Mafia Couple Love

Mafia Couple Love
Penyelamatku


Tidak pernah kita sadari hal yang membuat seseorang mampu berbuat sesuatu di luar batas kemampuan logika manusia, hanya untuk mendapatkan kesenangan semata, berbagai cara harus ia lakukan demi terpenuhinya sesuatu yang di dambakan ataupun yang diinginkan. Terkadang hati kecil manusia tidak pernah salah, jika insting seseorang sudah menyelimuti pikirannya, maka yakin dan percaya semua hal yang diinginkan haruslah terwujud secepatnya.


Tampak sosok wanita sedang di rantai di sebuah kamar mewah. Kedua tangan dan kakinya dirantai disetiap sisi tempat tidur. Dengan sisa tenaganya, wanita tersebut masih saja memberontak untuk lepas. Keringatnya mulai bercucuran membasahi wajahnya. Pakaiannya pun sudah berganti dengan piyama tidur yang begitu seksi. Sehingga jika ia memberontak pakaian tersebut tersibak hingga memperlihatkan paha mulusnya, dia adalah Milan yang berhasil di culik oleh sekumpulan lelaki berbadan kekar, hingga dikurung di sebuah kamar mewah.


“Lepaskan aku”teriak Milan dengan sisa tenaganya yang masih saja memberontak di atas tempat tidur. Namun tidak ada yang mampu mendengar teriakannya, karena hanya dia seorang yang berada di dalam kamar tersebut.


Sedangkan di sebuah ruangan lain, seorang lelaki misterius bersama anak buahnya sedang menikmati wine sebagai tanda keberhasilan mereka menangkap wanita yang diincarnya. Lelaki yang di panggil tuan besar duduk di sebuah meja khusus yang dikelilingi tiga wanita cantik nan seksi untuk menemaninya minum.


“Siapkan aku obat kuat Jip, agar aku tetap hebat bercinta dengan gadis manis ku”ucap lelaki misterius itu, lalu meminum kembali wine yang diberikan oleh wanita di sampingnya.


“Baik tuan besar”ucap lelaki yang bertampang garang yang dipanggil dengan nama Jip.


Lelaki yang di panggil Jip lansung menjalankan perintah tuannya ke sebuah ruangan khusus obat-obatan terlarang, kemudian tak berselang lama kemudian, ia pun kembali menghampiri tuannya dengan membawa segelas minuman yang diyakini sebagai obat kuat.


“Ini tuan besar yang anda inginkan”ucap Jip yang langsung menyodorkan segelas minuman kepada tuan besarnya.


“Bagus, aku tidak sabar untuk menemui gadis manis ku”ucap lelaki misterius itu yang tidak lain adalah tuan Alberto, sambil tersenyum dengan seringai licik di wajahnya. Ia pun beralih meminum minuman yang diyakini sebagai obat kuat hingga tak tersisa.


“Ahhhh”sambil geleng-geleng kepala tuan Alberto merasa puas, ia ingin secepatnya menuntaskan hasratnya kepada wanita yang di kurungnya. Sungguh tuan Alberto tidak ingin membuang-buang waktunya hanya untuk bersama para anak buahnya. Sementara wanita pujaan hatinya sudah menempati kamar mewahnya.


“Kalian semua bersenang-senanglah, karena aku ingin menemui gadis manis ku”ucap tuan Alberto diselingi gelak tawa.


Ia pun berjalan sepoyongan menuju kamar wanita pujaan hatinya, sambil di bantu berjalan oleh kedua bodyguardnya. Kini tuan Alberto sudah berada di depan pintu kamar wanita pujaan hatinya,


“Tambahkan 5 teman kalian untuk menjaga kamarku, aku tidak ingin ada seseorang yang masuk ke dalam kamar ini. Ingat itu tak terkecuali dengan Gabriela, apa kalian paham!”ucap tuan Alberto tegas.


“Siap tuan”ucap kedua Bodguard itu kompak.


“Bagus, aku masuk dulu”ucap tuan Alberto dan langsung masuk ke dalam kamar tersebut kemudian menguncinya.


Milan yang melihat keberadaan lelaki yang selalu saja cari masalah dengannya begitu marah besar.


“Lepaskan aku tua bangka”teriak Milan dengan tatapan membunuhnya.


Sementara tuan Alberto hanya menatapnya tanpa berkedip, melihat pemandangan indah di depan matanya. Setelah itu, ia pun menyunggingkan senyum mesumnya.


“Aku tidak akan mengampunimu tua Bangka. Aku bersumpah akan merobek-robek jantungmu”teriak Milan dengan kemarahan yang menggebu-gebu.


“Ayolah sisahkan tenagamu gadis manis untuk kita bercinta, jangan berteriak seperti ini”ucap tuan Alberto yang berjalan kearah tempat tidur. ”Asal kau tahu, semua wanita tidak pernah berpaling dariku hingga aku di katakan sudah tua. Bahkan aku akan mendapatkan wanita yang aku inginkan termasuk dirimu gadis manis”.


“Kau akan menyesali perbuatanmu tua Bangka”ucap Milan dengan tatapan membunuhnya dengan keringat yang semakin menjadi-jadi di tubuhnya, padahal kamar tersebut ber Ac.


Tuan Alberto hanya menatapnya dengan hasrat yang semakin tinggi untuk menikmati tubuh wanita pujaan hatinya. Ia pun lalu membuka jasnya dan melemparnya ke sembarang arah. Lanjut membuka satu persatu kancing kemejanya. Sementara Milan terus memberontak dengan tangan dan kaki yang terantai, sambil memejamkan matanya terlintas wajah Fino di pikirannya.


“Tuan Fino selamatkan aku”teriak Milan yang sedang memejamkan matanya. Entah mengapa lelaki dibencinya terus menari-nari dipikirannya hingga meminta pertolongan terhadapnya.


“Aku paling tidak suka jika seorang wanita menyebutkan lelaki lain. Diamlah…lelaki yang kau sebut itu tidak akan menolong mu, ia sedang berada di Negara lain”ucap tuan Alberto yang sudah melepas kemejanya dan beralih melepaskan celana panjangnya hingga tersisa hanyalah boxernya.


Tuan Alberto berkali-kali menelan salivanya menatap tubuh Milan yang tampak menggoda, iapun membungkukkan badannya sambil mengulurkan tangannya untuk menyentuk kaki jenjang Milan sambil tersenyum mesum.


Milan kembali memberontak di atas tempat tidur. Sambil berteriak keras memenuhi kamar tersebut.


“Tidak…jangan menyentu..”


Brakk…


Pintu kamar itu terbuka menampilkan sosok lelaki tampan yang berwajah dingin. Milan langsung menatap kearah lelaki di ambang pintu yang begitu dikenalinya yang baru saja ia sebut namanya untuk menyelamatkan nya dari si tua bangka. Sedangkan Tuan Alberto lansung berbalik badan menatap sang empu yang berani membuka pintu kamarnya.


“Ternyata aku salah kamar”ucap lelaki tersebut lalu berbalik badan.


“Tuan Fino tolong aku”teriak Milan sambil bersikeras ingin membuka rantai yang melilit di tangan dan kakinya.


Pintu kamar tersebut kembali tertutup, sementara tuan Alberto sempat terkejut dan panik, karena ia tidak tahu dengan pasti bahwa lelaki yang dihindarinya sudah berada di negara B.


Namun ia tidak ambil pusing dan ingin kembali melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda. Tuan Alberto kembali mengulurkan tangannya untuk menyentuh apa yang diinginkannya.


”Tuan Fino tolong aku, selamatkan aku dari tua Bangka b****k ini, kumohon”ucap Milan dengan suara seraknya yang sudah kesekian kalinya berteriak.


Dor


Tembakan kesasar mengenai bingkai foto yang terpajang di kamar itu hingga terjatuh di lantai.


Milan berusaha melihat kearah pintu kamar yang kembali terbuka, namun tidak ada sosok seseorang yang melakukan tembakan. Tuan Alberto tidak ingin menunda waktunya, hasratnya sudah menyelimuti pikirannya. Ia pun langsung merangkak naik ke tempat tidur untuk cepat menuntaskan hasratnya. Namun sesuatu terjadi di luar dugaannya.


Dor


Timah panas mengenai betis kirinya, tuan Alberto langsung meringis kesakitan memegangi betisnya. Ia pun berusaha turun dari tempat tidur, seorang lelaki sudah menodongnya pistol dari arah belakang. Tuan Alberto hanya mampu menaikkan kedua tangannya tanda menyerah. Fino langsung mengunci kedua lengan tuan Alberto, kemudian menendang keras kedua lutut tuan Alberto hingga bersimpuh di kakinya.


“Tuan Fino”ucap Milan dengan Mata memerah.


Dor


Dor


"Berikan padaku" ucap Fino dingin yang meminta rantai besi itu.


Milan langsung mendekat ke arahnya dan memberikan apa yang dimintanya.


Fino langsung melilitkan rantai besi itu di leher tuan Alberto dengan keras.


"Ampuni sa-saya tuan Fino"ucap tuan Alberto yang bersimpuh di kaki Fino yang sudah tidak dapat mengeluarkan suaranya.


Fino kembali melilit rantai besi itu dengan kasar di leher tuan Alberto dengan tatapan membunuhnya. Sungguh ia tidak terima melihat wanitanya di perlakukan tidak manusiawi oleh tuan Alberto.


Fino kemudian menghajar membabi buta wajah tuan Alberto, kemudian lanjut menendang perut tuan Alberto berkali-kali hingga muntah darah. Tuan Alberto terkapar di lantai dengan kesakitan yang teramat luar biasa. Fino lalu membuka jaketnya dan melemparnya ke arah Milan yang sedang jadi penonton pertarungan mereka.


"Gunakan itu bodoh, aku tidak suka tubuhmu di nikmati oleh orang lain" ucap Fino dingin lalu kembali menendang perut tuan Alberto.


"Bangun" ucap Fino dingin dengan tatapan tajam. Sambil menarik kembali rantai besi yang melilit leher tuan Alberto.


Wajah babak belur tuan Alberto yang sudah tidak berdaya kembali diseret. Fino lalu mengeluarkan belati kesayangannya.


"Beraninya kau ingin menyentuh wanita ku hah!"ucap Fino dengan suara lantang.


Tuan Alberto sudah tidak berdaya, ia sudah ko dan tidak mampu melakukan apa-apa hanya ajal yang akan menjemputnya di depan mata.


Srekkk


Fino berhasil memotong pergelangan tangan tuan Alberto yang ingin menyentuh kaki wanitanya yang sangat jelas ia lihat di depan mata.


"Biar saya yang melenyapkannya tuan Fino" ucap Milan yang sudah memegang lengan Fino.


Fino menatap tajam Milan, namun Milan dengan lancangnya mengambil belati kecil dari tangan suaminya.


Hiyaaaa.


Milan terus menusukkan belati kecil itu di perut tuan Alberto hingga mengenai jantung nya.


"Aku sudah bersumpah akan merobek jantung mu tua bangka" ucap Milan dengan tatapan membunuhnya. Kemudian ia pun terus menusukkan belati kecil itu di jantung tuan Alberto hingga darah segar mulai mengalir di tangannya.


Tuan Alberto sudah tewas di tangan sepasang Mafia itu.


"Sudah hentikan, dia sudah tewas" ucap Fino dingin. Kemudian menarik tangan Milan ke sebuah toilet kamar itu untuk membersihkan percikan darah segar yang mengenai pakaian mereka.


Di dalam toilet, keduanya hanya diam sambil membersihkan percikan darah di pakaian mereka. Setelah itu, mereka lalu berjalan keluar dan kembali melihat tuan Alberto yang sudah tewas berlumuran darah.


Tanpa basa-basi Fino langsung menggendong Milan dan membawanya keluar dari kamar tersebut. Tampak para anak buah tuan Alberto berjatuhan di lorong resort hotel.


"Tuan turunkan aku" ucap Milan pelan yang sedang memegangi leher suaminya.


"Jangan membantah, atau aku melempar mu keluar dari hotel ini" ucap Fino dengan ancamannya yang terus berjalan di lorong hotel.


"Terima kasih, kau penyelamatku" ucap Milan pelan yang menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.


Kau penyelamatku tuan Fino. Batin Milan sambil tersenyum tipis.


Fino hanya diam, dengan wajah datarnya.


Kini mereka sudah berada di parkiran hotel. Tampak segerombolan anggota The Tiger bersama Chiko sudah berada di sekitaran hotel dan langsung menghampiri ketuanya.


"Siapa yang menyuruh kalian ke tempat ini" ucap Fino dingin yang masih menggendong Milan.


"Saya tuan" ucap Chiko sambil memegangi tungkuknya.


"Bereskan tempat ini, bakar hotel ini hingga tak tersisa" ucap Fino dingin.


"Siap tuan"ucap mereka kompak dan langsung mengerjakan perintah tuan nya.


Kemudian Fino memasukkan Milan dengan hati-hati ke dalam mobil sport hitamnya. Tampak awan hitam sudah menyelimuti bangunan hotel tersebut, kemudian si jago merah mulai melahap bangunan hotel tersebut.


Fino dan Milan hanya menyaksikan di dalam mobil. Milan tersenyum manis ke arah Fino hingga membuat jantung Fino berdebar hebat. Tak ingin melewatkan kesempatan, Fino langsung mencium bibir ranum istrinya. Cukup lama mereka berciuman yang disaksikan oleh si jago merah. Setelah puas, Fino langsung menancap gas meninggalkan lokasi tersebut menuju kediamannya.


Bersambung.....


Mohon maaf bila alurnya tidak sesuai 🙏.


Terima kasih untuk seluruh teman-teman tanpa terkecuali yang sudah memberikan dukungannya terhadap cerita Mafia Couple Love 🙏.


Terima kasih juga untuk pihak NT yang sudah mengganti cover Mafia Couple Love yang begitu keren abissss🤗. Aku sangat menyukainya 😁