Park Jimin Suamiku

Park Jimin Suamiku
Episode. 82


Yuli masih belum memahami keadaan, sepertinya ada sesuatu yang terjadi. Apa itu sebuah masalah?


"Apa semua baik-bauk saja?" tanya yuli khawatir.


"Ini hanya tentang perkerjaan. Bukan masalah yang perlu kamu pikirkan. Masuklah ke mobil. Aku tidak akan membuatmu menunggu terlalu lama." jimin mengusap dagu yuli, lalu mengucup kening yuli singkat " Masuklah, tunggu aku, oke?" jimin memberi penegasan lagi.


Pada akhirnya, yuli hanya menganguk. Yuli sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk lebih bisa menghargai jimin. Yuli juga sudah sepakat bahwa yuli akan mulai percaya pada jimin. Yulitersenyum tipis lalu akhirnya berjalan menujuh mobil jimin.


Jimin bahkan menunggu yuli hingga masuk ke dalam. Dapat dari dalam mobil, tetap setelah yuli menutup kembali pintu jimin masuk ke dalam rumah dengan tergesa-gesa.


...****************...


Sepanjang perjalan, yuli terus mengamati jimin yang lebih banyak diam seperti punya beban pikiran. Dia selalu memberikan senyum setiap yuli berbicara, tapi raut wajahnya tidak bisa berbohong.


Ada masalah. Yuli yakin itu tidaklah sekecil yang jimin pikirkan. Satu tangan jimin berada di roda kemudi, sedangkan sikunya yang lain bersandar di pinggiran kaca dengan jari yang tengah memegang bibir yang entah sudah berapa lama jimin gigit sendiri.


"Oppa, bolehka aku bertanya?" yuli sangatberhati-hati memulainya.


Jimin melirik yuli sekilas. "Sepertinya pertanyaan yang penting sampai kamu harus minta izin dulu." Tangan jimin yang semula berada di pipir kini bergabung bersama tangan yang lainnya di atas roda kemudi yang sedang dibelokan ke kanan.


Ini sudah berjam-jam dan sebelum sampai ke rumah paman yuli, yuli ingin hal ini terjawab. "Aku ingin bertanya soal 'How Come'." ucap yuli liris, lebih seperti orang yang takut.


Jimin terlihat menegang. Dia menark napas. "Bukankah kita sepakat untuk tidak membaas itu lagi? Kamu sudah mendengar semuanya dari Jung Nara. Baiklah, kamu sudah tahu aturan mainnya. Apa lagi yang ingin kamu tahy?" jimin sedikit kesal, tapi dia tetap berusaha menunjukan bahwa dia tidak marah pada yuli.


Yuli sudah bertanya pada jimin tentang siapa mereka sebenarnya, tapi jimin bilang yuli tidak perlu tahy. Dia bilang itu tidaklah penting. Setiap kali yuli membahasnya, jimin selalu menghindari pertanyaan itu karena bisa merusak mood-nya. Padahal belakangan, yuli dan jimin semakin membaik. Jimin mmbangun kedekatan mereka berdua dengan sempurna sampai kadang yuli tidak tega merusak suasana pertanyaan tentang 'How Come'.


Kali ini yuli tidak bisa menahannya lagi. Yuli sangat penasaran. "Apa kamu sungguh ingin tahu sampai sedalam itu?" tanya jimin tanpa menatap yuli.


"Bukankah Oppa sudah berjanji bahwa jika kuberi kesempatan untuk mempercayaimu, kamu akan lebih terbuka?"


Jimin menghelas panjang. Dia tidak langsung menjawab. Tampak berpikir dulu selama beberapa sepuluh detik, lalu menoleh pada yuli sekilas.


"P014 adalah Seungwu," ucap jimin sedikit malas.


"Apa?!"


"Ya, dia pelindungku. Itu kenapa aku sangat membencihnya." jimin menatap lurus ke depan.


"Sebenernya, tidak, itu diack, kebetulan saja pada babakku kali ini nomornya berurutab . 12,13,14." jimin menarik napas.


"Tapi, aku yakin Seungwu menyukainya. Dia terus menawarkan pelindungan saat mengingatkanku belakangan ini. Dia ingin memiliki apa yang aku miliki, selalu seperti itu." raut wajah jimin benar-benar mendung saat jengkel.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selamat tahun baru. Semoga untuk tahun yang baru datang ini para pembaca novel park jimin suamiku selamu bahagian dan setia menungu cerita ini.