PERNIKAHAN KAGET

PERNIKAHAN KAGET
Menikmati Secangkir kopi


Mas, kamu sedang apa?" tanya mumut sambil duduk di samping Dimas.



"Aku lagi santai sayang." ucap Dimas.



"Aku buatkan kopi ya untukmu! Kamu mau kopi kan sayang?" tanya mumut.



"Mau dong." ucap Dimas.



"Tunggu ya! Aku akan buat kopi spesial untukmu." ucap mumut.



"Aku pengen kopi yang ada susunya." ucap Dimas.


"Ko tumben pengen kopi yang ada susunya, biasanya 'kan, kamu ga mau kopi yang ada susunya." ucap mumut.


"Aku lagi pengen yang itu." ucap Dimas.



"Siap, aku buatkan. Tunggu ya!" ucap mumut lalu ke dapur membuat kopi.


kopi sudah di buat, mumut memberikan kopi tersebut pada Dimas.


"Ini sayang." ucap mumut sambil memberikan kopi.


"Em .. Mantep, makasih ya sayang!" ucap Dimas.


"Sama-sama sayang. Aku mau dong kopinya." ucap mumut.


"Bikin aja kamu masa barengan."


"Aku pengen minum kopi satu gelas berdua, biar lebih nikmat." ucap mumut sambil tersenyum.


"Bisa aja kamu mut." ucap Dimas sedikit senyum.


"Iyah lah, menikati secangkir kopi berdua itu lebih nikmat, sini aku minum." ucap mumut lalu minum kopi.


"Em ... suami belum nyobain, udah duluan aja." ucap Dimas sedikit manyun.


"Ha ... Ha .... Ha, maaf ya mas, abis aku ga kuat pengen minum kopi." ucap mumut sambil ketawa.


"Ih ... Ada lipstiknya." ucap Dimas ketika ingin minum kopi ada bekas lipstik di gelas kopi.


"Ha ... Ha ... Ha, udah ga apa-apa mas."ucap mumut sambil ketawa.


"Huh." ucap Dimas sambil tersenyum.


Kini mumut selalu tampil cantik di depan Dimas, ia ingin membuat Dimas makin cinta. Kopi yang di minum mereka berdua, tinggal dikit.


"Supst .... Supst, mantap, yah abis." ucap mumut sambil minum kopi.


"Yah, kamu mah di abisin. Bikin lagi sana!" titah Dimas.


"Iyah ... Iyah, tapi barengan lagi ya." ucap mumut sambil tersenyum dan Dimas menggelengkan kepalanya.


Mumut masuk ke dapur lagi, ia membutkan kopi lagi untuk mereka berdua minum.


"Ini sayang kopinya." ucap mumut sambil tersenyum dan memberikan kopi.


"Iyah makasih sayang!" ucap Dimas.


Dari tadi Dimas menatap mumut terus, ia sangat suka melihat istrinya dandan.


"Mas, kamu ko ngeliatin aku aja sih." ucap Mumut sambil tersenyum.



"Siapa yang ngeliatin." ucap Dimas pura-pura tak melihat.


"Ah .... Kamu pura-pura aja." ucap mumut sambil tersenyum.


"Geer banget sih kamu mut." ucap Dimas sedikit senyum.


"Jujur aja sih." ucap mumut sambil mencolek pupi Dimas.


Ketika ada seorang laki-laki muda lewat rumah, Dimas menyuruh masuk mumut.


"Mut, masuk sana! Masuk, jangan sini!" titah Dimas.


"Memangnya kenapa mas, aku 'kan pegen duduk bersamamu di sini sambil menikmati secangkir kopi." ucap mumut.


"Sudah masuk sana! Nanti ke sini lagi." ucap Dimas sambil mendorong mumut masuk dan menutup pintu.


"Mas ... Mas, ih ko di tutup sih." ucup mumut bingung.


Dimas menyuruh mumut masuk rumah, karena ia tak mau istrinya di liat laki-laki lain. Karena mumut sangat cantik kalo dandan.


"Ih ... Mas, kenapa sih? Ko aku di suruh masuk?" tanya mumut sambil cemberut.


"Masya allah mas, kamu cemburu?" tanya mumut sambil ketawa.


"Bukan cemburu, aku cuma takut kamu ada yang naksir, mangkanya kamu kalo ke luar jangan dandan." ucap Dimas.



"Iyah ... Itu namanya cemburu kamu mas." ucap mumut sambil tersenyum.


"Aku kan cuma di depan rumah menemani kamu minum kopi." ucap mumut.


"Di depan rumah juga 'kan suka ada laki-laki lewat." ucap Dimas.


"Ya udah kalo ada laki-laki lewat, aku tunduk lah mas biar laki-laki itu ga busa liat aku." ucap mumut sambil tersenyum.


Dimas memang memiliki sipat cemburu, ia ingin istrinya saat dandan tak ada laki-laki yang liat, karena mumut sangat cantik jika berdandan.


"Yu masuk sayang!" titah Dimas.



"Ah .. Mau ngapain sih sayang." ucap mumut.


"Kopinya lan udah abis, jadi kita masuk yu!" titah Dimas.


"Mas, kita jalan-jalan yu!" ajak Mumut.


"Ke mana?" tanya Dimas.



"Ke taman bunga aja, mau ga mas?" tanya mumut lagi.



"Mau sayang, tapi masuk dulu yu!" titah Dimas lagi.


Kini mereka sedang duduk di sofa, Dimas menatap mumut dengan napsu.


"Kamu cantik banget sih sayang!" ucap Dimas sambil menatap mumut dengan napsu.


"Bakasih mas." ucap mumut.


"Sayang. Emuchhh .... Aku pengen." ucap Dimas sambil mencium bibir mumut.


"Kan mau jalan-jalan ke taman bunga, ko malah ingin bercinta." ucap mumut sambil tersenyum.


"Jalan-jalannya nanti sore aja, aku ga kuat sayang." ucap Dimas sambil menatap mumut dengan napsu.


"Emuchh ... Em ... Em." Dimas mencium bibir mumut lalu mengisapnya berulang kali.


"Em .... Em." mumut pun kembali menghisap bibir Dimas.


Tak kama kemudian, Dimas langsung memasukkan senjatanya ke dalam lubang milik mumut.


"Aw ... Mas, pelan-pelan! Kamu ko main masuk aja sih pemanasannya bentar amat." ucap mumut.


"Aku ga kuat sayang, ini ku udah pengen cepat masuk ke anu mu sayang." ucap Dimas sambil menikmati senjatanya yang masuk ke lubang mumut.


"Em .... Em ...ahh. Nikmat banget sayang." ucap Dimas sedang menikmati lubang milik istrinya.


"Em ... Iyah enak sayang." ucap mumut sambil menikmati senjata Dimas yang ada di dalam lubangnya.


Kini Dinas sudah berani meminta bercinta duluan, biasanya Mumut yang minta Duluan. Mereka bercinta di sofa, karena Dimas sudah tak kuat menahan hasratnya.


"Mas, kita pindah yu ke kamar, di sofa sempit." ucap mumut.


"Ga ah sayang, aku ga bisa lepasin senjataku, kalo udah masuk susah keluar lagi. " ucap Dimas sambil menikmati lubang milik mumut.


"Em .... Em .... Ah .... Ah, sayang." ucap desah Dimas yang sedang menikmati lubang istrinya.


"Mas, berenti dulu aku cape!" titah mumut.


"Ah ... Em... Ah, bentar sayang." ucap Dimas yang tak bisa mengeluarkan senjatanya, karena ia sangat menikmati lubang milim istrinya.


Dimas memang suami yang kuat dalam bercinta, ketika senjatanya sudah masuk ke dalam lubang istrinya, maka akan susah keluar lagi, dia akan memuaskan dirinya neski lama, kadang mumut sampe ga kuat, tapi setelah mumut juga sangat menimatinya, mumut minta berhenti dulu untuk istrirahat.


"Mas, berhenti sebentar aja! aku ga kuat." pinta mumut.


"Bentar .... Bentar sayang." ucap Dimas yang terus menggoyang mumur.


Tak terasa mereka bercinta sudah dua jam, mumut yang tak biasa apa-apa lagi, ia lelah, ia juga pasrah suara desahannya tak sanggup keluar lagi dari mulutnya, karena ia sudah tak sanggup.


"Ah .... Ah ... Emmm."Dimas mengelurkan senjatanya.


"Sayang kamu cape ya?" tanya Dimas sambil mencium kening mumut.


"Iyah ... ih, kamu mah, aku udah cape juga, kamu terus aja." ucap munut cemberut.


"Maaf ya sayang, gimana senjataku ga bisa keluar lagi kalo aku belum puas." maaf ya sayang!" ucap Dimas merasa bersalah, karena kasian melihat mumut yang jelelahan bercinta dua jam tanpa istrirahat.


Kini sudah sore, mereka tak jadi jalan-halan ke taman bunga, karena mumut mersa lelah udah di goyang suaminya.


"Ayo sayang, katanya mau ke taman bunga!" ucap Dimas sambil tersenyum.


"Ga ih ... Mas, aku masih lelah." ucap mumut.