Park Jimin Suamiku

Park Jimin Suamiku
Episode. 58


Semenjak Jimin mengatakan hal itu, Yuli jadi waspada. Yuli mungkin sangat mencolok terlihat tidak menikmati pesta karena beberapa rekan Jimin yang dikenalkan pada Yuli sampai bertanya apakah Yuli baik-baik saja.


Tidak. Yuli tentu tidak baik-baik saja.


Pertama, dia berasa di kalangan yang sangat asing. Semua wanita di sini menggunakan tas dan perhiasan yang tak tanggung-tanggung nilainya. Yuli sampai sesak napas dan terkadang saat tak sengaja melihat pantulan dirinya di kaca besar yang mengisi bagian sudut-sudut gedung ini, yuli bahkan sampai menunduk minder karena tidak menggunakan apa pun di leher nya. Yuli punya beberapa kalung yang lumayan bagus tapi Yuli pun berpikir jika dia pakai pun, mungkin akan di tertawakan karena harga dan model-nya takkan sebanding dengan yang di pakai wanita-wanita di sini.


Terlebih, visual semua wanita yang hadir di sini yang sangat anggun dan cantik dengan polesan make up yang begitu total. Tidak seperti Yuli yang apa adanya. Yuli sempat ingin protes pada Jimin yang bahkan mendatangkan bair stylish untuk dirinya sendiri, tapi tidak mendatangkan penata rias untuk Yuli.


"Apa dia berniat untuk mempermalukan aku di sini? Lama-lama aku benar-benar kesal." Yang ada di dalam pikiran Yuli saat ini.


"Ih astaga. dia masih begitu muda dan cantik."


Ini adalah puncak gugup Yuli ketika dia melihat wanita anggun berusia 27thn sedang memuji Yuli. Siapa yang tidak tersipu jika tidak di puji oleh wanita karier sukses seperti Kim Jira. Jimin baru saja memperkenalkan Yuli dengannya Kim Yeonguk dan istrinya.


Kini giliran Kim Yeonguk yang menatap. Astaga, jangan tanya visual seorang Kim Yeonguk. Dia bagaikan aktor drama Korea. Tubuhnya sangat proporsional. Lebih tinggi dari Jimin. Atletis dan sangat tampan. Kim-Kim couple yang sangat serasi.


"Kamu sangat jarang mengajaknya ke acara, Jimin? ini mungkin pertama kalinya kamu mengajaknya ke acara besar seperti ini," kekehnya. Kalimatnya menunjukkan kesombongan, tapi bernada candaan yang tetap hangat.


Jimin membalas senyum itu, masih dengan tidak melepaskan tangannya dari pinggang yuli. "Kemarin dia masih fokus menyelesaikan pendidikannya." Jawab Jimin dengan sok hangat. Yuli tetap mempertahankan senyum palsu tipisku. 


Yeonguk menepuk bahu Jimin pelan, lalu menatap Yuli. "Ah, kamu pasti wanita spesial karena Jimin pernah bilang padaku bahwa dia akan melajang sampai kulitnya keriput. Dia tidak menyukai pernikahan. Padahal, aku tahu itu hanya alasannya saja karena kisah cintanya selalu gagal," canda Yeonguk sambil menyenggol bahu Jimin pelan.


Ekspresi Jimin langsung berubah jadi kaget, tapi Yuli tahu Jimin berusaha menyembunyikan semua itu.


"Jimin dulu kakak kelasku waktu SMA," Kim Jira menambahi.


"Oh, benarkah?" Itu hanya reaksi basa-basi Yuli saja.


Jira mengangguk pelan, lalu menatap Jimin." Jimin-ssi, aku heran kenapa kamu berani membawa istrimu ke sini?" Kalimat ini Yuli yang terkejut. Sangat tak paham dengan kalimat itu.


"Memangnya kenapa?" tanya Yuli spontan


Raut wajah Jimin kini sudah gugup. Meskipun berusaha di sembunyikan, tetap saja terlihat. Kim Jira seakan merasa puas dengan ketegangan Jimin, lalu dia malah mengarahkan tangan nya untuk menunjukan ke satu arah. Yuli mengikuti arah tangan nya. "Kamu lihat di sana? yang memegang tas putih mantannya Jimin sewaktu SMA."


Yuli melihat seorang gadis cantik yang tengah berfoto dengan teman-temannya. visualnya mengingatkan Yuli pada salah satu personil SNSD.


"Lalu, di belah sana." Jira belum puas. "Yang sedang berdiri di dekat meja minuman. Dia adalah salah satu model terbaik di Korea. Keturunan Australia-Korea, namanya Amora. Kudengar dia pernah punya hubungan dengan park Jimin."


Yuli lagi-lagi terbuat tercengang dengan sosok wanita berambut pirang yang sangat cantik. Tinggi dan pinggulnya santan ramping. Jika dibandingkan dengan Yuli, yuli benar-benar hanya butiran pasir dan dia adalah mutiara.


Yuli muak. Lebih dari itu, Yuli muak pada dirinya sendiri yang masih saja merasa kesal dengan pembahasan ini, padahal harus nya Yuli sudah tidak peduli dengan semua itu.


"Lagi, sebelah sana, nah itu wanita yang rambutnya di sanggul, itu adalah _"


"Kim Jira." Jimin berdeham, menegur sambil melirik ke arah Yeonguk, memberikan tatapan yang seakan berbicara kepada Yeonguk untuk memperingatkan istrinya.


Yeonguk paham dengan hal itu. Dia jelas merasa tidak enak dengan jimin, terlihat dari gerak-geriknya. Yeonguk langsung mencairkan suasana dengan memanggil seorang pelayan yang lewat membawa nampan minuman.


"Ah, kita minum dulu. Kau belum mencoba ini, kan? Ini yang terbaik," Yeonguk memberikan gelas itu pada Jimin, lalu pada istrinya. Terakhir, pada Yuli. Namun, saat Yuli hendak menerimanya, Jimin lebih dulu menghalau minumannya dan berkata, "Maaf, dia sedang dalam keadaan tidak boleh mengkonsumsi minuman beralkohol."


Mereka semua terdiam.


"Astaga! Istrimu sedang hamil?" Yeonguk cepat sekali menarik kesimpulan hal itu.


Sementara Yuli saja masih kaget karena minuman yang disuguhkan tadi ternyata mengandung alkohol. Yuli benar-benar tidak tahu.


Jimin tersenyum. "Iya, cepat bukan?" Ucap Jimin penuh kebanggaan atau mungkin sedang menyombongkan diri.


Yuli tidak kelewatan saat Jimin melemparkan seringainya kepada Jira. Seolah dia mengejek atau memberi Jira balasan.


Ah, harusnya Yuli sadar. Jimin sedang mengejek Jira, karena saat Yuli membaca artikel tentang Kim-Kim couple ini, dia tak melihat keterangan bahwa mereka telah dikaruniai anak.


"Kamu belum enam bulan menikah dan sudah akan menjadi ayah. Gila! Kamu seharusnya memberi aku resepnya," ungkap Yeonguk tak menyangka.


Dari sini, Yuli bisa melihat bahwa hubungan Jimin dan Yeonguk sepertinya cukup akrab. Yuli tak menyangka mereka seakrab itu.


Jimin tersenyum tipis setelah memberikan air minum pengganti untuk Yuli pegang. Sebelum gelas yang berisikan teh lemon kini berada dalam genggaman Yuli.


"Mungkin, itu semua karena cocok. Istriku dan diriku. Kami sama-sama subur, kamu tahu?" canda Jimin , lalu menyesap minuman nya. Yuli bisa melihat betapa puasnya Jimin saat mengetahui Jira mulai kepanasan.


Itu mungkin balasan Jimin karena Jira juga sempat mempermalukan Jimin karena membeberkan mantan-mantan nya. Ah, mantan. Yuli jadi teringat dan muak lagi.


"Ah, sudahlah. Mari bersulang untuk hari ini. Aku sedang berulang tahun, seharus nya kita berbahagia." Yeonguk lalu mengangkat gelasnya untuk mulai mencairkan suasana.


Barulah, Jimin, Jira, dan Yuli ikut mengangkat gelas juga. Sedikit canggung, tapi mereka semua berusaha santai.