
Mata perawat gadungan menerawang seluruh bayi di dalam inkubator. Ia pun tersenyum kemenangan dengan seringai licik diwajahnya, saat melihat salah satu bayi yang begitu tampan dan sangat familiar wajahnya.
Aku menemukan bayi kecilnya. Akhirnya rencanaku bisa terwujud juga. Gabriela, kau sangat pandai, untungnya kau menggunakan cara licik dengan memakai topeng penyamaran, ha ha ha. Batinnya.
Ya dia adalah Gabriela, sosok wanita yang ambisius untuk menghancurkan Fino Alexander. Ia begitu setia kepada boss besarnya dan akan melakukan cara apapun demi misi yang dijalankannya, termasuk membahayakan nyawanya sendiri, yang jelas satu tujuannya bisa terkabulkan.
Gabriela terlebih dahulu mendekat lebih dekat pada inkubator bayi Milan dengan Fino. Ia pun mengulurkan tangannya untuk menyentuh inkubator tersebut.
“Sepertinya alat medisnya harus disingkirkan terlebih dahulu, sebelum membunuhnya”gumamnya sambil tersenyum sinis.
Saat menyentuh inkubator baby boy, Gabriela terlonjat kaget, karena tiba-tiba saja berbunyi dan mengeluarkan suara alarm yang begitu heboh seperti tanda kebakaran. Beberapa pihak medis yang mendengar suara tersebut, langsung mendekat pada inkubator baby boy.
“Mengapa bisa berbunyi sih, sial!, ada-ada saja ini”gumam Gabriela karena mendengar langkah kaki para medis yang mendekat ke arahnya.
Gabriela tidak peduli, ia pun dengan cepat menjalankan rencananya untuk menghabisi bayi tersebut. Gabriela dengan kesal menarik semua alat medis pada tubuh si bayi. Sehingga membuat sosok baby boy terbangun dari tidur panjangnya dan lansung mengerjapkan mata beningnya mencari-cari sesuatu yang ingin dilihatnya, padahal kenyataannya baby boy belum bisa melihat suasana dunia sepenuhnya, berhubung umurnya belum genap untuk dapat melihat kehidupan dunia. Setelah itu, baby boy langsung menangis sekencang-kencangnya, bahkan raut wajahnya kembali memerah.
“Hei apa yang kau lakukan”teriak dokter wanita yang sudah mendekat ke arah Gabriela bersama dua perawat wanita dan dokter laki-laki.
Gabriela yang tertangkap basah, langsung berbalik badan dan menatap tajam dokter wanita tersebut, kemudian dengan cepat mendorongnya, hingga dokter wanita terjatuh ke lantai, sementara dokter lelaki yang melihat kejadian itu, ikut membantu rekannya. Dokter lelaki itu ingin memberi pelajaran kepada Gabriela, namun Gabriela keburu kabur karena mendengar alarm gawat darurat di ruangan tersebut.
Dokter wanita kemudian bangkit, lalu dengan cepat menghampiri baby boy yang sudah menangis histeris. Dokter wanita itu dengan sigap memasang kembali peralatan medis di tubuh si bayi. Namun baby boy terus saja menangis sekencang-kencangnya. Dokter wanita kembali memeriksa kondisi tubuh si bayi, setelah itu ia pun tersenyum sambil menghembuskan nafasnya dengan perasaan lega. Sedangkan dokter lelaki yang bersamanya ikut tersenyum melihat baby boy menangis dengan histeris.
“Bayi nona Milan mulai mengalami perkembangan dengan cepat, lihatlah ia pun sudah mampu menangis seperti ini. Ini merupakan suatu kemajuan terhadap tumbuh kembang si bayi dengan kondisinya yang terlahir prematur”ucap dokter lelaki tersebut sambil tersenyum.
Baby boy kembali menghentikan tangisnya, setelah itu matanya pun kembali sayup dan tak berapa lama kemudian, baby boy kembali tertidur.
“Iya dok, syukurlah, kondisi bayinya mulai mengalami kemajuan”ucap Dokter wanita yang tersenyum kepada rekannya.
Sementara Gabriela begitu buru-buru keluar dari ruangan tersebut, namun langkahnya kembali di hentikan oleh enam anggota The Tiger yang sedang menghadangnya.
Gabriela yang di hadang oleh mereka dengan cepat memilih kabur dan berlari kencang menghindari para anggota The Tiger, namun di depan sana tampak seseorang sudah berdiri tegak membelakanginya. Gabriela dan anggota The Tiger menghentikan aksi kejar-kejarannya.
Gabriela beserta anggota the tiger membulatkan matanya melihat orang tersebut berbalik badan. Gabriela mengepalkan tangannya melihat orang tersebut, sementara para anggota the tiger hanya memberikan kode kepada rekannya untuk menangkap Gabriela.
“Apa urusanmu menghadangku”ucap Gabriela marah kepada lelaki dihadapannya.
“Kau sudah mencoba melakukan pembunuhan terhadap tuan muda”ucap lelaki tersebut yang tidak lain adalah Chiko.
Bagaimana mungkin Chiko kembali berada di rumah sakit, yang jelas itu tidak penting. Saat ini Chiko harus membereskan wanita jahat di depannya.
Tak berapa lama kemudian, beberapa anggota The Tiger kembali muncul dibelakang Chiko.
Chiko langsung memberikan kode kepada anggota the tiger, lewat kedipan mata untuk segera menangkap Gabriela. Sementara Gabriela masih berusaha melawannya, namun tetap saja sia-sia. Ia pun hanya mampu pasrah saat tangannya sudah di borgol oleh anggota The Tiger. Gabriela lalu di seret dengan paksa keluar dari rumah sakit.
Chiko memilih menghubungi tuannya terlebih dahulu. Setelah itu, barulah ia mengikuti langkah kaki anak buahnya keluar dari rumah sakit.
Saat sudah berada di belakang rumah sakit, Gabriela kembali mencoba untuk kabur, ia pun mulai memberontak menggunakan kakinya, sambil melayangkan tendangan kepada kedua anggota the tiger yang memeganginya.
Chiko yang juga sudah berada di area belakang rumah sakit yang tampak sepi, ia pun begitu kesal melihat Gabriela yang terus saja memberontak. Chiko lalu mengeluarkan pistolnya di balik saku jasnya. Chiko langsung menembak kaki bagian Kiri Gabriela tanpa ampun.
Dor
Sementara Gabriela langsung meringis kesakitan dengan luka tembak pada kaki kirinya.
Aku tidak akan mengampuni kalian, awas saja sebentar lagi anggota XX akan menolongku. Batin Gabriela yang berusaha menahan sakitnya.
"Kau akan mendapatkan hukuman yang lebih pantas untuk mu atas tindakan mu. Karena kau!, sudah berani menyentuh tuan muda"ucap Chiko dengan tatapan membunuhnya yang begitu marah besar kepada Gabriela.
Gabriela pun tertawa terbahak-bahak, rasa sakit di kakinya mampu ia tahan. Bahkan topeng penyamarannya terlihat jelas di wajahnya yang begitu pilu. Chiko yang melihatnya, dengan kesal menarik topeng penyamarannya.
Mata Chiko langsung membulat sempurna melihat wajah asli Gabriela yang mirip dengan istri tuannya.
"Ha ha ha, aku sangat licik lelaki bodoh, kau sama sekali tidak tahu tentang ku"ucap Gabriela dengan sinis.
Chiko pun mengepalkan tangannya dengan marah, ia pun kembali menarik rambut Gabriela dengan kesal.
"Setelah ini, tamatlah riwayat mu wanita jahat"ucap Chiko dengan penuh amarah.
Tak berselang lama kemudian, mobil yang membawa Fino tiba di rumah sakit. Fino bersama Milan dengan cepat turun dari mobil. Ia pun berjalan sambil bergandengan tangan masuk ke dalam rumah sakit. Tak lupa ia pun kembali menghubungi Chiko untuk membereskan wanita tersebut.
"Bereskan wanita itu"ucap Fino dingin diujung telpon.
"Baik tuan"ucap Chiko dengan penuh hormat.
Fino langsung mematikan ponselnya dan berjalan dengan penuh rasa khawatir menuju ruangan bayinya.
Chiko langsung menjalankan yang di perintahkan tuannya.
“Bawa dia ke markas”ucap Chiko dingin.
“Kalian semua, kembali melakukan penjagaan ketat di area ini, aku tidak ingin terjadi kejadian seperti ini. Selidik gerak-gerik dokter dan perawat yang mencurigakan. Jangan sampai muncul kembali dokter dan perawat gadungan seperti ini”ucap Chiko tegas.
“Baik tuan Chiko”ucap mereka kompak dan juga menghormati Chiko karena memiliki jabatan tinggi dalam anggota The Tiger.
Anggota The Tiger kemudian memasukkan Gabriela ke dalam mobil. Setelah itu mobil pun melaju meninggalkan tempat tersebut. Sedangkan Chiko ikut meninggalkan tempat tersebut sambil mengikuti mobil anak buahnya yang sudah menjauh.
Sementara Fino dan Milan sudah berada di dalam ruangan baby boy yang kembali mengenakan pakaian steril.
Milan tampak penuh kasih sayang menatap bayinya di dalam inkubator, begitu halnya dengan Fino. Sementara dokter wanita yang menangani baby boy mulai menjelaskan perihal kondisi baby boy yang sudah mengalami kemajuan.
Milan kembali khawatir saat baby boy kembali menangis dengan histeris. Karena untuk pertama kalinya ia melihat bayinya menangis seperti itu.
eyaaaa
eyaaaa
"Dok, kenapa dengan bayi saya"ucap Milan dengan khawatir.
"Jangan khawatir nona, baby boy baik-baik saja. Mungkin dia ingin di gendong oleh anda"ucap dokter wanita sambil tersenyum ramah.
"Apa saya sudah bisa menggendongnya dok?"tanya Milan dengan mata berkaca-kaca.
"Sudah bisa nona, coba anda mencobanya"ucap dokter wanita. Kemudian memindahkan beberapa alat medis yang masih melekat di tubuh si bayi.
Untuk pertama kalinya Milan menggendong bayinya lewat pengawasan dokter. Mata Milan terus saja berkaca-kaca sambil menenangkan bayinya yang sedang menangis. Fino hanya mampu tersenyum melihat istri dan anaknya, sungguh suatu pemandangan indah dengan keluarga kecilnya.
"Aku sudah sepenuhnya menjadi mamanya"ucap Milan polos yang tersenyum bahagia.
Fino hanya mampu memegangi tangan mungil bayinya.
Milan pun berhasil menenangkan bayinya dan kembali tertidur di gendongannya. Dokter pun mengambil alih baby boy dan kembali meletakkannya pada inkubator. Mereka pun akhirnya bisa bernafas lega, karena sudah memastikan bayinya baik-baik saja.
Sementara Gabriela sudah di masukkan ke dalam drum, tempat pembakaran mayat. Salah satu anggota The Tiger mulai menyiramkan bensin pada tubuh Gabriela. Gabriela terus memberontak di dalam drum.
Sedangkan Chiko sudah memegang pematik, ia pun langsung menyalakan pematik nya, lalu melemparkannya ke dalam drum. Tampak kobaran api sudah menyala di dalam drum tersebut. Sementara Gabriela sudah histeris minta tolong di dalam sana. Salah satu anggota The Tiger dengan cepat menutup drum tersebut agar dengan cepat menghancurkan mangsanya.
Chiko pun menghembuskan nafasnya dengan kasar, kemudian meninggalkan markas besarnya.
Bersambung.....