Park Jimin Suamiku

Park Jimin Suamiku
Episode. 96


{Seandainya saja, aku tidak mengingat segalanya dengan detail. seandainya saja ingatan itu tak berujung dendam dan ambisi untuk diriku sendiri. Seandainya aku bisa mengendalikan semuanya. Mungkin kamu juga tidak akan merasakan semua kesakitan ini.}


Yuli bisa merasakan seberapa sesak Jimin saat mengucapkan ini.


{Memghapus semua ingatan adalah keputusan paling berat dalam hidupku, operasi ini juga punya risiko yang luar biasa. Tapi, aku rasa aku pantas mendapatkan semua ini. Kupikir, aku harus menghapus semuanya dan menghapus agar kamu bahagian.}


{Jadi, kelak, aku takkan terluka saat melihatmu menemukan penggantiku. Aku takkan terluka saat nanti kamu telah menemukan seseorang yang lebih bisa bahagiakanmu dan anak kita selain diriku. Aku yakin, kamu akan menemukannya suatu hari.}


Napas Jimin berembus berat. {Lewat ini, aku hanya ingin menyampaikan bahwa semua perasaanku padamu adalah kejujuran. Aku menyukai senyummu.}


{Aku suka tidur di sebelahmu, mencium aroma tubuhmu, menempelkan bibirku di lehermu, mendekapmu erat dengan kedua lenganku dan membuatku merasa bahwa kamu hanyalah milikku di dunia ini.}


Yuli dengan sebuah isakan yang di tahan. Sementara kini jantung Yuli terasa begitu ngilu ketika tenggelam ke masa itu lagi. Masa di mana Yuli bisa merasakan pelukan hangatnya setiap malam. Masa di mana Jimin akan menggoda Yuli dengan tatapan atau ciumannya. Kini, rasanya Yuli sangat menyesal karena Yuli seringkali mempertanyakan ketulusannya akan semua ini.


{Aku suka memandangmu saat kamu sedang tidur, mungkin kamu jarang menyadarinya. Tapi aku suka sekali melakukannya. Apalagi sejak kamu hamil. Kamu semakin cantik dengan pipimu yang semakin berisi. Aku hanya ingin kamu percaya diri dan tak perlu khawatir dengan bentuk tubuhmu, karena tak peduli kamu akan bertambah gemuk atau berubah menjadi tulang sekalipun, selama itu Yuliku, perasaan ini takkan pernah berubah.}


{Yuli tolong katakan pada anak kita bahwa aku sangat menyayanginya. Tatap dia dan sampaikan padanya bahwa kelak dia harus berhati-hati dalam memilih lelaki.}


Jimin menyesap kembali isakan tangisnya lewat satu tarikan napas. ini benar-benar memilukan.


Air mata Yuli mengalir deras, bahwa suara tangisnya yang awalnya tertahan kini keluarga tanpa halangan.


{Aku tidak akan meminta maaf untuk semua kesalahan ini karena ini semua tidak termaafkan lagi oleh siapa pun.}


Jimin mengambil napas. lagi yang begitu panjang. Menahannya selama tiga detik, lalu mengembuskan perlahan.


{Hanya itu yang ingin kusampaikan. Aku harap kita tidak bertemu lagi dan kamu bisa segera melupakan aku yang bodoh ini. Mulailah kehidupan baru dengan bahagia kamu berhak mendapatkannya.}


Ada jeda lagi selama lima detik, sebelum akhirnya suara bisikan Jimin terdengar.


{Selamat tinggal istriku, Aku mencintaimu.}


Rekamannya terputus. Rasanya begitu sesak, sangat sakit menusuk dada. Pandanganku mengabur karena air mata yang di penuh. Seluruh tubuh Yuli rasanya kehilangan tenaga. Yuli mengatur nafas untuk merenungi semuannya.


Jimin tidak salah. Itu adalah keputusan nya. Dari sini, Yuli memang bisa merasakan posisinya yang begitu tersiksa. Jimin kalah. Jimin kehilangan ibunya. dan Dia dikejutkan dengan banyak fakta yang mengguncang hidupnya. Jadi, Jimin mengambil keputusan itu. Hanya saja Yuli tetap sedih karena menyadari fakta bahwa eksistensi nya dengan anak mereka, memang tak pernah mampu untuk menutupi lukanya. Tak mampu untuk menjadi penguatnya.


Ternyata Yuli dan anaknya tidak berarti sebesar itu dalam hidupnya.