Park Jimin Suamiku

Park Jimin Suamiku
Episode. 9


"Apa ini?"


"Buka saja."


perlahan, yuli membuka isinya dan matanya melebar ketika melihat lebih dari sepulu lembar foto-fotonya yang diambil secara tidak sadar. pengambilannya sangat sempurna, lekat dan sudah didikannya sangat pas. Yuli memandang semuanya, ini diambil saat dia sedang di kafetaria sendirian untuk mengerjakan skripsinya.


Yuli menatap Jungkook tidak percaya."ini...?"


"Kumohon, jangan marah. Aku mungkin sangat tidak sopan mengambil gambarmu tanpa izin, tapi sungguh, waktu itu aku tidak bisa menahan diri untuk tidak bisa menahan diri untuk tidak mengarahkan lensaku padamu. posisi, cuaca, pencahayaan dan objeknya, sangat pas. sekali lagi, maaf kan aku." Jungkook sedikit membungkuk, menunjukkan betapa dia merasa bersalah. "Aku mengumpulkan keberanian untuk menemui-mu, tapi kau sangat jarang berada di kampus. Aku juga meminta nomormu ke Gojung, tapi kau tidak membalas pesanku. jadi, aku semakin ragu untuk menemanimu."


Yuli masih diam sembari melihat foto-foto di tangannya. Yuli bingung. Kenapa dia tidak sadar bahwa ada orang yang memotretnya saat itu?Apa karena yuli terlalu serius? Dia hanya menatap Jungkook yang masih menunggu jawabannya


Jungkook tampak semakin gelisah, dia bahkan mengusap belakang kepala." Waktu itu aku sedang mengikuti sebuah kompetisi untuk memotret dengan latar kafetaria, Aku seharusnya izin padamu dulu. Foto itu memang terlihat begitu sempurna, tapi saat aku ingin mengirimkannya hari ini, aku merasa tidak bisa. Itu bukan milikku, jadi kumbalikan semuanya padamu, lengkap dengan CD yang berisi soft file-nya. Aku menjamin bahwa tidak ada lagi soft file gambarmu padaku. Aku benar-benar minta maaf."


Yuli tersenyum tipis, perlahan dia rogoh kembali isi amplop itu dan mengeluarkan sebuah CD yang katanya berisi soft file dari semua foto yuli. lalu, perlahan, dia sodorkan padanya.


"Aku suka cara membidik-mu, menurutku kau berbakat. jadi, kuharap wajahku bisa menjadi keberuntungan agar kau menang dalam kompetisi itu."


Jungkook terkejut saat mendengar kalimat yuli. "Apa? Kau serius?"


Jungkook tak bisa menyembunyikan senyum lebarnya. "Terima kasih, aku sangat tidak menyangka bahwa...ahh. ini sulit dipercaya." Jungkook menatap yuli dengan penuh ketulusan.


Yuli juga membalas senyumnya. Entah mengapa, yuli hanya suka bagaimana caranya mengakui kesalahannya, padahal jungkook bisa saja tidak izin pada yuli. Namun, dia sangat sopan dan yuli tahu, butuh keberanian untuk itu. Mereka masih sama-sama larut dalam suasana sampai akhirnya sebuah mobil berhenti di dekat yuli.


kaca mobilnya diturunkan, menampakkan jimin yang memakai kacamata. Jimin hanya menatap yuli tanpa suara dan menggerakkan kepala, menyuruhnya untuk segera masuk. Yuli pikir Jimin sangat buru-buru, jadi dia langsung berpamitan pada Jungkook.


"Aku harus pergi."


Jungkook mengangguk dan melambat. "Terima kasih dan hati-hati."


Mobil melaju meninggalkan pekarangan kampus. Yuli masih memandangi hasil-hasil foto dari Jungkook yang luar biasa, dia tidak menyangka tidak bisa tampak secantik itu saat di foto.


"kau tampak bahagia hari ini?" Jimin berusaha tanpa menoleh pada yuli


Yuli terkekeh. "Aku hanya tidak menyangka bahwa aku bisa secantik ini saat di foto."


"Lelaki itu yang memotret-mu?" ucap jimin yang masih tidak menoleh