
Yuli yang benar-benar bingung harus menjawab apa kepada jimin.
"Apakah sejauh itu kau meragukanku? Kau sampai berniat untuk menyewa orang lain untuk menggantikanmu? Membuat dirimu lelah? Mengorbankan tenenagamu untuk semua itu?"
Yuli sunngguh tak menyangka jimin bisa tahu semua ini padahal rencna itu sangat mulus. Yuli benar-benar semakin saadar bahwa sampai kapan pun, yuli takkan bisa mengelabuinya.
"Kamu tidak pernah memberi tahu mengenai semuanya, jadi jangan salahkan aku ," ucap yuli sambil melipat tangan dan membuang muka.
"Untuk apa aku memberi tahu jikayang keluar dari mulutku akan selalu menjadi hal yang kau ragukan?" jimin mulai meninggikan suaranya."
"Itu semua karena kamu melibatkanku!"
"Tapi bukannya kau sudah tahu itu bukan keinginanku?!" jimin bbbales membentak .
Entah mengapa itu membuat dada yuli sesak. Jimi aju mendekati yuli, lalu jimin menatap yuli dengan tatapan kecewa
"Aku tidak akan membiarkan diriku kalah dan aku sudah bejanji pada mu untuk mengakhiri ini semua. Aku juga sudah mengatakan bahwa akusangat mencintaimu, tapi kenapa kau tidak pernah mau memahami keadaanku?!"
Jimin menarik napas panjang, yuli bisa melihat seberapa besar kekecewaan pada yuli. "Aku selama ini berusaha untuk tetap tenang karena aku membutuhkan dukunganmu untuk melewati ini. Kukira kau sudah berjanji waktu itu?!"
Pada akhirnya jimin mengungkit tentang janji yuli yang yuli buat waktu di tempat Jeongseon. Bahkan kini yuli lihst mata jimin mulai berkaca-kaca. Namun secepat itu juga jimin memejam, tak ingin kalah lagi dengan tatapan matanya.
Jimin menjadi lebih tegas lagi saat membuka matanya kembali. "Skarang, teserah dirimu . Aku akan berhenti untuk peduli jika itu yang kau mau! Jika kau ingin kulepaskan, akan aku penuhi tapi biarkan aku memangkan ini dulu, setelah itu aku akan membiarkanmu pergi dari hidupku."
Jimin menarik napas lagi kali ini tatapannya kian menajam . "Tapi untuk saat ini aku akan belajar untuk tidak mencintaimu sedalam ini lagi!"
Itu adalah kalimat terakhir jimin sebelum akhirnya pergi meninggalkan yuli yang masih berdiri diam.
Yuli tidak bisa berpikir apa pun, rasanya semuanya begitu kacau, runtuh, dan pada akhirnya merosot jatuh.
Kenapa kalimat terakhir jimin terasa begitu menyakitkan bagi yuli? Padahal itu baru kalimat, bagaimana jika jimin sudah mulai merealisasikannya? Apakah akan leih sakit rasanya? Sepertinya itulah yang akan yuli hadapi.
Mungkin jika kkisah yuli masuk ke dalam sebuah novel atau drama, mungkin dia akan mnjadi tokoh pasti akan selalu dihujat karenan terlalu lemah hanya karena pesona seorang jimin. Yuli cenderumh akan dideskripsikan sebagai karakter yang cepat luluh hanya karena satu pelukan atau ciuman.
Sebenernya semua tidak semurahan itu. Banayak hal yang yuli pikirkan sebenarnya tenang keraguannya, tentang penyesalannya dan yang paling penting adalah tentang nasip anak yuli nantinya. Bagaimana yuli menjelaskan padanya tentang keadaan sebuah keluarga yang tak utuh padannya?
Bagaimana yuli harus melalui banyak pertannyaan tentang ayahnya, belum lagi kelak jika dia melihat keluarga temannya yang lain sangat lengkap, sedangkan anaknya akan merasa sedih.
Dan satu hal benarkah yuli bisa membesarkan nya seorang diri? Yuli tak mungkin membawannya tinggal bersama keluarga bibi dan pamannya, walaupun mereka keluarga tapi mereka tidak memiliki kcocokan untuk tinggal dalam waktu yang lama. Mereka punya pola hidup yang berbeda.
Jika saja kedua orangtua yuli masih hidup mungkin dia takkan pernah punya pertimbangan seperti ini.
Pertimbangan yang lainnya tentang penyesalan. Yuli juga terkadang masih berpikir bahwa setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan fatal dalam hidupnya. Meski jimin melakukan kesalahan itu berulang kali , tapi melihat sikapmnya yuli seperti punya keinginan untuk itu.
Sekarang sososk itu benar-benar menjauhi yuli. Sudah dua minggu jimin tidak kembali kerumah. Mungkin jimin membeli rumah baru tau tnggal di tempat lain. Dulu saat jimin menjauhi yuli, jimin masih meenghubunginya. Ini benat-benar tidak ada notifikasi sama sekali. Yuli hanya tahu kabarnya dari berita . Yuli melohat *Wedding seasons* mengalami kenaikan reputasi dan dnominasikan dalam beberapa katagori penghargaan.
Itu artinya satu misi besarnya akan berhasil. Yuli tak tahu banyak apa misi yang jimin punya sampai bisa menyelesaikan semua permainan gila ini. Haruska yuli menemui jung nara lagi untuk bertanya? Itu bukan ide yang bagus.
Pagi ini terasa membosankan yuli sekarang merasa lebih banyak diam dan serng melamun. Seungbi Ahjumma bahkan selalu seduh saat yuli tak menghabiskan makanannya. Tidur yuli juga belakangan ini tidak nyenyak, sering bermimpi buruk dan paginya merasa mual serta muntah. Padahal yuli hanya makan sedikit setiap hari. Kata orang-orang di bulan kelima biasanya siklus mual sudah mulai berhenti, tapi ini kenapa yuli rasanya semakin parah?
Pikiran yuli benar-benar kacau bahkan dia rasa besok yuli harsu mengecek berat badannya, karena saat yuli berdiri di kaca yuli lihat pipinya justru semakin kurus. Padahal biasanya seorang wanita hamil an terlihat lebih tembam.
"Ini nyonya diminum dulu." Seung Ahjumma meletakan susu kemeja makan di depan uli.
Yuli hanya mengangguk pelan lalu menelan makanannya yang terasa begitu hambar, sampai akhirbya mendadak perut yuli terasa mulas. Ah, ralat ini bukan mulas tapi lebih sakit seperti hendak datang bulan. Kepala yuli yang tiba-tiba terasa bgitu berat dan yuli rasanya ingin segera berbaring saja, jadi yuli berusaha berdiri.
"Astaga, nyonya!'
Yuli yang melihat Sengbi Ahjumma menatap kursi yang baru yuli duduki tadi dan melihat bercak darah di sana. Bersamaan dengan itu yuli tiba-tibamerasakan sesuatu yang kental mengalir melewati betisnya.
Yuli menoleh ke bawah bersamaan terdengar teriakan panik Seungbi Ahjumma yang menyerap seluruh tenaga yuli. Yuli sangat syok hingga akhirnya pandangan mata yuli perlahan memudar. Yuli tak merasakan apa pun setelahnya, hanya saja uli tahu bahwa tubunya mulai limbung dn semuanya jadi gelap.