
Keesokan harinya…
Milan bangun pagi-pagi setiap harinya, dan hal yang pertama ia lakukan adalah mengecek kondisi baby Malfin. Setelah memastikan semuanya aman, Milan lalu melangkahkan kakinya untuk membangunkan Fino yang masih saja meringkuk di bawah selimut.
“Mas bangun, bukankah pagi ini mas ada rapat”ucap Milan dengan lembut, sambil mengguncang lengan suaminya.
“Hemm”gumam Fino di bawah selimut.
“Ya sudah, aku ke kamar dulu untuk menyiapkan pakaian kantor mas”ucap Milan kemudian melangkahkan kakinya menuju kamarnya yang masih bersebelahan dengan kamar baby boy.
Milan mulai memilih setelan jas untuk suaminya, lanjut memilih dasi yang cocok untuk setelan jasnya, kemudian Milan menggantungnya di depan pintu lemari pakaian. Sehingga Fino tidak perlu lagi kerepotan untuk memilih setelan jas yang cocok untuknya. Semuanya tampak beres, terdengar pintu kamarnya terbuka yang menampilkan sosok Fino yang baru saja bangun tidur berjalan masuk menuju toilet. Milan geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya, kemudian Milan kembali melangkahkan kakinya turun ke bawah.
Terlihat para pelayan sudah sibuk menyiapkan sarapan untuknya.
“Selamat pagi nyonya”sapa Bi Sri yang sedang mengawasi para pelayan wanita menyiapkan sarapan untuk majikannya.
“Pagi bi, oh iya bi Ros mana? Aku cuman ingin menanyakan tentang stok buah stroberi masih banyak atau tidak?”ucap Milan yang tengah duduk di kursi meja makan.
“Bi Ros bersama Sasa ke toko swalayan untuk berbelanja kebutuhan dapur nyonya, nanti saya sampaikan”ucap Bi Sri.
“Iya bi”ucap Milan sambil mengupas buah jeruk.
“Kalau begitu, saya permisi nyonya”ucap Bi Sri, kemudian undur diri, karena pekerjaannya masih banyak di belakang.
Begitu pun dengan para pelayan wanita mulai meninggalkan meja makan.
Fino sudah rapi dengan setelan jasnya dan selalu saja terlihat tampan dan kharismatik. Fino memilih keluar dari kamarnya berjalan menuju kamar baby Malfin. Sebelum berangkat ke kantornya, Fino selalu saja melihat kondisi baby Malfin. Dua baby sister mulai menjaga baby Malfin, mereka dengan cepat membungkukkan badannya saat menyadari majikannya mulai mendekati baby Malfin. Dua baby sister mulai memberi jarak kepada majikannya.
“Pagi nak Malfin, ayo bangun nak, ikut papah kerja yuk”ucap Fino sambil menyentuh kening baby Malfin.
Sedangkan baby Malfin masih saja tertidur dengan pulas nya. Fino kembali menatap buah hatinya dengan penuh kasih sayang. Fino lalu mencium kedua pipi gembul baby Malfin dengan penuh kasih sayang.
Dua baby sister yang melihat pemandangan tersebut hanya mampu tersenyum tipis.
“Kalian harus menjaga baby Malfin dengan baik, dan jangan lalai dalam bekerja”ucap Fino tegas.
“Baik tuan”ucap Mereka kompak.
Fino kemudian melangkahkan kakinya menuju ruang makan, tampak Milan sudah berada di meja makan dan sedang mengisi piringnya dengan potongan sandwich dan buah segar.
“Pagi sayang”ucap Fino, kemudian mencium kening istrinya.
“Pagi mas, ayo sarapan bareng”ucap Milan sambil tersenyum.
“Hemm”.
Fino kemudian duduk di samping istrinya dan mulai menikmati sarapan bersama-sama. Setelah selesai sarapan, Fino kemudian berpamitan kepada istrinya.
“Aku lembur malam ini dan seminggu lagi, aku akan ke negara A untuk mengurus masalah perusahaan ku di sana”ucap Fino.
“Jangan lupa temui keluarga mu mas”ucap Milan sambil tersenyum.
“ Aku kerja dulu sayang, jaga baby Malfin dengan baik. Jika ada masalah, cepat hubungi aku”ucap Fino yang mengalihkan pembicaraannya, kemudian mencium kening istrinya.
“Hati-hati mas, jangan telat makan”ucap Milan sambil mencium punggung tangan suaminya.
“Hemm”
Fino kemudian melangkahkan kakinya keluar rumah, tampak mobil mewahnya sudah terparkir di halaman rumah. Sang supir kemudian dengan sigap membukakan pintu mobil untuknya, Fino lalu masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang. Kemudian sang supir dengan cepat masuk ke dalam mobil, lalu melajukan mobil tuannya menuju perusahaan Alexander Group.
Sementara di tempat lain tepatnya di Negara A…..
Para penghuni kediaman Mayer tampak sibuk bersiap-siap di malam hari. Rupanya mereka akan mengadakan pertemuan dengan ketiga belah pihak di hotel Rimar. Tampak Rissa begitu cantik dan anggun dengan gaun Sabrina berwarna merah yang melekat indah di tubuh rampingnya. Rambutnya di buat sedikit bergelombang di bagian ujungnya, sehingga terkesan manis di pandang, untuk riasan wajahnya masih berkesan natural dengan pewarna bibir merah merona. Tuan John hanya mampu tersenyum melihat penampilan putrinya yang begitu sempurna.
“Papah sudah siap”tanya Rissa yang juga tersenyum melihat papahnya.
“Kamu cantik sekali nak, pasti lelaki pilihan papah tergila-gila dengan kecantikan putriku”ucap Tuan John yang memuji kecantikan putrinya dengan senyuman yang selalu saja menghiasi wajahnya yang sudah menua.
“Terima kasih papah, kak David mana? Kok masih belum turun sih”ucap Rissa yang kembali melihat ke arah tangga.
“Dia meminta kita untuk pergi lebih awal, nanti juga dia akan menyusul nak”ucap Tuan John.
“Ya sudah pah, sebaiknya kita berangkat”ucap Rissa sambil memegangi lengan papahnya.
“Iya nak, papah tidak enak hati kalau datang terlambat nantinya”ucap Tuan John.
Rissa kemudian menggandeng tangan papahnya keluar rumah, tampak mobil mewah berserta supir pribadinya sudah menunggu kedatangannya. Rissa dan tuan John masuk ke dalam Mobil, kemudian di susul oleh supir pribadinya. Mobil pun melaju meninggalkan kediamannya dan mulai membelah jalan raya yang tampak lenggang.
Sementara David masih saja membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur yang hanya berbalut handuk. Sepertinya David baru saja membersihkan tubuhnya.
“Siapa kira-kira wanita pilihan papah untukku, papah bahkan memiliki banyak rekan bisnisnya yang selalu saja ingin dijodohkan denganku. Aku semakin pusing saja, masalah perusahaan begitu banyak dan hubungan kerja sama dengan perusahaan Damanik menimbulkan kembali masalah baru, argghhh”ucap David sambil menjambak rambutnya.
“Aku bahkan sedang menjalin kasih dengan Hanum Maharani, si model cantik ambassador produk perusahaan otomotif ku”ucap David sambil tersenyum tipis.
“Sepertinya aku harus berpura-pura untuk menerima perjodohan ini”ucap David dengan seringai licik di wajahnya.
David kemudian berjalan menuju ruang ganti untuk bersiap-siap.
Sementara di hotel Rimar yang merupakan hotel milik tuan John tampak dua belah pihak keluarga sedang duduk bersama di sebuah ruangan VIP yang begitu tertutup. Kedua belah pihak keluarga sedang duduk bersama di meja panjang berbentuk lonjong sambil menunggu kedatangan pihak keluarga satunya. Pertemuan tersebut untuk membicarakan perihal perjodohan anak-anak mereka. Tampak Rissa sudah duduk di samping papahnya, sambil menunduk malu.
Astaga apa aku bermimpi, ternyata lelaki yang ingin dijodohkan papah dengan ku adalah si bujang lapuk. Batin Rissa sambil memegang tengkuknya.
“Saya sangat senang dengan perjodohan anak-anak kita bung Herman. Secepatnya kita akan melangsungkan pernikahan mereka secara bersama-sama”ucap Tuan John pada calon besannya.
“Saya hanya serahkan kepada ponakan sayang tuan John, yang jelas saya hanya ingin melihat ponakan saya menikah dan hidup bahagia”ucap tuan Herman.
“Bagaimana nak Jones, apakah kau setuju dengan perjodohan ini”ucap Tuan John yang menatap penuh selidik lelaki di hadapannya.
“Saya setuju om”ucap Jones cepat dengan bibir bergetar.
Sangat jelas terlihat wajah Jones sedikit gugup berhadapan dengan calon mertuanya.
“Ah syukurlah, om sangat senang mendengarnya. Kita tunggu kembali calon besan saya yang masih berada di perjalanan”ucap Tuan John yang tampak bahagia.
Rissa dan Jones mulai curi-curi pandang dengan tatapan sulit diartikan.
Gadis manja ini yang akan menjadi jodohku? dan akan hidup bersamaku nantinya. Semoga aku bisa merubah sikapnya menjadi sedikit dewasa. Batin Jones yang melirik tajam Rissa.
“Sudah dulu saling tatap-tatapannya, nanti saja di lanjutin setelah halal”ucap tuan John sambil tergelak tawa.
Tuan Herman ikut tertawa bersama-sama dengan tuan John, keduanya tampak bahagia dengan perjodohan anak-anak mereka. Sementara Jones dan Rissa menjadi gelagapan karena tertangkap basah oleh orang tuannya.
“Pah, keluarga calon untuk kak David mana. Kok belum datang juga?”ucap Rissa sambil menunduk.
“Sabar sayang, masih di jalan”bisik tuan John kepada putrinya.
“Oke deh”ucap Rissa dan tatapannya kembali bertemu dengan Jones. Rissa dengan cuek baek mengalihkan pandangannya.
Siapa ya calon kak David, aku penasaran banget untuk melihatnya. Batin Rissa yang mulai dilanda penasaran.
“Ahh itu dia, mereka sudah datang sayang”ucap Tuan John yang langsung bangkit dari duduknya.
Rissa dan Jones membulatkan matanya melihat sosok keluarga untuk calon David. Sementara Tuan John langsung menyambut kedatangan keluarga calon besannya.
“Senang bertemu dengan mu tuan Alvin”ucap Tuan John yang saling merangkul bersama dengan tuan Alvin.
“Anda masih saja tidak berubah tuan John”ucap tuan Alvin lalu melepaskan rangkulannya.
“Selamat atas kelahiran cucu pertamanya”ucap tuan John yang terlihat bahagia.
“Sama-sama, nanti juga cucu kedua kami akan menyusul”ucap tuan Alvin dengan candaannya.
Tuan Herman ikut menyambut tuan Alvin dan bersalaman bersama. Jones dan Rissa kemudian ikut menyalami punggung tangan tuan Alvin.
“Silahkan duduk tuan Alvin”ucap tuan John Ramah.
Tuan Alvin kemudian duduk bersama dengan tuan John dan lainnya.
“Tante Ira dan Lexa mana om?”ucap Rissa dengan penuh tanda tanya.
“Mereka masih di toilet”ucap Tuan Alvin.
Aku benar-benar tidak percaya bahwa wanita pilihan papah adalah keluarga om Alvin. Batin Rissa.
Sementara wanita pilihan yang akan dijodohkan dengan David masih saja berada di dalam toilet. Wanita tersebut masih menatap dirinya di dalam cermin.
Bismillah, semoga ini yang terbaik untukku dan demi kebahagiaan keluargaku. Batin wanita itu.
“Siapa kira-kira lelaki yang akan di jodohkan untukku”gumam wanita itu, kemudian sedikit memperbaiki hijabnya yang tampak miring.
Tak berselang lama kemudian, Nyonya Ira dan Lexa mulai muncul di balik pintu ruangan. Terlihat Lexa begitu cantik dan anggun dengan balutan muslimah model syar'i dengan warna senada dengan ibunya yakni warna biru navi. Tampak Lexa begitu gugup bertemu dengan lelaki yang di jodohkan untuknya.
“Itu mereka, ayo sayang bergabung bersama kami”ucap tuan Alvin.
Rissa dan Jones juga ada di sini, ada apa ya?. Batin Lexa.
Kini Ketiga belah pihak keluarga tengah duduk bersama, mereka semua sedang mengobrol bersama sambil menunggu kedatangan David.
Tap
Tap
Tap
Langkah kaki seseorang mulai terdengar di ruangan itu, Rissa dan Jones dengan cepat mengalihkan pandangannya ke sumber suara.
“Kak David sudah datang pah”ucap Rissa antusias sambil tersenyum.
Sementara Lexa masih saja menunduk malu di hadapan para orang tua. David tercengang melihat ketiga belah pihak keluarga yang tengah duduk bersama. Dan lebih tercengang lagi, saat ia melihat wanita yang tidak begitu asing baginya tengah duduk sambil menunduk.
David lalu duduk di kursi kosong yang tersedia untuknya yang berhadapan langsung dengan wanita pilihan papahnya. Terlihat Lexa begitu risih terus ditatap tajam oleh David.
“Karena semuanya sudah berkumpul, dan sudah mengenal satu sama lain. Saya hanya ingin sampaikan kepada anak-anakku, berbahagialah dengan pilihan papah nak”ucap Tuan John dengan mata berkaca-kaca.
“Saya ingin menanyakan satu pertanyaan kepada nak David”ucap Tuan Alvin yang langsung angkat bicara.
“Baik tuan Alvin saya akan menjawab pertanyaan anda”ucap David.
“Tak perlu seformal ini nak David, ini bukan kantor. Lagian sebentar lagi kita akan menjadi keluarga. Panggil saja om”ucap Tuan Alvin. “Pertanyaannya, apakah nak David memiliki kekasih?”ucap tuan Alvin memastikan.
“Tidak om, saya tidak memiliki kekasih. Saya sangat menyetujui perjodohan ini”elak David cepat yang berpura-pura menerima perjodohan itu.
Lihat saja, wanita sok pintar ini harus bertekuk lutut dihadapan ku. Jangan hanya bersikap sok pintar dan menjatuhkan reputasi ku di hadapan rekan-rekan bisnisku. Mantan gadis cacat yang menyedihkan. Batin David sinis.
“Baiklah, karena semuanya setuju dengan perjodohan ini, ada baiknya kalian bertunangan malam ini. Papah sudah menyiapkan segalanya untuk kalian” ucap Tuan John.
Kedua pasangan itu membulatkan matanya, setelah itu ia pun memilih diam dan menerima semua ucapan tuan John yang sudah menjadi final.
Dua pelayan mulai membawa nampan yang berisi kotak cincin.
Jones dan Rissa yang melakukan pertunangan pertama. Terlihat keduanya sudah mengenakan cincin di jari manis keduanya. Dan terlihat jelas wajah keduanya tampak malu-malu kucing.
Selanjutnya giliran David dan Lexa yang berdiri di tengah-tengah ruangan. David kemudian menyematkan cincin pertunangannya di jari manis Lexa. Begitu pun sebaliknya. Terlihat Lexa begitu gugup berhadapan dengan sosok lelaki yang pernah ia jatuhkan di hadapan rekan bisnisnya.
Kau akan menyesal menerima perjodohan ini, mantan gadis cacat menyedihkan, cih. Batin David.
Ya Allah semoga perjodohan ini yang terbaik untukku. Batin Lexa.
Bersambung…
Aku tambahin sedikit bumbu-bumbu cerita tentang pasangan yang baru saja bertunangan. antara David dengan Lexa dan Jones dengan Rissa.
Mohon maaf bila alurnya tidak sesuai harapan teman-teman semua 🙏🙏🙏
terus dukung author ya teman-teman 🙏🙏🙏
terima kasih 🙏🙏🙏