
Jimin masih meenutup kedua mata yuli dengan dasi milik jimin sejak memasuki area yang katanya sudah dekat dengan tempat tujuan. Yuli benar-benar tidak bisa menebak ke mana jimin akan membawa jimin.
Yuli hanya melihat mobil ini menelusuri jalan menujuh area yang lebih hijau dan dingin. Yuli bahkan tidak tahu bahwa di seoul masih ada area yang setenng dan sehujau ini . Mungkinkah mereka akan berlibur lagi? Tapi mereka tidak membawa koper atau pakaian dari rumah.
"Pelan-pelan,"ucap jimin saat dia membantu yuli turun dari mobil.
Yuli langsung merasa hawa dingin yang menyapa tubuh yuli. Secara itu juga jimin membantu yuli memakai mantel hingga rasa dingin terhalang oleh kain tebal yang membungkus tubuhnya. Yuli mendengar jimin menutup kembali pintu mobil di sisi yuli, lalu berjalan mendekati yuli yang berdiri tepat di belakangnya sambil memegang kedua bahu yuli.
Sementara di sini yuli sudah sangat penasaran ingin melihat apa yang seharusnya yuli lihat.mata yuli hanya melihat kegelapan sejak lima belas menit yang lalu.
"Aku akan membukanya sekarang," ucap jimin antusias.
Perlahan ikatan itu di belakang kepala yuli dilepaskan, yuli masih harus berkedip beberapa kali agar mata yuli bisa beradaptasi dan melihat apa yang ada di hadapan yuli.
Sebuah rumah berarsitektur perpaduan rumah adat korea dan modern yang begitu besar dengan halama luas. Yuli langsung membalikan badannya dan menatap jimin, untuk meminta penjelasannya.
"Untuk kehidupan baru keluarga kecil kita nanti. Kamu menyukainya?"
Yuli menutup mulutnya tak percaya. Sungguh, yuli tidak menyangka. "Oppa, ini..."
"Kamu mau kedalam? Belim, perabotannya belim lengkap karena sebagian belum datang. Tapi aku sangat ingin menunjukannya padamu dari sekarang."
Yuli tak berhenti di buat terkagum tepat saat jimin membuka pintu utamanya dengan menggunkan sensor sidik jari dan juga lensa matanya. Ruang tamunya begitu luas, dapurna, ruangan tengahnya, kolam renangnya, halaman belakang, semuanya yang berada di lantai dasar tidak ada yang mengecewakan, rumah ini masih sangat baru selesai di kerjakan secara bangunan, bau cat masih terasa begitu baru tapi tidak menyengat. Beberapa perabotan seperti sofa, lemari, dan meja maan sudah ada dan harus yuli akui selera jimin dalam memilih perabotan sangat bagus.
Jimin tak membutuhkan pilihan yuli untuk menyeleksi barang-barang apa saja yang cocok untuk rumah ini. Selera yuli dan jimin dalam menatap rumah tidak jauh berbeda.
"Kamu menyukainya?"
Mungkin sudah kesepuluh kalinya jimin menanyakan hal itu di setiap area. Lalu yuli juga selalu menjawab hal yang sama.
"Aku sangat menyukainya." itu selalu mampuh mengundang senyum kelegaan jimin.
"Jika ada yang tidak kamu suka, kita masih bisa mengganti catnya atau menata ulang." jimin terlalu khawatir dengan selera yuli yang mungkin tak sesuai dengannya.
Yuli mmenatap jimin lalu menyentuh pipinya. "Aku suka segalanya, Oppa. Sangat suka. Tidak ada yang perlu di ubah."
"Kalau begitu ayo naik ke atas, belum melihat kamar kita, kan?"
Sepertinya ini bagian yang paling di nantikan. Yuli penasaran dengan apa yang ada di lantai dua. Akhirnya yuli dan jimin akan tinggal yang di rumah yang memiliki tangga. Rumah yang saat ini yuli tinggali dengan jimin hanya punya satu lantai, tapi cukup luas dan panjang.