Park Jimin Suamiku

Park Jimin Suamiku
Episode. 89


Yuli tidak tahu lagi, perasaannya berantakan mendengar hal ini.


"Aku bersama Im Jangsik datang dan menawarkan perlindunganku untuk jimin. Tapi dia masih saja egois dan memilih untuk tetap menyelesaikan itu sendiri. Padahal jika perlindunganku dia terima, aku mungkin hanya akan mendapatkan sebagian dari sahamnya karena aku akan membaginya dengan P012. Aku juga punya hak atas nyawamu yang dia pertaruhkan, jadi kamu masih bisa selamat."


Seungwu tertawa. "Tapi sepertinya hari itu, jimin lebih takut jatuh miskin. Dia takut kehilangan semuannya, jadi dia sangat percaya diri untuk menrima misi terakhir, meski hari itu Im Jangsik juga sebenarnya memohon agar tidak melakukan itu pada istrinya. Kamu tahu yuli? Istri Im Jangsik itu pernah menyukai jimin. Jadi, Im Jangsik sangat takut. Dan jimin memang terlalu egois hari itu. Dia begitu percaya diri baha dia masih bisa melakukan semua itu semudah dia meniduri sekretarisnya."


Yuli merasakan hatinya seperti ditusuk ribuan anak panah. Sangat sesak, bahkan rasanya tulang dada yuli seperti saling menyempit. Yuli masih diam, tidak tahu berkata apa.


'Tapi jimin tidak melakukannya. Saat kamu datang hari itu, jimin belum sempat melakukannya kaena tidak bisa. Dia tidak bisa melakukan itu. Dan, dia frustrasi." Seungwu terkekeh pelan. "Sebenarnya, apa yang sudah kamu lakukan padanya sehingga dia bisa berubah menjadi seperti itu."


Untuk kenyataan yang satu ini, yuli terkejut. "Apa maksudmu?!"


"Jimin Hyung tidak bisa melakukannya, terlebih saat kamu tahu hal itu. Dia semakin tidak bisa melakukannya dan waktu untuk misinya habis. Dia bahkan tidak menerima bantuanku. Jadi, dia kalah yuli. Dia kalah."


Kali ini yuli tak bisa menahan ir matanya untuk tidak menyeruak. "Jadi maksud kamu aku akan mati?"


Seungwu tidak menjawab apa pun. Dia hanya menatap lurus ke depan. "Maka dari itu, jimin terus mencarimu belakangan ini. Dia mungkin akan mencoba untuk terus melindungimu, tapi dia tidak bisa menghentikan. Dia hanya bisa memperlambatnya dan permainan diakhiri dengan kematian dari taruhan ketiga."


"Seharusnya mang seperti itu, jika saja...."


"Jika saja apa?"


"Jika saja tida ada yang menggantikanmu."


Yuli melebarkan matanya. Jangan bilang itu jimin.?!"


"Memang bukan Jimin." Seungwu menarik napas. "Tapi dia adalah orang yang sama, orang yang mampu membuat P012 mengganti keinginannya menjadi dirimu untuk taruhan ketiga. Orang yang menginginkanmu menjadi bagian dari keluarga Jimin. Siapa yang paling mendesak pernikahan kalian agar cepat berlangsung?"


Detik itu juga Yuli menegang. pikirannya hanya fokus pada satu nama. Satu sosok yang selama ini begitu Yuli hormati. "Dokter Rosa?"


"Ya dan dia lebih cerdik dari pada anaknya sendiri. Dia sudah tahu Jimin memainkan ini. Dia tahu bahwa kali ini nyawanya menjadi taruhan. Dia ingin menyelamatkan nyawanya sendiri dan mengalihkannya padamu. Agar kamu jadi keluarga dan memenuhi syarat untuk menjadi taruhan ketiga." Seungwu menahan tawanya. "Ibu mertuamu itu lebih pintar dari pada Jimin. Dia bahkan sudah lebih dulu tahu P012 sebelum Jimin mengetahuinya."


Air mata Yuli terus mengalir. Rasa perasaan Yuli sungguh berantakan. Kepalanya terasa begitu berat, pusing dan napas yang masuk ke hidung jadi terasa menyakitkan. Yuli seperti menghirup racun setiap detik dia bernapas.