Park Jimin Suamiku

Park Jimin Suamiku
Episode. 90


"Sekarang kamu mengeri kan Yuli bahwa sebenarnya yang berengsek itu keluarga siapa?" Seungwu seperti menahan emosinya. "Jimin Hyung selalu membenci keluargaku hanya karena ibuku menikah dengan ayahnya. Aku tahu, kami tidak cocok, kami sama-sama gila dan berambisi untuk saling meninggalkan harga diri. Aku dan Jimin haus akan pengakuan. Tapi, keluargaku tidak sekacau keluarganya. Itulah mengapa,aku pernah mengatakan padamu jika kamu terlalu sempurna untuknya."


Yuli bisa merasakan kemarahan Seungwu , sorot matanya memancarkan semua kekecewaan apa pun tentang Jimin.


"Jika bukan karena kasihan padamu, aku takkan datang ke sini dan memberi tahu semuanya," imbulnya lagi.


Saat itu juga Yuli merasa begitu rendah dan lemah. Apa sebegitu buruk nasib Yuli hingga dia harus dikasihani dengan cara seperti ini.


rasa sakit di dada semakin meningkat. Panas di mata Yuli semakin meradang. Air seolah tak ada habisnya untuk terus mengalir, melewati pipi, jatuh ke dagu hingga membentur lantai. Yuli sampai memegang dadanya sendiri yang terasa seperti tertekan oleh benda yang begitu berat. Bernapas terasa semakin sulit karena saling berlomba dengan isak. Suara tangisan Yuli berubah menjadi jeritan, Sakin kerasnya sampai terdengar oleh Iseul. Iseul menghampiri Yuli, memeluk bahunya dan menatap Seungwu tajam.


"Apa yang kamu lakukan pada Eonnie?!"


Seungwu menarik napas, menghembuskan napasnya perlahan. Dia tetap terlihat tenang seolah tak mengatakan sesuatu yang lebih berat dari pada selamat pagi.


"Tidak ada, aku cuma menyampaikan pesan bahwa dia sudah aman. Kurasa hanya itu." Seungwu lalu merapihkan sedikit pakaiannya, dia terlihat begitu santai. "Sekarang dia bisa hidup tenang." Seungwu melangkah tanpa beban setelah mengatakan semua hal yang membuat penasaran Yuli berantakan.


"Tunggu!" teriak Yuli di sela-sela tangisan.


Seungwu berbalik. "Apa lagi?"


Yuli memperhatikannya. "Di mana Jimin sekarang?" tanya yuli dengan suara gemetar, meski Yuli sendiri tak tahu, mengapa dia menanyakan hal ini. Itu semua terjadi secara naluri.


"Kamu masih peduli dengannya, rupanya?" Itu seperti sebuah kalimat ejekan. Seungwu mengejek Yuli karena kelemahannya.


"Katakan saja!" pekik Yuli lagi.


"Kudengar dia sedang berada di salah satu rumah sakit terbaik di Seoul. Aku tidak tahu di mana. Dia akan melakukan operasi rahasia untuk menyempurnakan kehancurannya."


"Apa maksudmu?!"


Seungwu tersenyum tipis.


"Setelah kematian ibunya. Dia akan menghapus seluruh ingatannya."


Yuli sontak menutup mulut tak percaya, Yuli menggeleng keras.


"Tidak mungkin!"


Seungwu melirik jam yang berada di tangannya, lalu memandang Yuli.


"Sepertinya, sudah terlambat. Lupakan saja dia karena dia akan melupakan semua itu, termasuk dirimu."


...****************...


Yuli tidak tahu di mana Jimin sekarang. Yuli tidak tahu bagaimana keadaannya. Dan, Yuli lebih tidak tahu lagi apa yang harus dia lakukan.


Yuli sudah mencoba mencarinya, tapi sulit sekali untuk menemukannya. Firasat Yuli mengatakan bahwa Jimin juga sudah berada di Korea. Yuli tak punya kemampuan seperti Jimin untuk bisa dengan mudah menemukan apa yang dia cari. Karena Yuli hanyalah Yuli, seorang gadis biasa yang kebetulan dipertemukan takdir untuk menjalani hidup bersama Jimin.


Yuli menghabiskan hari-hari untuk merenung panjang setelah kematian Dokter Rosa dan kabar menghilangnya Jimin terangkat ke media. Keluarga dan teman-teman Yuli melindungi Yuli habis-habisan. Mereka tidak akan membiarkan media meminta keterangan Yuli saat dia datang ke pemakaman ibu mertuanya yang katanya ditemukan tewas karena kecelakaan tunggal.