PERNIKAHAN KAGET

PERNIKAHAN KAGET
Panggilan Ceramah


Pagi hari ada Rian datang ke rumah untuk bertemu dengan Dimas. Mereka saling beradu senyuman dan Rian memeluk Dimas. Rian sangat rindu pada dengannya, teman yang baik selama berada di pondok pesantren. Sampai sekarang pun ia masih merasa kehilangan Dimas. Menurut Rian, Dimas itu teman yang tak ada duanya. Di pesantren Rian tak menemukan teman sebaik Dimas, Rian merasa semua teman di pesantren biasa saja tidak sebaik Dimas.



"Assalamualaikum," ucap salam Rian.



"Waalaikumsalam," jawab salam Dimas.



"Apa kabar Dim?" tanya Rian dan langsung memeluk Dimas.



"Alhamdulilah, aku sehat yan, kamu sehat yan?" Dimas pun menanyakan kembali keadaan Rian.



"Aku sehat alhamdulilah, dim, aku rindu banget sama kamu, aku galau terus ga ada kamu, di pesantren tak ada teman sebaikmu Dim." keluh kesah Rian pada Dimas.



"Masya allah, kenapa bisa seperti itu? Mungkin perasaan kamu aja yan, mereka baik-baik ko.



"Ga Dim, menurutku hanya kamu yang paling baik, aku merasa kehilangan kamu banget Dim, andai kita bersama lagi Dim, mungkin aku akan bahagia seperti dulu saat kamu masih di pesantren bersamaku. Semenjak kamu pindah dari pesantren aku selalu rindu kamu Dim, ga ada teman sebaik kamu."



"Jangan gitu, kamu bisa ko tanpa aku, mungkin ini masih proses lama-lama kamu bisa yan. Dimas memberi nasehat agar Rian terbiasa tanpa dia.



"Proses? dari pertama kamu pindah pesantren aku udah coba lupain kamu dan cari teman yang naik, tapi tetep ga ada orang yang seperti dirimu Dim."



"Nanti juga bisa tanpa aku, mungkin ini masih dalam proses."



"Tau ah." ucap Dimas



"Dim, aku ke sini seneng banget bisa bertemu denganmu dan aku juga mau menyampaikan pesan dari pak kiai, kamu ada panggilan ceramah malam sabtu di pernikahan kampung sebelah pesantren kita. Pak kiai ahmad tak bisa menghadirinya, jadi kamu yang menggantikannya."



"Memangnya pak kiai ada keperluan apa yan?" tanya Dimas.



"Aku ga tau Dim." kamu bisa kan gantiin pak kiai ahmad meskipun mendadak gini, karena besok malam kamu harus tampil. malam sabtu ini, bukan malam sabtu depan.



"Insya allah, aku bisa." ucap Dimas dengan santai.



"Iyah dong, kamu pasti bisa Dim, kamu kan cerdas." ucap Rian sambil tersenyum.


"Kamu bisa aja yan."


Rian di rumah mumut lama, mereka berbincang-bincang tentang masalah yang terjadi di pesantren, Rian membicarakan kerinduannya pada Dimas dan fatimah mantan kekasih Dimas. Rian merasa kalo fatimah tidak sama sekali sedih, karena Rian tau kalo fatimah sudah punya pengganti Dimas yaitu Hendrik. Hendrik santri di pesantren pak kiai ahmad juga. Dimas kecewa mendengarnya.


"Dim, maaf ya, aku mau bilang ke kamu tentang fatimah, tapi kamu jangan sedih ya!" ucap Rian aga sedikit ragu untuk bercerita tentang fatimah.



"Fatimah kenapa yan?" tanya Dimas aga panik.



"Tapi, ada mumut ga di sini." bisik Rian.



"Mumut lagi kerja."




"Aku ga percaya yan, masa dengan semudah itu fatimah melupakanku. Jujur yan selama aku menikah dengan mumut aku belum pernah berhubungan intim dengannya." Dimas terpaksa bercerita, karena ia merasa sedih.



"Yang bener Dim? kamu dosa Dim kalo seperti itu." ucap Rian mengingatkan Dimas.



"Aku tau itu dosa, aku telah berdosa pada allah dan istriku. Aku juga merasa kasiyan pada istriku, tapi mumut tidak marah padaku, meski aku kejam padanya tidak melakukkan apa yang dia inginkan. Mumut sangat menginginkan aku melakukan hubungan intim, tapi aku selalu menolak dan pergi meninggalkannya. Dan selama aku menikah dengannya aku belum pernah kasih dia uang, tapi dia tidak marah. Dia tiap hari kerja untuk kebutuhan kami berdua." ucap Dimas dengan wajah sedih.



"Iyah Dim, berarti pak kiai tidak salah menjodohkanmu dengan mumut, dia perempuan yang sabar dan tulus mencintaimu.



"Iyah yan."



"kamu coba belajar mencintai mumut Dim! Aku yakin kamu bisa mencintainya."


"Insya allah yan, tapi untuk saat ini aku masih mencintai fatimah, aku belum bisa melupakannya yan."


"Aku doa'in kamu agar bisa mencintai istrimu." ucap Rian sambil tersenyum.



"Tapi mendengar kabar darimu tentang fatimah, aku kecewa padanya, dengan semudah itu fatimah melupakan aku. Padahal aku berniat akan melamarnya.



"Jangan Dim, kamu jangan melamar fatimah, kamu sudah mempunyai istri! kalo mumut nanti tau dia pasti sedih. Ucap Rian mengingatkan.



"Iyah yan." ucap Dimas dengan wajah sedih.


Dimas tak percaya jika fatimah sudah memiliki penggantinya, fatimah menjalin hubungan dengan hendrik sudah satu minggu, sedangkan pernikahan Dimas dan mumut baru 3 minggu. begitu mudahnya fatimah melupakan Dimas yang masih mencintainya. Dimas juga tak melakukan hubungan intim dengan istrinya itu semua karena cintanya pada fatimah, tapi fatimah dengan semudah itu melupakan Dimas. Dan seandainya Dimas tau jika fatimah juga memiliki kekasih lagi di pesantren abah kiai arip yaitu Rizal pasti dia sangat kecewa sekali.


"Sudah, kamu lupakan fatimah, jangan ingat dia terus, kamu harus berusaha mencintai mumut!" titah Rian agar Dimas mau melupakan fatimah, karena Rian tak ingin Dimas sedih.


"Iyah yan, mudah-mudahan aku bisa melupakan fatimah, dan mencintai mumut."


"Bisa lah, karena menurutku mumut tidak jelek banget ko, hanya dia tidak pernah berdandan, jadi kelihatan jelek, coba kalo dandan pasti cantik." ucap Rian.



"Aku akan berusaha mencintainya."



"Gitu dong, kamu inget kan pas pernikahan kamu dan mumut. Mumut tidak berdandan ia hanya memakai lipstik, tapi walaupun hanya menggunakan lipstik ia sangat cantik apa lagi kalo mumut dandan dengam sempurna pasti cantik banget." ucap Rian terus memberi nasehat agar Dimas mencintai mumut.


"Aku jarang liat wajah mumut, waktu nikah saja aku hanya melihatnya satu kali, karena aku sejujurnya tidak mau dengan pernikahan itu.


"Berarti mulai dari sekarang kamu harus memperhatikan mumut, lihat wajahnya, lama-lama pasti kamu suka, karena mumut itu cantik dan baik. Ucap Rian membuat Dimas tersenyum.



"Iyah ... iyah."


Rian memberi nasehat pada Dimas karena kasiyan dengannya yang masih mencintai fatimah sedangkan fatimah sudah menjalin hubungam dengan hendrik.


Dimas dan Rian tidak tau kalo fatimah juga mempunyai kekasih di pesantren abah kiai arip. Kalo Rian tau pasti ia langsung memberi tau pada Dimas.


"Ya udah Dim, aku pamit pulang ya, kamu harus berusaha mencintai mumut ya! Karena aku yakin pak kiai ahmad menjodohkanmu dengan mumut pasti yang terbaik, mana mungkin seorang guru menjerumuskan muridnya."


"Iyah yan, makasih ya kamu sudah beritau aku tentang fatimah, kamu nanti sering-sering main ke sini ya, kalo rindu aku datang aja ke sini."


"Oke temanku yang baik, ya udah aku pulang ya, assalamualaikum." ucap salam Rian.



"Waalaikumsalam." jawab salam Dimas.



"Hati-hati ya yan." ucap Dimas sambil melambaikan tangan.