PERNIKAHAN KAGET

PERNIKAHAN KAGET
Tidak Pulang


"Fat, maaf aku harus pulang sekarang, istriku sudah menunggu, dia sangat khawatir dengan." ucap Dimas lalu pergi meminggalkan fatimah.


"Ka tunggu! Kaka .... Kaka!" seru fatimah, ia mengejar Dimas tapi Dimas tidak menghiraukannya.


Dimas langsung pergi meninggalkan fatimah di toko kue, fatimah mengejar Dimas, tapi Dimas tidak menghiraukannya. Dimas langsung menaiki motor tukang ojek online. Fatimah segera menjalankan motornya kalu mengejar Dimas. di perjalanan Dimas berhenti.


"Mas, akhirnya kamu berhenti juga." ucap fatimah.


"Kamu ga usah kejar aku fat, aku nau pulang istriku sudah menunggu."


"Aku 'Kan belum cerita ke kamu mas tentang masalahku." ucap Fatimah memasang wajah sedih.


"Dari tadi kamu ngomongnya ga jelas, jadi aku malas, kalo kamu ada masalah cerita sana allah aja atau kamu cerita sama orang tua kamu. Maaf aku ga bisa bantu aku harus buru-buru pulang." ucap Dimas.


"kaka tunggu dulu bentar! Kaka ... Kaka!" seru fatimah.


Dimas pulang tanpa menghiraukan fatimah, ia sudah tau niat jelek fatimah. Dan fatimah kembali ke kafe, karena minuman tadi belum ia bayar. Saat sampai di kafe ia di tahan sekuriti.


"Maaf, anda jangan masuk lagi, bayar dulu minuman tadi." ucap sekuriti sambil menghadang fatimah yang akan masuk ke kafe.


"Iyah ... Ini saya bayar pak." ucap fatimah.


"Mana uangnya?" tanya sekuriti ngotot.


"Nih."


"Ya udah masuk saba bayar ke kasir!"


Fatimah pun masuk dengan perasaan kesal pada sekuriti. Ia membayar minuman tadi dan minuman tadi ia lanjutkan minum.


"Lumayan, aku minum lagi dari pada di buang. Ini kan minuman mahal." gumam fatimah dalam hati.


Kini sudah jam sebelas malam, fatimah masih di kape itu, ia memainkan hp agar tidak jenuh. Pelayan pun datang menghampiri.


"maaf mba, kafe ini mau tutup." ucap pelayan.


"Oh .... Iyah. Mba tau ga ada hotel di dekat sini?" tanya fatimah.


"Saya kurang tau mba."


Fatimah tidak ingin pulang malam itu, karena kalo ia pulang pasti ia akan di marahi iman. ia takut dengan ayahnya, iman kalo marah suaranya kencang.


"Aku malas pulang, aku nginep aja di hotel, uangku 'kan masih banyak." gumam fatimah dalam hati.


Fatimah mencari hotel di dekat kafe itu, ia menemukan hotel yang harganya satu malam 300 ribu. Fatimah langsung membayarnya sampe dua malam.


"Aku bayar dua malam, aku males pulang." gumam fatimah dalam hati.


Fatimah masuk ke dalam hotel tersebut, ia membaringkan tubuhnya di kasur. Ia juga membereskan pakaian nya ke dalam lemari.


"Cape juga hari ini, misiku gagal, ko Dimas ga mau minum minuman yang aku pesan ya? Apa dia tau kalo aku masukan obat tidur ke minuman itu? Tapi dari mana ia bisa tau." gumam fatimah dalam hati.


Fatimah menghubungi Dimas, tapi Dimas tidak menerima panggilan fatimah. delapan jali fatimah menghubungi Dimas tepi tidak di jawab.


"Dimas ga mau angkat telpon ku. coba aku sekali lagi hubunginya." gumam Fatimah.


Fatimah menghubungi Dimas sekali lagi, Dimas malah mematikan hpnya. Fatimah kesel dan akhirnya dia tidur.


"Aku tidur lah, ngantuk, nanti besok aja telpon lagi kalo perlu aku datang ke rumahnya." gumam fatimah.


***


Iman belum pulang, kini ia sedang berada di pesantren pak kiai ahmad. Pak kiai ahmad tidak tidur, karena ada iman datang ke rumahnya. Kini sudah jam satu malam.


"Pak kiai, tolong bantu saya supaya menemukan fatimah."


"Sabar ya pak, fatimah nanti juga pulang sendiri.ia sedang berada di tempat aman no, fatimah pergi hanya ingin mencari hiburan." ucap kiai ahmad.


"Bener pak, anak saya baik-baik saja?" tanya iman.


"Insya allah, nanti kalo pulang jangan langsung di marahi ya, ajak bicara baik-baik dia!" titah kiai ahmad.


Mendengan ucapan pak kiai ahmad, iman pun cukup tenang dan karena ia sudah ngantuk. Ia memutuskan untuk pulang. Iman juga meminta doa pada kiai ahmad agar fatimah segera pulang.


"Pak kiai, saya pamit pulang, maaf ya saya mengganggu pak kiai." ucap iman.


"Tidak apa-apa pak, sabar ya, doa 'kan saja Fatimah, isya allah ia segera pulang!" titah kiai ahmad.


***


"em ... Sudah adzan subuh, aku sholat lah, usai sholat aku cari sarapan." gumam Fatimah.


Fatimah keluar dari hotel tersebut, ia mencari bubur ayam di sekitar hotel tersebut. Hotel itu menyajikan makanan tapi Fatimah tidak memakannya.


"Aku pengen makan bubur ayam, mana ya tukang bubur ayam." gumam fatimah sambil mencari bubur ayam.


Usai sarapan, ia kembali lagi ke hotel. Fatimah menghubungi Dimas lagi, tapi tidak di jawab. Dan akhirnya ia memesan pesan pada Dimas.


"Kaka, aku mau ke rumahmu sekarang."


Pesan itu langsung Dimas baca, Tapi tidak langsung di balas. Dimas keluar dari rumah dulu, karena takut ketahuan mumut. Dan setalah ia sampai di depan rumah Dimas membalas pesan fatimah.


"Kamu jangan ke sini! Kalo kamu perempuan baik kamu jangan ke sini. Tapi jika kamu ke sini berarti kamu bukan perempuan baik."


"Aku ingin membuktikan cintaku padamu ka, aku bener-bener sayang kamu. aku mau ke rumahmu sekarang."


"Jangan gila kamu."


"Aku gila karena mu, aku mau ke rumahmu sekarang juga, bodo amat meskipun ada istrimu."


Dimas tak membalas pesan fatimah lagi. Dimas mengajak mumut ke luar rumah, karena takut fatimah beneran datang ke rumahnya. Karena Dimas sudah tau watak fatimah jika ingin sesuatu dia pasti akan lalukan.


"Sayang, kita makan di luar yu!"


"Kamu 'kan masak mas, ko pengen makan di luar?"


"Iyah nih, tiba-tiba aku pengen nasi padang." ucap Dimas sambil tersenyum.


****


Dimas membawa mumut pergi makan nasi padang yang agak jauh dari rumahnya. Jika terlalu dekat rumahnya takut fatimah melihatnya.


"Mas, mau ke mana ini? Itu warung nasi padang sudah ke lewat."


"Aku bosen makan padang di situ aja, pengen cari di tempat lain."


"Humm."


Dimas sudah sampai di warung nasi padang. Ia segera memesan nasi untuknya dan istrinya. Dimas juga membelikan mumut buah alpukat, karena setelah makan biasanya mumut makan buah alpukat.


"Makasih mas buah alpukat nya!"


"Iyah."


Fatimah sudah berada di depan rumah mumut. Ia mengetuk pintu beberapa kali, ia juga menanyakan pada tetangga Dimas.


"Bu, maaf ganggu, apa orang yang ngisi rumah itu ada di dalam?" tanya fatimah sambil menunjuk ke rumah Dimas.


"Ga tau neng, mungkin sedang tidur." ucap tetangga Dimas.


fatimah duduk di kursi yang ada di depan rumah Dimas. Tiga puluh menit ia menunggu , namun Dimas belum ada juga. lalu ia memutuskan untuk kembali lagi ke hotel.


"Dimas ke mana sih? dia pasti ke luar rumah bawa istrinya juga, lain kali kalo aku mau ke sini, aku ga bakal bilang dulu lah." gumam Fatimah dalam hati.