
Milan berhasil melayangkan tamparan keras ke wajah Fino, sungguh ia benar-benar geram dengan ucapan Fino. Sedangkan Fino hanya mampu memegangi wajahnya yang terasa ngilu.
“Jadi kau lelaki brengsek itu”ucap Milan dengan suara meninggi yang langsung menatap Fino dengan tatapan membunuhnya.
Fino masih saja memegangi wajahnya yang terasa ngilu.
“Ya..akulah lelaki brengsek itu”ucap Fino dingin.
Deg
Bagaikan tersambar petir di siang bolong mendengar pengakuan suaminya. Milan langsung menutup mulutnya, karena saking shock nya mendengar ucapan Fino.
“Kau lelaki brengsek, mengapa sejak awal kau tidak jujur kepadaku, bahwa kau yang sudah menyentuhku di club malam, hah!. Aku bahkan terus mencari lelaki brengsek itu sampai saat ini, ternyata lelaki brengsek itu, kau..kau sudah menyentuhku lalu pergi begitu saja, bahkan kau sudah menghancurkan kehidupanku”ucap Milan dengan mata berkaca-kaca yang sudah tidak lagi berbicara formal kepada suaminya, bahkan memukul-mukul dada bidang suaminya.
“Ya aku memang pantas disebut sebagai lelaki brengsek, karena habis menyentuhmu aku meninggalkanmu tanpa jejak” ucap Fino sambil tersenyum tipis yang sedang memegangi tangan istrinya.
“Lepaskan tanganku”ucap Milan ketus dengan tatapan membunuhnya.
Fino lalu melepaskannya. Air mata Milan kembali membasahi wajahnya, namun dengan cepat Milan menghapusnya dengan kasar. Sungguh Fino tidak tega melihat istrinya menangis di hadapan nya.
“Tapi satu hal yang ingin ku pertanyakan kepadamu. Apakah tidak salah jika seorang suami menyentuh istrinya?”ucap Fino dengan penuh tanda tanya.
“Apa maksud ucapan mu, kau tidak usah membual”ucap Milan marah lalu memalingkan wajahnya. “Kau memang lelaki jahat, pantas saja aku membencimu selama ini”ucap Milan geram yang memilih berbalik badan membelakangi suaminya.
“Begini kah caramu memperlakukan suamimu hah!. Ingat baik-baik Milan, aku melakukan semua itu demi menolong mu di club malam itu. Aku begitu kasihan kepadamu, karena kau menjadi korban penjebakan Zayn dan anak buahnya, bahkan mereka membuat rencana untuk melecehkan mu dengan memberi mu obat liar. Tidak hanya itu, anak buah zayn kembali menjual mu kepada dua lelaki bandot tua, bahkan kau hampir saja menjadi santapan kedua lelaki bandot tua itu. Untungnya aku dapat menggagalkan mereka dan dengan cepat menolong mu. Aku pun tidak tinggal diam, aku menghajar anak buah Zayn dan kedua bandot tua habis-habisan dan menghancurkan bisnis yang dijalankannya”ucap Fino yang terus menceritakan kejadian tersebut, sambil menahan emosinya dihadapan Milan.
Milan hanya diam mendengar ucapan Fino, ia pun kembali menangis tersedu-sedu, dan sesekali menghapus air matanya yang terus saja membasahi wajahnya.
“Kau memang tidak ingat kronologisnya Milan, karena malam itu, kau dalam pengaruh obat liar. Kau bahkan tidak mengenali dirimu sendiri, dan saat itulah untuk pertama kalinya, aku dihadapkan dua pilihan, antara dirimu dengan pernikahanku yang sebentar lagi akan dilangsungkan. Tapi, aku tetap memilihmu, karena aku tidak ingin kau tersiksa dengan pengaruh obat liar. Sehingga dengan terpaksa, aku menikahi mu di kamar VIP ku club malam itu”ucap Fino sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.
Milan tak bergeming di tempatnya, ia mulai terisak mendengar seluruh ucapan Fino barusan.
“Jadi, bagaimana menurutmu, apakah aku salah jika menyentuh istriku sendiri”ucap Fino dengan mata berkaca-kaca.
Lagi-lagi Milan terus saja menangis dan sama sekali tidak berpaling ke arah suaminya.
“Maafkan aku Milan, karena aku tidak jujur kepadamu waktu itu, aku sama sekali tidak punya pilihan lain. Aku pikir semua itu hanya sebuah kejadian tidak terduga, karena pada akhirnya kita kembali dipersatukan dalam sebuah ikatan pernikahan”ucap Fino yang bersimpuh di belakang istrinya, sambil mengulurkan tangannya, menggenggam tangan istrinya.
Milan lalu berbalik badan dan ia pun membulatkan matanya melihat sosok suaminya sedang bersimpuh kepadanya. ia pun dengan cepat menyuruh suaminya untuk berdiri.
“Tolong berdirilah, jangan bersikap seperti ini”ucap Milan sambil terisak.
“Aku akan berdiri, tapi kau harus memaafkan ku terlebih dahulu”ucap Fino dengan mata berkaca-kaca.
“Berdirilah tuan, aku sudah memaafkan mu”ucap Milan sambil terisak.
Fino lalu berdiri dan langsung menghambur memeluk istrinya. Milan pun ikut memeluk suaminya.
“Tolong jangan membenciku, karena aku tidak ingin jauh darimu. Aku takut kehilangan dirimu, karena aku sangat mencintaimu Milan, sangat sangat mencintaimu”ucap Fino yang mengungkapkan perasaannya dengan tulus, dari lubuk hatinya yang paling dalam, sambil mencium puncak kepala istrinya.
“Aku tidak membencimu tuan, terima kasih karena sudah menolongku. Aku juga ingin meminta maaf kepadamu, karena aku tidak berkata jujur kepadamu tentang kehamilanku dan malahan menjauhi dirimu”ucap Milan dengan suara seraknya yang kembali menangis.
Fino lalu melepaskan pelukannya, kemudian menatap manik mata istrinya.
“Kau tidak perlu minta maaf, karena aku pun juga salah. Jangan pernah menangis lagi, hatiku jadi sakit melihatmu menangis. Kau hanya perlu bahagia berada di sisiku istriku”ucap Fino sambil menghapus sisa air mata istrinya.
“Terima kasih suamiku, karena selalu memperhatikanku, kau memang penolongku”ucap Milan sambil tersenyum.
Milan pun begitu bahagia manakala Fino selalu saja mengatakan kata cinta. Keduanya kembali berpelukan.
"Aku juga mencintaimu suamiku tuan Fino Alexander"ucap Milan sambil tersenyum.
Keduanya kembali tertawa mendengar ucapan nya.
"Kau sudah pandai mengikuti ucapan ku"ucap Fino sambil mencium kening istrinya dan kembali memeluknya dengan penuh kasih sayang.
"Ha ha ha, aku belajar dari mu"ucap Milan disertai gelak tawanya.
Cukup lama mereka berpelukan, setelah merasa puas keduanya melepaskan pelukannya.
"Apa perutmu tidak kenapa-kenapa sayang, sedari tadi aku memeluk mu"ucap Fino yang baru tersadar dengan ulahnya.
Milan hanya mampu menggeleng pelan. Fino lalu menuntun istrinya ke tempat tidur. Keduanya kembali duduk di pinggir tempat tidur sambil tatap-tatapan.
"Apa masih sakit"ucap Milan yang mengulurkan tangannya menyentuh sudut bibir suaminya yang sedikit lebam karena ulahnya.
Fino tersenyum sambil menaikkan salah satu alisnya.
"Ya sudah biar aku obati"ucap Milan lalu mulai bangkit dari duduknya yang ingin mengambil kotak obat.
"Tidak perlu"ucap Fino yang kembali menarik tangan istrinya untuk duduk kembali. Milan kembali duduk sambil memperhatikan kembali hasil tamparannya di wajah suaminya.
"Kau ingin mengobatinya"ucap Fino sambil tersenyum tipis.
"Iya, aku ingin mengobatinya tuan"omel Milan cepat.
Fino tampak gemes melihat tingkah laku istrinya, kemudian ia pun memajukan wajahnya hingga semakin dekat dengan wajah istrinya.
Cup
Fino berhasil mencium bibir ranum istrinya.
"Itu obatnya"ucap Fino yang tergelak tawa, karena melihat tingkah bingung istrinya.
"Loh"ucap Milan yang masih saja bingung sambil memegangi bibirnya.
"Aku mandi dulu sebaiknya kamu beristirahat dulu"ucap Fino lalu bangkit dari tempat tidur.
Milan kembali tersenyum, karena baru ngeh dengan ulah suaminya.
"Dasar mesum"ucap Milan yang merona.
"Apa kau ingin mandi bersama ku"ucap Fino yang kembali menggoda istrinya.
"Aku bisa sendiri, jangan lama-lama dalam toilet, soalnya aku juga ingin mandi tuan"ucap Milan sambil menunduk yang tersipu malu.
Terima kasih tuan Fino, ternyata kau lelaki yang ku cari selama ini. Pantas saja aku selalu merindukanmu selama berada di desa Sabang. Ternyata kau adalah ayah malaikat kecilku. Sungguh tuhan selalu mengatur skenario hidup manusia dengan penuh lika-liku. Batin Milan sambil tersenyum tipis.
Bersambung.......
Terima kasih atas dukungannya teman-teman 🙏🙏🙏.