Mafia Couple Love

Mafia Couple Love
Extra part 3


Setiap pulang kerja, Fino selalu menyempatkan waktunya untuk melihat perkembangan putranya yang sedang belajar les private untuk anak usia dini seperti Malfin. Guru les privat nya di datangkan langsung dari negara A dan sangat profesional untuk mengembangkan motorik halus dan motorik kasar untuk anak usia dini seperti Malfin.


Malfin sangat pandai belajar dan dengan cepat tanggap, mampu mengaplikasikan ilmu dari guru les privat nya. Milan begitu senang melihat putranya tumbuh kembang dan semakin pintar.


"Ini cemilan untuk mu sayang"ucap Milan yang menghampiri putranya yang baru saja mengikuti les privat.


"Makasih mama, adik bayi mana?"ucap Malfin.


"Adik bayi sedang tidur nak, baby sister sedang menjaganya"ucap Milan sambil tersenyum.


"Malfin habiskan cemilannya ma"ucap Malfin.


"Iya, mama tinggal dulu, takutnya adik bayi terbangun"ucap Milan lalu bergegas menemui anaknya.


Malfin begitu lahap menikmati cemilan sehat yang khusus di buatkan oleh mamanya.


"Papah" teriak Malfin yang melihat kedatangan papahnya.


Malfin langsung berlari memeluk papahnya.


"Apa Malfin sudah belajar?"ucap Fino sambil mengelus punggung putranya.


"Sudah pah, baru saja mis Qiqey pulang"ucap Malfin, kemudian melepaskan pelukannya.


"Oh, jadi hari ini Malfin belajar tentang apa?" Ucap Fino.


"Malfin belajar, menghitung, membaca, menyusun gambar dan mewarnai gambar"ucap Malfin.


"Bagus, Malfin harus rajin belajar biar bisa seperti papah"ucap Fino sambil mengelus punggung putranya.


"Iya Pah, ayo kita temui mama dan adik bayi"ucap Malfin sambil menarik tangan papahnya.


"Iya nak, tapi papah harus mandi dulu, sebelum menemui adik bayi"ucap Fino sambil tersenyum.


Kini Fino tengah menggendong baby Morgan, sedangkan Malfin tampak senang mencari perhatian kepada adiknya. Baby Morgan tampak tertawa terbahak-bahak melihat tingkah lucu kakaknya. Fino hanya mampu tersenyum dan ikut bercanda gurau bersama anak-anaknya. Milan datang membawa cemilan dan jus buah untuk mereka.


"Hai adik bayi, yeeey ha ha ha"ucap Malfin yang tengah menghibur adiknya.


Baby Morgan tampak aktif menggerakkan tangan dan kakinya sambil tertawa terbahak-bahak. Milan yang melihat hanya mampu tersenyum kemudian menghampiri mereka.


Muachhh muachhh muachhh


Milan memberikan ciuman kepada ketiga kesayangannya.


"Heboh benar ya main bersama baby Morgan, sampai-sampai suara kalian terdengar di ujung tangga"ucap Milan sambil mengelus pipi gembul baby Morgan.


Mereka kembali tertawa terbahak-bahak melihat tingkah baby Morgan yang semakin menggemaskan yang sedang tersipu malu.


Sementara di tempat lain.....


Sarah tampak bahagia dengan kehadiran sosok yang dirindukannya selama ini, akhirnya bisa berkumpul bersamanya. Sarah tampak telaten menyiapkan makan malam untuk keluarga nya bersama dua pelayan wanita.


Terlihat anak perempuan yang begitu cantik dan imut sedang membantunya menyusun peralatan makan di atas kursi.


"Makanannya sangat lezat ya ma "ucap anak perempuan cantik yang sudah ngiler dengan masakan mamanya.


"Rania, cepat panggil yang lainnya sayang"ucap Sarah tersenyum.


"Baik ma"ucap anak perempuan yang bernama Rania.


Rania bergegas menghampiri orang yang tengah berkumpul di ruang keluarga.


"Papah, kakak, Oma. Makanannya sudah siap, ayo kita makan malam bersama"ucap Rania yang begitu cantik dan imut saat berbicara.


"Iya sayang"ucap Omanya sambil tersenyum.


"Rania bantu papah ya"ucap Rania yang menghampiri papah nya.


"Papah bisa sendiri sayang"ucap lelaki yang duduk di kursi roda.


"Iya, tak perlu bantu papah"ucap anak laki-laki di sampingnya.


"Kak Raka selalu saja jutek kepada ku"ucap Rania sambil cemberut.


"Soalnya kamu begitu cerewet"ucap Raka, kemudian mendorong kursi roda papahnya.


Rania hanya mampu mengikuti langkah kaki mereka hingga tiba di meja makan.


Sarah mulai mengambilkan makanan beserta lauk pauk nya untuk suami dan anak-anak nya. Mereka mulai makan malam bersama dengan suasana tenang tanpa adanya obrolan.


"Rania selalu mendoakan papah agar cepat sembuh. Kalau Rania sudah besar, Rania akan mencari orang yang sudah membuat papah seperti ini dan meminta pertanggung jawaban kepadanya"ucap Rania dengan mulut komat Kamit.


"Sayang nggak boleh berkata seperti itu, Papah seperti ini karena mendapatkan musibah, Tuhan sudah mengatur segalanya, hingga memberikan cobaan kepada hambanya "ucap Sarah yang kembali menasihati putrinya.


"Tapi ma...".


"Mama tidak ingin Rania selalu mengucapkan kata seperti itu"ucap Sarah tegas.


"Baik ma"ucap Rania menunduk.


Sementara lelaki yang tengah duduk di kursi roda tampak tersenyum sambil menarik putrinya, kemudian memeluknya dengan erat.


"Benar kata mama sayang"ucap lelaki itu sambil mencium puncak kepala putrinya.


Terlihat Raka yang duduk di samping mamanya hanya mampu menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Aku pun berpikiran seperti Rania, aku harus mencari orang yang sudah membuat papah seperti ini. Batin Raka, anak lelaki yang berumur 8 Tahun.


Sarah kembali mencairkan suasana dengan bercanda gurau bersama putri kecilnya yang begitu cantik dan imut. Terlihat semuanya tampak tertawa bersama, kecuali Raka yang selalu saja bersikap dingin dan kaku saat berkumpul bersama keluarga nya.


Hari terus berlalu hingga berganti tahun. Keluarga kecil Fino selalu saja di berikan kebahagiaan. Kedua anaknya tumbuh kembang dengan baik dan semakin pintar saja.


Malfin sudah berumur lima tahun, sedangkan adiknya sudah berumur satu tahun enam bulan. Malfin selalu menjaga adik nya dengan baik dan selalu mengajaknya bermain bersama. Seperti saat ini, Malfin mulai bermain bersama Morgan adiknya.


Fino dan Milan hanya mampu memperhatikan kedua putranya yang begitu kompak.


"Sayang, bagaimana kalau kita tambah anak lagi?"ucap Fino sambil mendekap istrinya dengan penuh kasih sayang.


Milan hanya diam sambil memperhatikan kedua putranya.


"Lihat sayang, Malfin hanya bermain dengan Morgan, sepertinya tidak seru jika mereka bermain berdua saja"ucap Fino lalu mencium gemes pipi istrinya.


"Mas, jika tuhan kembali memercayakan kita untuk memberikan kita keturunan, mau tidak mau aku siap kembali hamil"ucap Milan tersenyum.


"Semoga, sepertinya aku harus bekerja keras lagi kepadamu. Bagaimana kalau kita ke kamar saja sayang"ucap Fino yang kembali menggoda istrinya.


Milan membulatkan matanya melihat ke arah putranya.


"Mas".


"Hemm"ucap Fino yang sedang mencium puncak kepala istrinya.


"Mas Fino"ucap Milan dengan suara lantang yang mampu mengagetkan suaminya.


"Lihat mereka"teriak Milan.


Fino ikut membulatkan matanya melihat kedua putranya.


"Pah ma, Malfin bersama adik Morgan punya mainan baru"ucap Malfin yang tengah memegangi sebuah pistol.


"Jauhkan mainan itu dari kalian"teriak Fino.


"Aku coba ya pah"ucap Malfin yang mengarahkan pistolnya ke arah Fino.


"Tidakkk"ucap Milan dan Fino kompak yang langsung menghampiri putranya.


Malfin tampak menarik pelatuk pistolnya hingga suara tembakan menggema di ruangan itu. Sebuah lukisan kuno menjadi target utama Malfin. Fino langsung merebut semua pistol yang di pegang putranya.


"Ini benda yang sangat berbahaya untuk kalian, dari mana Malfin mengambil pistol ini"ucap Fino tegas.


"Di ruang kerja papah"ucap Morgan yang sudah pandai berbicara.


"Mulai sekarang kalian tidak boleh memegang benda seperti ini"ucap Fino.


"Malfin sebenarnya pernah melihat papah menggunakan benda ini dan papah terlihat keren. Tapi kalau Malfin sudah besar, bolehkan pah?"ucap Malfin sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Hemm boleh, asalkan kalian menjadi orang cerdas dan hebat"ucap Fino yang tidak tahu harus menjawab apa.


"Terima kasih pah"ucap Malfin kemudian memeluk papahnya, Morgan pun melakukan hal yang sama seperti kakaknya.


Milan hanya mampu tersenyum, kemudian ikut memeluk kesayangannya. Sungguh kebahagiaan selalu menghampiri keluarga nya. Milan selalu berharap kedepannya mereka selalu di berikan kebahagiaan.


Aku sudah mengabulkan permintaan teman-teman semua dengan menghadirkan extra part nya 🤧


Cukup sampai di sini extra part nya ya, semoga kalian suka.


Terima kasih atas dukungannya selama ini, sampai jumpa di lain kesempatan 🙋