PERNIKAHAN KAGET

PERNIKAHAN KAGET
Rahasia


Kini kaki mumut sudah mulai membaik, setelah kontrol beberapa kali dokter bilang kondisi kaki mumut mulai baik. Dan mumut juga sekarang sudah mulai bisa jalan dikit-dikit, tapi belum bisa tegak, ia kini berjalan memakai tongkat. Mumut merasa kesal karena tiap hari di rumah.



"Mas, aku ingin segera sembuh, aku bosan tiap hari seperti ini." keluh mumut.



"Sabar .... Nanti juga sembuh, kita banyak berdoa aja ya sayang." ucap Dimas sambil tersenyum.



"Nanti kalo kakiku udah sembuh aku mau kerja lagi mas, aku ga betah di rumah." ucap mumut.


"Iyah ... Terserah kamu mut, yang penting kamu harus sembuh dulu." ucap Dimas sambil tersenyum.


Dimas sebagai seorang suami, ia selalu memberi dukungan kuat untuk mumut. memiliki suami seperti Dimas itu langka, mumut sangat bahagia.


'Ya allah, terima kasih, kau berikan aku suami yang baik, di saat aku sedang sakit gini, dia tetap semangat mengurus aku.' batin mumut.


"Mas, apa kamu ga bosan tiap hari ngurusin aku?" tanya mumut.


"Ga sayang .... semuanya aku nikmatin. Kalo semua di nikmati dan di syukuri insya allah, allah akan mudahkan apa yang kita mau." ucap Dimas sambil tersenyum.


"Amin." ucap mumut sambil tersenyum.


Ting ... Ting ... Ting ... Suara kentungan mangkok, bertanda ada tukang bakso.


"Mas, aku pengen baso, beliin dong! itu baksonya ada di depan rumah kita." titah mumut.


"Iyah ... Mas ambil uangnya dulu sama mangkok." ucap Dimas.


"Yang pedas mas, cukanya banyak!" titah mumut.


"Jangan pedas-pedas mut! ngeri kamu 'kan udah di operasi."


"Ya udah sedang aja." ucap mumut sambil tersenyum.


Usai makan bakso, mumut membaringkan tubuhnya di sofa sambil nonton tv, tak lupa ia juga sambil ngemil.


'Kalo tiap hari gini, aku bisa gendut nih.' batin mumut.


Sementara Dimas sedang asyik ngobrol di depan rumah bersama tetangganya.


"Dimas sedang asyik ngobrol, aku buka lemari lah. ingin cek rahasiaku." gumam mumut.


Mumut perlahan-lahan turun dari sofa, ia jalan pelan-pelan memakai tingkat menuju kamar. Sampai di kamar ia membuka lemarinya. Tak lupa juga ia mengunci kamarnya takut Dimas tiba-tuba masuk.


Mumut membuka lemarinya dengan hati-hati, ia juga melihat jendela, takut ada orangvyang ngintip. Karena takut ada yang mengintip dari jendela, mumut menutup hordeng jendela kamarnya.


"Udah aman. Bismilah." gumam mumut saat membuka tas besar dan koper besar.


"Alhamdulilah, semuanya ada, aman ... Aku taro di sini aja semuanya. Dimas ga bakalan curiga, karena dia 'kan suami yang baik dan nurut. Jadi mana mungkin dia curiga sama lemariku yang selalu aku kunci.


Mumut menutup kembali lemarinya, ia sudah tenang, karena rahasianya aman, ia selalu mengecek lemari itu dua minggu sekali atau satu minggu sekali, tapi karena kemarin ia sakit lumayan lama jadi lemarinya hampir dua minggu lebih tak di periksa.


"Hah .... Aman, aku harus kembali lagi ke sofa, takut Dimas curiga." gumam mumut.


Mumut mempunya tempat rahasia yang di dalam lemari itu, ia tak memberi tau Dimas, karena menurutnya ini belum saatnya, setelah mumut sudah suip untuk cerita, pasti ia akan memberitahu Dimas.


Kini mumut sudah kembali duduk di sofa, ia ngemil sambil nonton tv.


'Em ... Ya allah, nikmatnya dunia ini.' batin mumut sambil makan cemilan.


Tiba-tiba Dimas menghampirinya dan ikut duduk bersamanya.


"Hei ... Sayang. Ngemil mulu." ucap Dimas sambil tersenyum.


"Iyah ... Nih mas, abis bete tau, tiap hari di rumah mulu, ya udah mending akh ngemil aja." ucap mumut sambil senyum.


"Iyah .... Ga apa-apa mau ngemil terus juga yang penting kamu sehat sayang." ucap Dimas sabil tersenyum.


Sebenarnya Dimas tadi melihat saat mumut masuk kamar, tapi Dimas pura-pura tidak tau, mumut di dala kamar tadi lumayan lama. Dimas sengaja tak mengetuk pintu kamarnya, Dimas jugu mau mengintip di jendela, tapi hordengnya di tutup.


'Sebenarnya, tadi mumut sedang apa ya di dalam kamar, sampe hordeng jendela pun di tutup, aku curiga, pasti ia membuka lemarinya, dan kenapa ia tak pernah membuka lemari itu di depanku, sebenarnya isinya apa ya?' batin Dimas bertanya-tanya.


"Mut, aku boleh tanya sesuatu hal padamu?" tanya Dimas.




"Kenapa aku ga boleh buka lemari kamu? Sebenarnya isi lemari kamu ada apa sih?" tanya Dimas santai.



"Ha ... Ha ... Ha, ga ada apa-apa ko mas, aku cuma malu aja sama kamu, karena di dalam lemari ku banyak \*\*\*\*\*\* \*\*\*\*\* yang sudah rusak dan lama di simpan. ku ga mau membuangnya, takut ada yang ngambil jadi aku taro di lemariku aja." ucap mumut sambil ketawa.


"Kenapa ****** ***** yang sudah lama dan rusak masih di taro di kemari aja?" tanya Dimas lagi.


"Kalo di buang, aku takut ada yang ngambil mas." ucap mumut bohong.


"Ya di bakar aja kalo gitu." ide Dimas.


"Ga mau lah mas, kata orang tua jaman dulu, kalo \*\*\*\*\*\* \*\*\*\*\* di bakar pamali." ucap mumut yang pandai beralasan.



"Masa sih? Tapi punyaku kalo sudah rusak ya aku buang kalo ga aku bakar." ucap Dimas.



"Pamali mas, nanti kamu jangan bakar lagi ya!" titah mumut.


"Ah ... Aku ga percaya hal gituan." ucap Dimas sambil mencibirkan bibirnya.


"Eh ... Jangan gitu!" ucap mumut sambil tersenyum.


Dimas kurang percaya dengan alasan mumut, ia akan mencari tau apa isi lemari itu.


'Aku ga percaya sama mumut, aku yakin, dia menyembunyikan sesuatu dariku.' batin Dimas.


"Mas, liat deh, ini vidio di youtube lucu banget sih." ucap mumut mengakikan pembicaraan.


"Mama?" tanya Dimas sambil melihat hp mumut.


"Ini, ibu-ibu gendut lagi goyang, heboh banget ya, percaya diri meski gendut." ucap mumut sambil tersenyum.


"Nanti kalo kamu sudah punya anak, pasti kamu seperti ibu itu mut gendut." ucap Dimas sambil ketawa.


"Ih ... Aku ga mau ih, nanti jalannya susah. Aku pengen langsing aja meski udah punya anak banyak." ucap mumut sambil mencibirkan bibirnya.


"Emang kamu mau punya anak banyak?" tanya Dimas.


"Iyah mas, aku pengen punya anak banyak, aku pengen punya 3 anak." ucap mumut.


"Ha ... Ha ... Ha, 3 mah dikit, 12 baru banyak atau 20." ucap Dimas sambil ketawa.


"Beset mas, itu mah bukan banyak, tapu banget." ucap mumut sambil ketawa.


"Kamu mau ga punya anak 12 atau 20?" tanya Dimas sambil tersenyum.


"Ga ah mas, kira-kira amat, ga sanggup aku mas, cape nanti ngurusnya." tolak mumut.


"Kalo misalkan aku kaya, aku kasih kamu uang tiap bulan 10 milyar, kamu mau ga punya anak 20?" tanya Dimas sambil tersenyum.


"Ga ih mas. 20 mah banyak banget, nanti aku cape melahirkannya." ucap mumut.


"Tapi' kan yang ngurusnya beby sister, kamu tinggal diem aja, mau ga?" tanya Dimas lagi.


"mau aku mas, tapi."


"Tapi apa?" tanya Dimas penassran.



"Tapi kamu yang melahirkannya. Ha ... Ha ... Ha." ucap mumut sambil ketawa.



"Ga bisa lah laki-laki mah." ucap Dimas sambil ketawa.