Park Jimin Suamiku

Park Jimin Suamiku
Episode. 101


Yuli harus berterima kasih dengan ayah mertuanya dan juga Seungwu karena merekalah yang ternyata datang saat aku tertidur sambil memeluk tape yang berisi rekaman suara Jimin. Mereka juga yang mengambil tape itu dari tangan Yuli dan mungkin saja mendengarkan lagi isinya yang sebenarnya sudah Yuli isi dengan suara Yuli di sana.


Setalah mendengarkan rekaman Jimin, Yuli tak bisa menahan dirinya untuk mengungkapkannya, Yuli memutuskan untuk menjadikan tape itu sebagai wadah dari segala yang ingin Yuli sampaikan pada Jimin.


Seluruh kalimat yang Yuli ucapkan terbawa hingga ke mimpi. Isinya sangat mirip seperti isi surat yang Yuli selipkan pada jasad Jimin dalam mimpi.


Mimpi terburuk yang terasa begitu nyata. Pantas saja, suara Yuli yang seolah membaca isi surat itu terus menggema selama mimpi itu berlangsung. Yuli benar-benar tak menyadari bahwa semua itu hanya mimpi karena tak pernah mengalami mimpi sepanjang dan selama itu.


Ayah mertua Yuli dan Seungwu memberikan rekaman suara Yuli itu pada Jimin yang sebenarnya juga dalam keadaan yang tidak sepenuhnya sadar. Katanya, mereka memasangkan itu ke telinga Jimin dan beberapa detik setelahnya, Jimin membuka matanya dan mengingau tak jelas.


Operasi percobaan pertama telah dilakukan oleh Jimin yang membuatnya bingung dengan keadaan. Jimin sampai melupakan beberapa hal kecil dan butuh sekitar beberapa hari untuk menenangkan dirinya dan mendengar kembali rekaman Yuli, lalu memutuskan untuk menemui Yuli tepat di hari Yuli menjalani operasi Caesar.


Yuli juga tak tahu sejak kapan Yuli dibius untuk menjalani operasi. Yuli sulit mengingatnya, mungkin karena setelah mendengar rekaman Jimin, Yuli jadi semakin sering gagal untuk fokus. Sebab, setelah mendengar rekaman Jimin, hari-hari Yuli menjadi semakin berat.


Namun semua itu sudah berakhir karena kini setiap kali Yuli membuka mata, Yuli selalu melihat Jimin ada di sana. Setiap kali Yuli memanggilnya, Jimin akan selalu menjawab dan setiap kali Yuli ingin menatapnya, Jimin selalu ada di sana.


Seperti saat Jimin tengah menggendong Jiyu. Jimin menculik Jiyu dari tangan Yuli satu menit setelah Jiyu tertidur nyenyak usai meminum ASI. Itu sudah menjadi kebiasaannya sejak Yuli keluar dari rumah sakit beberapa hari lalu.


Jimin yang memberikan nama pada anak mereka, Park Jiyu. Jimin rupanya sudah mempersiapkan nama itu sejak pertama mereka tahu jenis kelaminnya. Yuli sangat bahagia karena Jimin terlihat begitu menyayangi Jiyu. Itu tidak diragukan lagi.


"Apa kita perlu memotong kukunya? Kurasanya ini mulai panjang, aku khawatir itu akan melukai wajahnya jika dia menggaruk atau tak sengaja mengusap pipinya." ucap Jimin.


Yuli yang semula duduk di ranjang menghampiri mereka berdua. Yuli meraih tangan kecil anaknya yang tengah tertidur dalam gendongan ayahnya. Yuli menyentuhnya dengan berhati-hati.


"Hmm, iya seperti-nya begitu." Yuli lalu menatap Jimin dengan tatapan ragu. "Tapi, aku sangat takut memotong kukunya. Bagaimana ini?"


Jujur, Yuli memang takut. Biasanya yang memotong kukunya adalah perawat. Meskipun sudah di beri tahu caranya, tetap saja yuli masih takut.


Jimin tertawa. "Baiklah, kalau begitu biar aku saja."


"Oppa bisa?" Yuli menaikkan sebelah alisnya


. .