
polisi datang ke rumah mumut memberitahu bahwa orang yang menabrak mumut yak di temukan.
"Maaf pak, kami sudah berusaha selama 2 minggu mencari pelakunya, namun kami tak berhasil menemuka pelaku. Tapi kami menemukan bahwa pelaku sepertinya lari ke hutan. Kami sudah mencarinya, tapi belum ketemu." ucap polisi.
"Saya harap bapak bisa menemukan pelakunya, karena tadi juga tiba-tiba istri saya ada yang nyiram pake air, dan orang itu tak berhasil saya tangkap. Istri saya sedang santai berdua dengan saya di pinggir jalan tiba-tiba orang itu melempar air." ucap Dimas.
"Saat itu bapak sedang berada di pinggir jalan mana?" tanya polisi.
"Di pinggir jalan taman bunga. Saat takut orang itu juga yang menabrak istri saya." ucap Dimas.
"Baik pak, kami akan berusaha mencari pelakunya." ucap polisi tegas.
"Terima kasih pak!" ucap Dimas sambil tersenyum.
"Kalo begitu kami pulang ya pak." ucap polisi pamit pulang.
"Iyah pak." ucap Dimas.
Dimas belum puas jika pelaku belum di temukan, ia ingin tau siapa orang yang sengaja menabrak istrinya.
"Assalamualaikum sayang." ucap salam mumut, baru datang kerja.
"Waalaikumsalam." jawab salam Dimas.
"Mas, kamu makan belum?" tanya mumut.
"Belum mut, aku lagi kesel sama orang yang nabrak kamu, tadi ada polisi ke sini, tapi polisi belum menemukan pelakunya, kata polisi sepertinya pelaku lari ke dalam hutan." ucap Dimas.
"Ya udah lah mas, aku 'kan, udah sehat pagi, jadi ga di temukan pelakunya juga ga apa-apa." ucap Mumut santai.
"Apa kamu bilang? Kamu mau biarkan orang uang sudah mencelakai mu di biarkan begitu saja, sampe kamu di operasi."ucap Dimas tegas.
"Ya, mau gimana lagi 'kan, polisi sudah berusaha tapi belum ketemu, kalo ketemu ya alhamdulilah, tapi kalo ga ketemu juga ga apa-apa mas." ucap mumut santai.
Mumut memang orangnya pemaaf, ia tak pernah dendam meski kemarin ia sempat di operasi dan tak bisa berjalan sampe beberapa bulan, tapi ia tak ada dendam sama orang yang menabraknya.
Berbeda dengan Dimas yang tak suka dengan orang yang jahat, karena bagi Dimas tindakan kriminal itu harus di masukan ke dalam penjara agar orang itu sadar.
\*\*\*\*
fatimah pagi-pagi pergi meninggalkan rumah, ia tak minta izin ke iman dan mimi. Ia pergi ingin menemui Rian. Rian yang saat itu sedang ada di rumah, fatimah menghubungi Rian sebelum ke rumahnya.
("Assalamualaikum, ka Rian.")
("Waalaikumsalam.")
("Ka, ini aku fatimah, kaka ada di rumah ya?") tanya fatimah.
("Iyah ... Ko kamu bisa tau?")
("Aku tau dari pak kiai, tadi aku sempat hubungi pak kiai kalo aku belum bisa ke pesantren.")
("Oh ... Ada apa kamu hubungi aku?") tanya Dimas lagi.
("fatimah boleh tidak ke rumah ka Rian?aku pengen ngomong sesuatu sama kaka.")
("Ngomong apa? Bilang aja sekarang.")
("Ga ka, aku ga bisa ngomong di hp, ini penting.")
("Ya udah, kamu boleh ke sini.")
("Kirimin alamat Rumah kaka.")
("Oke ... Nanti ku kirim lewat pesan.")
("Makasih ka! Aku ke sana sekarang ya. Assalamualaikum") fatimah memutuskan sabungan telepon.
Rian sebenarnya malas fatimah datang ke rumahnya, karena ia belum pernah ada teman perempuan yang main ke rumahnya.
"Mau apa sih dia ke sini? Males banget aku, di tolak ga enak." gumam Rian.
"Assalamualaikum, ka." ucap salam fatimah sambil tersenyum.
"Waalaikumsalam." jawab salam Rian dengan wajah cuek.
"sebelumnya makasih ya, kaka sudah memperbolehkan aku ke sini." ucap mumut sambil tersenyum.
"Iyah ... Ya udah ngomong, kamu mau ngomong apa?"
"Kaka bisa ga bantu aku?" tanya mumut.
"Bantu apa?" tanya Rian.
"Ka tolong bantu aku kembali lagi dengan ka Dimas, aku sangat mencintainya!" ucap mumut dengan wajah serius.
"Apa?" tanya Dimas kaget.
"kaka mau ga?" tolong ka bantu aku!" ucap fatimah dengan wajah sedih.
"Kamu 'kan tau Dimas sudah punya istri, mana mungkin aku bisa bantu kamu." ucap Rian dengan wajah malas.
"Tolong ka! Tolong!" ucap Fatimah merengek.
"Dengerin aku fatimah, laki-laki yang sudah menikah itu tidak boleh kamu cintai lagi, karena dia sudah menjadi milik orang, jadi maaf aku ga bisa bantu kamu." ucap Rian tegas.
"Tolong ka! Aku sangat mencintainya, meski aku pernah pacaran dengan hendrik tapi aku tak mencintai hendrik, aku menyesal telah menyianyiakan Ka Dimas." ucap fatimah terus merengek.
"Fat .... Sebaiknya kamu pulang aja ya! Maaf banget, aku ga bisa bantu kamu. maaf." ucap Rian menolak fatimah.
"Ka tolong! tolong ka, aku janji kalo kaka berhasil buat aku kembali lagi dengan ka Dimas aku akan beri uang banyak pada kaka, kaka tau 'kan kalo orang tuaku banyak duit." ucap fatimah merayu Rian dengan mengiming-imingi duit.
"Astagfirullah! Maaf aku ga mau fat." ucap Rian kaget.
"30 juta ka, aku pasti kasih, atau 50 juta. Kaka mau 'kan?" tanya fatimah sangat pede.
"Maaf ... Maaf, aku ga mau, sebaiknya kamu pergi pat. Maaf aku masuk dulu ya." ucap Rian sambil menutup pintu.
"Ka ... Ka, tolong aku!" ucap fatimah terus merengek.
Karena Rian tak mau membuka pintu, fatimah pun pergi, tapi ia tak pulang ke rumah, ia pergi tapi tak tau mau kemana. Ia terus berjalan mengendarai motornya. Sampe 40 menit yang berjalan, ia melihat mumut dan Dimas naik motor, mereka dangat mesra, mumut memeluk Dimas dan Dimas senyum bahagia ketika di peluk mumut.
"Itu 'kan, ka Dimas dengan perempuan itu, dih ... lebai banget sih tuh cewe peluk-peluk sampe rapet gitu." guman fatimah.
Fatimah mengikuti mereka pergi, dan mereka berhenti di pasar.
"Ko mereka berhenti di pasar sih, mau apa ngapain sih? Mana pasarnya kotor lagi, ih pasar 'kan bau." guman fatimah.
Dimas dan mumut masuk ke dalam pasar, fatimah pun terpaksa mengikiti mereka.
"Dih ... Bau lagi, terpaksa deh aku bau-bauan gini demi orang yang aku cinta." gumam fatimah.
"Duh .. ih." gumam fatimah saat sendalnya kena nginjek tomat busuk.
Mumut dan Dimas membeli sayuran, untuk di stock beberapa hari.
"Mas, Ha ... Ha ... Ha." ucap mumut sambil memukul Dimas dengan sayuran.
"Kenapa sayang?" tanya Dimas.
"Kamu lucu sayang." ucap mumut sambil tersenyum.
"Lucu kenapa?" tanya Dimas bingung.
"Peci kamu miring, jadi kaya tukang jengkol." ucap mumut sambil merapihkan peci Dimas.
"Oh ... Kirain apa." ucap Dimas sambil mencolek pipi mumut.
Mereka bahagia belanja di pasar, becanda, tertawa suka ria.
"Dih ... Lebai bangat sih, masa romantisan di dalem pasar. Huh nora." gumam fatimah saat mengintip meeka.
Mereka berjalan bergandengan, seperti sedang pacaran.
"Mas, sini aku bawa separo belanjaannya." ucap mumut.
"Ga usah sayang, aku aja yang bawa nanti kamu berat sayang." ucap Dimas sambil tersenyum dan mengelus kepala mumut.
Melihat kemesraan mereka di dalam pasar, hati fatimah panas, ia merasa iri fengan fatimah yang di manja Dimas.
"Ko hatiku jadi panas gini ya? aku ga mau kaka bersamanya, aku akan berusaha agar kita kembali ka." gumam fatimah saat mengintip.