Park Jimin Suamiku

Park Jimin Suamiku
Episode. 33


"Karena hanya kau yang membuatku tertarik untuk menjalaninya. Pacar-pacarku sebelumnya terlalu penuntut, sedangkan aku tak punya banyak waktu." Jimin lalu mulai mengendurkan pelukannya. "Maafkan aku."


Yuli menutup sendiri wajahnya, tidak berpikir posisi karena biar bagaimanapun yuli juga tak bisa lari. Yuli merasakan Jimin menyingkirkan rambut yuli ke samping hingga leher bagian belakang yuli bisa dia cium lagi. "Tapi, sekarang aku mencintaimu. Aku jadi punya semangat buat hidup."


Yuli masih terisak. Dia juga sangat lemas. Bahkan saking lemasnya, yuli pasrah saja saat Jimin memutar tubuh Yuli untuk menghadap padanya.


"Aku sudah memutuskan semuanya saat aku pergi kemarin. Aku sampai mengharapkan ponselku sendiri untuk menghilangkan semua nomor wanita yang pernah ada di hidupku." Jimin mengakui dia hal di sini. pertama kebohongannya tentang ponselnya yang hilang. kedua, dia mengaku masih menyimpan banyak nomor wanita dan bisa jadi mereka masih sering berhubungan.


Ya Allah, si bodoh yuli ini benar-benar sangat bodoh karena terlalu mencintai suaminya yang gila itu!


"Yuli dengar." Jimin mengangkat kepala yuli agar menatapnya.


"Saat aku bilang, aku mencintaimu. Aku tidak bercanda, aku mulai menyukainya saat pertengkaran kita dan aku mengusirmu. aku biasanya tidak akan menyesal dan meminta maaf pada wanita yang telah membuatku marah sampai memancing emosiku. Karena, aku ini tipe pengingat. sekali aku dibuat kesal, aku akan terus mengingatnya jadi aku malas melanjutkan hubungan jika sudah pernah bertengkar." Jimin mengecup sisi bibir yuli yang pelan, berusaha meredakan Isak yang masih keluar dari mulutnya. Yuli tahu, dia melakukan itu agar yuli percaya bahwa dia sangat mencintainya.


"semenjak saat itu, aku percaya bahwa aku bisa mengendalikan semua ini. Aku masih punya harapan untuk menjadi orang yang normal." Jimin menatapku, memberikan senyuman harapan.


"Aku akan berusaha untuk menyelesaikan permainan ini, dan keluarga dari sana. Lalu, kita akan hidup normal." ucap Jimin bagai janji.


Yuli menggeleng."Aku tidak tahu, aku tidak_"


"Bantu aku, Yuli...bantu aku...."Jimin memohon pada Yuli.


"Tidak ada yang kututupi lagi padamu. Jadi aku mohon, tetaplah bertahan untukku, aku akan menyelesaikan semua misi gila itu."


"Aku akan menggunakan waktu yang tersisa untuk menyelesaikan misi ini," ucap Jimin saat memeluk Yuli.


Seketika yuli langsung bertanya."Memangnya sisa berapa lama?"


"Sembilan bulan." ucapan Jimin.


Dari sana, Yuli langsung mengerti, bahwa alasan Jimin meminta yuli untuk cepat hamil adalah karena punya kekhawatiran tidak bisa menyelesaikan misi itu.


"Dan jika kau gagal?" tanya Yuli.


Jimin memeluk yuli erat."Kamu tak akan melihatku lagi."


Seketika, yuli menangis semakin keras. Di antara semua kalimat menyakitkan Jimin hari ini, yang paling menyakitkan adalah yang baru saja terucap dari bibirnya. Yuli menggeleng, lebih tidak ingin itu terjadi.


Jimin terus membisikan maaf di telinganya, seolah keputusan bodoh itu selalu membayangi kepalanya dan membuatnya menyesal setiap detiknya.


"Kalau begitu, jangan pergi dariku." ucap Jimin di dekat telinga Yuli.


Yuli membalas pelukannya erat, berusaha melupakan sudah berapa banyak wanita yang memeluknya seperti ini. Tapi biar bagaimanapun yuli masih ingin bersamanya, Hati yuli masih ingin memberinya satu kesempatan. pada akhirnya, dia hanya bisa mengangguk sebagai ganti dari kalimat bahwa yuli tidak akan pergi. Dia akan bertahan sekali lagi, untuknya. untuk seseorang yang yuli cintai, park Jimin.