku parkirin motor dulu." ucap Dimas.
Kini mereka sudah berada di dalam taman bunga, mumut berjalan ke sana, ke mari, dan berlari tanpa menghiraukan suaminya yang selalu memperhatikannya. Dimas hanya terdiam dan tersenyum melihat tingkah istrinya yang sangat lucu seperti anak kecil yang sedang bermain di taman.
"Mas, sini!" titah mumut sambil tersenyum.
"Apa sayang?" tanya Dimas.
"Kita poto-poto yu." ucap Dimas sambil membuka hpnya.
Dimas dan mumut poto-poto di bunga-bunga yang indah. Dimas saking bahagianya mumut hamil, dia menggendong mumut lagi di taman padahal banyak orang.
"Hei sayang ... Lepaskan aku! Malu banyak orang." titah mumut sambil tersenyum.
"Ga mau, aku akan menggendong kamu lama, biar banyak orang yang melihat." ucap Dimas sambil tersenyum dan menggendong mumut.
"Malu mas." ucap mumut sambil tersenyum.
"Cie ... Cie... Romantis banget sih." ucap salah satu pria yang ada di taman itu.
"Tuh 'kan, malu mas." ucap mumut.
Dimas malah meminta ke orang lain untuk minta di poto 'kan. Ia ingin di poto bersama mumut saat menggendong mumut.
"Mas, fotoin dong, maaf ya!" titah Dimas pada salah satu pria yang ada di taman itu.
"Iyah." ucap pria itu.
"Mas lagi ya sampai tiga kali." ucap Dimas.
"Oke ... Mas." ucap pria itu.
"Iyah .... Sama-sama bang." ucap pria itu sambil tersenyum.
Dimas belum melepaskan mumut dari gendongannya, banyak orang yang memperhatikannya. Mumut malu dengan tingaka suaminya.
"Mas, lepaskan ih! Malu sayang. Lihat banyak orang yang memperhatikan kita." ucap mumut sambil tersenyum.
akhirnya mumut di turunkan dari gendongan Dimas, mumut memetik bunga dan memberikan bunga itu pada Dimas. Dimas tersenyum bahagia melihat isyrinya memberikan 1 bunga melati untuknya.
"Buat apa ini sayang?" tanya Dimas sambil tersenyum.
"Ya buat kamu lah sayang."
"Aku 'kan, cowo masa di kasih bunga." ucap Dimas.
"kamu cium bunga itu mas, dan rasakan wangi bunga melati putih itu!" titah mumut.
"Oke .... Em harum sayang." ucap Dimas sambil mencium bunga melati.
"Mas kamu tau ga? Bunga melati itu bunga yang indah, ia memiliki warna putih karena bunga melati bisa di di pake oleh seorang pengantin yang sedang bahagia. Rata-rata pengantin kebanyakan memakai bunga melati asli. Jadi bunga melati itu melambangkan kebahagiaan seseorang." ucap mumut.
"Oh ... Iyah sih, rata-rata pengantin suka pakai bunga melati." ucap mumut.
"Pada saat kamu cium bunga melati tadi, perasaan kamu bagaimana?" tanya Mumut.
"Maksudnya?" tanya dimas bingung.
"Tadi pas kamu cium bunga melati itu rasanya gimana?" tanya mumut.
"Yang aku rasakan tadi tiba-tiba aku jadi suka bunga melati itu dan aku merasa bajavia saat cium bunga itu." ucap Dimas.
"Bener mas?" tanya mumut.
"Bener sayang." ucap Dimas.
"Berarti kamu bahagia menikah denganku." ucap mumut sambil tersenyum.
Dimas tersenyum mendengan ucapan mumut itu, dan dia dalam hati berkata ' memang aku sangat bahagia hidup denganmu sayang.' batin Dimas.
"Bahagia 'kan?" tanya mumut sambil tersenyum.
"Biasa aja." ucap Dimas.
"Ih ... Masa ga bahagia. Kamu mah boong!" ucap mumut kesal.
"Biasa aja sayang." ucap Dimas sambil teesenyum.
Dimas menggoda mumut, ia tak mau mengakui jika ia sangat bahagia selama menikah dengan mumut. Ia ingin melihat mumut marah dan cemberut.
"Bahagia 'kan?" tanya mumut sambil cubit tangan Dimas.
"Aw ... Sakit mut." ucap Dimas.
"Kamu sih ga mau ngaku kalo bahagia." ucap mumut lalu pergi berjalan ke tengah bunga melati. Kini ia sedang di kelilingi bunga melati.
"Mau ke mana sayang?" tanya Dimas menjangkiti istrinya.
Dimas memperhatikan istrinya dari dari jarak yang lumayan jauh, Dimas tersenyum melihat istrinya yang sedang bermain-main sendiri. Ia tak mau menghampiri, karena ingin melihat istrinya nanti marah.
'Ih ... Ko Dimas ga ngikutin aku sih, dasar ga romantis.' batin mumut.
"Aku ngumpet lah, biar mumut bingung cari aku dan dia nanti pasti marah, aku lucu kalo liat dia marah." gumam Dimas.
Dimas pun ngumpet ke tempat yang lumayan jauh dari mumut, tapi ia masih bisa melihat mumut dari jauh. Mumut kebingungan saat melihat Dimas tak ada.
"Ko Dimas ga ada, dia ke mana ya?" guman mumut.
Mumut pun mencari Dimas, ia melihat kanan, kiri, ia berjalan ke sana, ke mari, tapi Dimas belum ketemu. Mumut berhenti di tuka es buah, dia beli es buah.
"Ah ... Mending meli es buah, aku haus, nanti juga Dimas balim lagi ke tempat tadi. Mungkin dia sedang ke kamar mandi." ucap mumut santai.
Dimas memperhatikannya di jarak yang lumayan jauh. Dimas senyum-senyum melihat istrinya yang sangat lahap menyantap es buah.
"Bukanya cari suami malah minum es." gumam Dimas menggelengkan kepalanya.
Usai minum es, ia kembali mencari Dimas. Namun belum ketemu juga. Mumut bertanya sama ibu-ibu yang ada di taman itu, tapi tidak melihat, ia juga bertanya pada orang yang tadi di dekat Dimas.
"Mas, liat suami saya ga? Yang tadi duduk di sini sama abang." ucap mumut.
"Tadi ke arah sanah mba." ucap pria itu.
"Oh ... Makasih mas!"
Mumut berjalan menuju arah yang pria itu tunjukan, mumut ke mushola, ia mengira suaminya pasti sedang di mushola, karena sudah datang waktu ashar. Namu ketika mumut masuk ke mushola dang mencarinya, tapi tidak ada. Mumut juga menghubungi
suaminya, tapi tidak aktif hpnya, karena Dimas sengaja mematikan hpnya ia ingin mumut marah dan kesal padanya.
"Ih ... Dimas ke mana sih. Cape aku cari-cari ga ketemu. Ah ... Ada baso, makan baso dulu lah." gumam mumut.
Dimas dari kejauhan hanya menggelengkan kepalanya melihat istrinya makan baso. Dimas menghampirinya, karena sudah merasa kasian pada mumut yang cape mencarinya.
"Hei ... Sayang. Ko makan baso ga ngajak-ngajak." ucap Dimas sambil tersenyum.
"Ih ... Mas kamu dari mana sih?" tanya Mumut dengan wajah cemberut.
"Aku dari kamar mandi sayang, tadi aku kebelet." ucap Dimas.
"Kenapa ga bilang aku dulu? Kenapa hpnya di matiin? Kenapa lama nanget?" pertanyaan mumut bertubi-tubi dengan wajah marah.
"Maaf sayang. ih lucu banget kalo marah." ucap Dimas sambil mencolek pipi mumut.