Park Jimin Suamiku

Park Jimin Suamiku
Episode. 49


Yang makin luar biasa, Yuli tidak menyangka mereka mengundang beberapa musisi terbaik yang tampak bahagian, mereka semua bagaikan anak SMA yang sedang menghadiri konser pertama idola mereka. Energinya benar-benar terasa di sini semangat muda, semangat tanpa beban. Semangat muda-mudi Korea Selatan. Semuanya terasa semakin meriah saat semburan air dengan warna yang beragam dari berbagai arah mulai menyerang.


Yuli beruntung karena pertama, Yuli tidak membawa ponsel. Kedua, Yuli sudah meletakkan tasnya di mobil sebelum dia ke sini. Tapi, tak bisa dipungkiri bahwa tubuh Yuli benar-benar basah dan penuh warna. Beruntung, sebagai penutup mereka menyemburkan air bersih, jadi bubuk warna yang tadinya sangat kental melekat di pakaian bisa mulai menghilang.


Jungkook membawa Yuli keluar dari kerumunan dan mereka tersengal-sengal saking lelahnya. Yuli memang tidak banyak melompat karena masih sadar kondisinya, tapi Yuli juga tak bisa menahan dirinya untuk ikut berteriak. Ya ampun, Yuli seperti merasa menjadi anak SMA lagi.


Acara ini benar-benar seru! Yuli merasa sangat senang! Baru kali ini dia merasakan kesenangan sebesar ini sejak menikah.


"Menyenangkan?" tanya Jungkook sambil mengusap sambil mengalungkan kembali kameranya di leher.


Yuli mengangguk antusias. "Kamu mendapat banyak gambar saat acara bagus?"  Yuli lihat tadi Jungkook juga mengabadikan gambar saat acara berlangsung.


"Cukup memuaskan," jawab Jungkook dengan senyum lebar.


"Terima kasih sudah menemaniku mengambil gambar. Aku senang kalau kamu tak menyesal kuajak ke sini."


Yuli mengusap wajah dan baju yang sangat basah. Lalu, menghela napas. "Baiklah, aku sangat basah. Aku harus pulang." Yuli bisa menggigil jika terus di sini.


Jungkook memudahkan senyuman. "Oh, baiklah. Hati-hati."


Yuli berbalik. Sialnya, saat baru melangkah Yuli nyaris terpeleset akan jatuh jika saja Jungkook tidak menahan tubuh Yuli.


Jantung Yuli berdebar kencang. Bukan karena berada dalam dekapan Jungkook, melainkan khawatir jika membahayakan janin Yuli. Yuli masih membeku, terdiam bahkan saat Jungkook membantunya menegakkan badan.


"Kamu tak apa?" ternya Jungkook khawatir. Bahkan, secara refleks tangannya memegang kedua bahu Yuli dia juga menatap wajah yuli dengan teliti.


Yuli menyadari hal itu, lebih tepatnya menyadari kedekatan mereka. Jadi, Yuli segera berkedip. "Aku_"


"Nyonya _"


Seketika pandangan Yuli teralih pada sosok lelaki kemeja putih dan rompi hitamnya. Daewoo, sopir baru yang di tugaskan Jimin khusus untuk mengantar Yuli ke mana pun Yuli pergi. 


"Mari pulang sekarang, Nyonya." Bisa Yuli lihat dia berucap dengan raut wajah ketakutan.


"Ah?" Yuli masih melongo. Detik berikutnya Yuli mencoba tenang. "Hmm, baiklah. tapi nanti mampir ke toko pakaian dulu. Aku harus mengganti baju." Yuli hanya menghindari risiko Jimin sudah ada di rumah lebih dulu dan melihat Yuli pulang dengan keadaan seperti ini.


"Maaf, Nyonya. tapi kita harus kembali sekarang juga," tegasnya lagi.


"Kenapa?"


"Karena ini perintah tuan."


Yuli menegang sejenak. Firasat Yuli mendadak tidak enak. Namun, sekali lagi. Yuli mencoba tetap tenang. "Baiklah, tapi aku tidak mungkin pulang dengan keadaan seperti ini. Aku tidak mau Jimin tahu."


"Tuan sudah tahu, Nyonya."


Melangkahkan kaki ke rumah tidak pernah terasa semenegangkan ini. Yuki masuk ke rumah dan langsung disambut oleh Seungbi Ahjumma yang membawakan Yuli handuk.


"Mari Nyonya, saya sudah menyiapkan keperluan anda untuk mandi."


Yuli semakin terkejut. Jadi, semuanya benar-benar sudah dipersiapkan untuk mengatur kedatangan Yuli. Jimin benar-benar sudah tahu apa yang Yuli lakukan di kampus?


"Di mana Jimin?" tanya Yuli saat Seungbi Ahjumma mengantarnya ke kamar.


"Sedangkan di halaman belakang."


"Aku ingin menemuinya."


"Sebaiknya Nyonya mandi dulu, agar bisa segera mengganti baju."


Yuli menghela napas kesal ketika sampai di depan pintu. "Aku bisa mandi sendiri," ucap Yuli lalu menutup pintu kamar agak keras.