
seingat yuli, kemarin yuli membawa dua stoples, tapi kenapa hanya satu saja yang terbawa? Apa mungkin terlupa? Masalanhnya itu suu dari dokter dan tidak bisa dibeli di sembarangan tempat. Yuli pun memutuskan untuk menjauh sebentar dari suasana ramai keluarganya.
"Aku permisi sebentar," izin yuli sambil membungkuk.
Yuli berjalan masuk kekamar dan mencari ponselnya. Awalnya yuli berpikir untuk menghubungi jimin, tapi yuli mengurungkannya. Yuli khawatir jimin malah jadi memikirkan yuli. Jadi yuli memilih untuk menghubungi Seungbi Ahjumma. Yuli bisa memintanya untuk menyuruh sopir agar mengantarkan susu itu.
Yuli meletakan ponselnya di telinga , menunggu Seungbi Ahjumma menjawab teleponnya. Tidak sampai sepuluh detik menungu panggilan terjawab.
"y-ya? Nyonya?" nadanya seperti terdengar gugup.
Yuli merasakan getar dari suaranya, apalagi Seungbi Ahjumma seolah-olah mengecilkan suarannya. "kamu kenapa?" tanya yuli heran, terlebih saat mendengar suara langkah kaki samar. Sepertinya, Seungbi Ahjumma sedang menelepon sambil berjalan cepat? Seperti sedang mencari tempat tertentu untuk menelepon atau menghindari ssuatu. Seketika pikiran yuli menjadi liar?
"Ti-tidak, Nyonya. Saya tadi sedang__" tiba-tiba saja ucapan Seungbi Ahjumma terputus.
"Jangan lupa airnya jangan terlalu panas. Tolong segera siapkan, aku harus segera mandi!."
Yuli mendengar suara teriakan yang samar, terdengar jauh.
"Nyonya, maaf itu suara tetangga sebelah. Saya sedang di kebun." Seungbi Ahjumma langsung buru-buru menyambung ucapannya.
"Oh begitu....." Yuli tidak bisa berboong ketika pikirannya sudah mulai liar.
"Tadi nyonya ingin menyampikan apa?"
Yuli menarik napas. "Hmm, tidak begitu penting. Aku hanya ingin mengingatkanmu untuk mencari sepatuku yang berwarna putih. Aku meletakannya di rak sepatu, deret pertama."
"Oh, tentu Nyonya, saya mengingatnya. Saya baru ingin mencucinya."
"Baiklah." yuli mengakhiri panggilan itu, tapi dua detik sebelim panggilan itu berakhir, telinga yuli menangkap sebuah suara yang samar lagi.
Detik itu juga yuli membeku. Ada perempuan lain di rumah? Siapa? Suarannya tidak pernah yuli kenal. Asing. Namun, yuli yakin, itu suara perempuan. Dan sebenernya yang membuat yuli terkejut adalah tentang kebohongan Seungbi Ahjumma. Kenapa dia harus berbohong kalau itu suara tetangga sebelah?
Sambungannya sudah terputus, tapi ponsel itu masih melekat di telinga yuli. Mendadak, pikiran yuli semakin berkembang tak tentu arah. Yuli rasa ini adalah hal yang normal. Jimin juga tak memberi tahu apa-apa kalau itu teman atau keluarga jauhnya.
Jimin pasti mengatakannya pada yuli. Ada yang salah. Ada yang ditutupi.
Yuli terlalu ralut dalam pikirannya sampai sangat terkrjut ketika iIseul membuka pintu hingga tanpa sadar ponsel yuli terlempar dari ggenggaman dan jatuh membentur lantai sangat keras.
"Ah, Eonnie, maaf. Aku mengagetkanmu." Iseul lalu bergegas memungut ponsel yuli.
"Ah, iya. Tidak apa-apa." yuli menarik senyum agar tak membuatnya merasa bersalah.
"Ya ampun, hard case-mu retak. Biar kucek, semoga ponselmu baik-baik saja." saat membuka hard case ponsel yuli yang retak, tiba-tiba Iseul mengerutkan kening.
"Eonnie, ini apa?" Iseul menunjukan sebuah benda kecil, mirip seperti sebuah memori yang berkedip-kedip, yang dia ambil dari hard case ponsel yuli.
Yuli menerima benda itu. Jujur sejakk jimin memberikkan ponsel ini kepada uli, dia sama sekali tidak sempat membuka hard case pelindung yang terpasang. "aku tidak tahu."
Iseul ikut mengamati. "ini mirip seperti seduah alat yang pernahmuncul di film yang aku tonton. Ini seperti alat pelacak?" Iseul menatapp yuli. "jadi, kita bisa tahu orang itu pergi kemana pun karena alat ini menempel dengannya."
Yuli melebarkan matanya. "Benarkah?"
"Entalah, hanya itu yang aku tahu. Coba Eonnie tanyakan ke toko tempat membeli ponsel ini. Mungkin mereka tahu."
Detik itu juga yuli semakin berpikir, ponsel ini tidak yuli beli sendiri. Jimin yang membelinya dalam keadaan siap pakai.. Mungkinkah jimin yang memasangkannya? Jika benar ini alat pelacak, cukup masuk akal dan menjawab pertanyaan yuli kenapa jimin bisa tahu saat dia pergi menemui Jung Nara. Yuli tak tahu harus bereaksi sepert apa.
Kenapa jimin melakukan itu? Aapa dia sebegitu detelnya mengawasi pergerakan yuli? Yuli jadi berpikir, apakah alasan dia melakukan itu untuk menjaga yuli atau justru dimanfaatkan agar bisa mengendalikan yuli?