Mafia Couple Love

Mafia Couple Love
Mafia Couple


“Sekali kalian menyakiti istri dan anakku, aku tidak segan-segan menggiring kalian pada neraka kematian”ucap seseorang dari arah belakang.


Semua mata langsung tertuju pada sumber suara, mata mereka langsung membulat sempurna melihat sosok lelaki yang begitu di takuti dalam dunia mafia sedang berdiri di belakangnya. Mereka tampak terkejut dan begitu waspada dengan situasi.


“Lepaskan istri dan anakku”ucap lelaki tersebut yang tidak lain adalah Fino Alexander. Sementara Anggota The Tiger mengepung Aldi dan anak buahnya.


“Hah, itu tidak mungkin”ucap Aldi dan langsung menyeret leher Milan sebagai umpannya. “Lihat ini, peluru pistol ku bisa saja bersarang pada otak bayi menggemaskan ini”ucap Aldi diselingi tawa misteriusnya yang sedang menodongkan pistolnya pada kening Baby Malfin . Terlihat Baby Malfin mulai menangis histeris melihat mereka semua.“Aku akan membayar setimpal atas kematian saudara kembar ku, melalui anak dan istrimu”ucap Aldi dengan seringai licik di wajahnya.


Fino mengepalkan tangannya melihat di depan mata nya istri dan anaknya di jadikan sebagai umpan oleh Aldi. Milan masih berusaha untuk tenang, ia tidak ingin gegabah untuk melawan mereka, karena baby Malvin sedang bersamanya.


“Saudara mu patut menerima kematiannya, karena dia sudah berani mengusik keluargaku dan berani mencampuri bisnis gelap ku”ucap Fino dingin, kemudian mengotak-atik pistolnya dan menjatuhkan seluruh peluru dari pistolnya, dan Fino kembali menjatuhkan rangka pistolnya ke tanah.


Aldi tersenyum melihat tingkah Fino yang begitu bodoh menurutnya.


“Terimalah serangan ku”ucap Aldi dan langsung menarik pelatuknya ke arah Fino.


Dor


Fino berhasil menghindari peluru tak terduga Aldi. Sehingga terjadilah perkelahian di area pinggir pantai. Anggota The Tiger mulai melawan anggota XX dan anak buah Aldi, suara tembakan mulai beradu di tempat tersebut. Fino mulai menyerang Aldi, pertarungan mereka begitu sengit. Fino melawan Aldi dengan tangan kosong, sedangkan Aldi menggunakan pistol sebagai senjata perlindungannya. Fino terus menghajar Aldi tanpa ampun, Aldi berusaha menghindari pukulan telak dari Fino, tapi tetap saja pukulan Fino terus bersarang di wajahnya.


Sementara Milan bersama Baby Malfin masih saja di todongkan pistol oleh anak buah Aldi. Milan dengan lihai langsung merebut pistol anak buah Aldi. Tubuh Milan langsung berputar searah jarum jam bersama baby Malfin yang masih berada di gendongannya, Milan tidak tinggal diam ia langsung menembaki kedua anak buah Aldi tanpa ampun, Milan kembali mengambil pistol yang terjatuh di tanah, Milan kembali melihat situasi. Para anak buah Aldi kembali berdatangan menyerangnya. Milan menggunakan kedua pistol di tangannya sambil terus menambak ke arah anak buah Aldi yang juga menembak ke arahnya.


Dor


Dor


Dor


Satu persatu anak buah Aldi berjatuhan, Milan kembali berlari untuk mencari tempat yang aman. Sementara Baby Malfin masih saja menangis histeris di gendongan mamanya.


“Sayang tenanglah, jangan takut, kita pasti aman. Mama akan menjagamu dari para penjahat”ucap Milan yang menenangkan baby Malfin, sambil memegangi tangan Baby Malfin, sedangkan baby Malfin seolah mengerti ucapan mamanya, ia pun langsung menghentikan tangisnya.


Milan kembali melirik ke arah Fino yang masih bertarung dengan Aldi yang sudah babak belur. Tidak hanya itu, Fino sedang di kelilingi oleh lima anak buah Aldi dengan masing-masing pistol tertuju ke arahnya. Milan yang melihat situasi tersebut dengan cepat berteriak kepada Fino.


“Mas Fino, awas”teriak Milan.


Mata Fino langsung mencari keberadaannya, sedangkan para anak buah Aldi kembali bergerak dari belakang menghampiri Milan, Milan dengan cepat berlari sambil melemparkan salah satu pistolnya ke arah Fino, Fino pun dengan sigap melompat untuk menangkap pistolnya dan langsung bergerak cepat menembaki ke lima anak buah Aldi.


Dor


Dor


Dor


Kelima anak buah Aldi tewas seketika dengan peluru yang bersarang di organ tubuhnya. Fino kembali mengarahkan pandangannya kepada istri dan anak nya yang sedang berlari untuk menghindari peluru dari anak buah Aldi. Sedangkan Aldi diam-diam memilih untuk kabur dari Fino, namun secepat kilat Fino langsung menembaknya.


Dor


Punggung Aldi menjadi sasaran dari peluru Fino. Aldi langsung terjatuh dan kembali bangkit, namun Fino kembali menembaknya, kali ini peluru bersarang di kepalanya, hingga membuat tubuhnya oleng dan langsung meringkuk di tanah. Fino kembali menendangi tubuh Aldi hingga terlentang, lalu Fino terus menembaki tubuh Aldi yang sudah tewas, percikan darah segar langsung mengenai tangan dan pakaiannya. Fino sama sekali tidak peduli, yang jelas orang ini sudah mengusik kehidupan keluarga kecilnya.


Fino kemudian bergerak cepat untuk mencari istri dan anaknya. Namun sebuah ledakan terjadi di belakangnya, Fino langsung terhempas ke pinggir pantai. Tidak hanya satu kali ledakan, anggota XX kembali melempar granat ke arah anggota The Tiger yang tidak jauh darinya, sehingga ledakan kedua kalinya kembali berlangsung, para anak buah Fino berjatuhan, sementara Fino berlindung di tubuh anggota XX yang sudah tewas. Setelah merasa aman, Fino lalu menggeser tubuhnya dari mayat tersebut. Fino kembali bangkit dan langsung bergerak cepat mencari keberadaan Milan.


Sementara Chiko beserta anak buahnya sedang bertarung dengan anggota XX di area kolam renang. Chiko terus melawan anggota XX bersama anak buahnya. Hanya beberapa menit pertarungan, Chiko berhasil mengalahkan para anggota XX. Sementara Novi sedang melawan anak buah Aldi yang ingin menangkapnya di halaman Villa, sedangkan Bi Ros memilih bersembunyi di pepohonan rindang, sambil memperhatikan Novi melawan anak buah Aldi.


“Pergi kalian, jangan mengganggu ku”ucap Novi yang berusaha melawan mereka.


Padahal jelas sekali Novi tidak begitu menguasai teknik bela diri. Namun ia tetap berusaha melawan mereka dengan menghindari pukulan-pukulan yang mengarah kepadanya. Namun tetap saja wajahnya terlihat babak belur dengan luka lebam di sudut bibirnya, pelipis dan keningnya.


Chiko kembali bergerak cepat bersama anak buahnya untuk mencari keberadaan tuannya. Tak sengaja mata Chiko tertuju pada sosok wanita yang kewalahan melawan anak buah Aldi.


“Cepat cari tuan dan nona, nanti aku menyusul”ucap Chiko dingin dengan kedua tangannya terdapat percikan darah segar.


“Baik tuan”ucap salah satu anak buahnya. Kemudian bergerak cepat mencari keberadaan tuannya.


Dor…Dor…dorrr.


Peluru Chiko langsung bersarang di jantung ketiga anak buah Aldi yang langsung tewas seketika. Sedangkan Novi mulai gemetaran melihat kejadian tidak terduga tersebut.


“Ikuti aku”ucap Chiko dingin.


Sedangkan Novi yang masih shock masih berdiam diri di tempatnya dengan kaki gemetaran.


Chiko lalu menghampirinya, kemudian dengan cepat menarik tangannya. Novi masih melihat ke arah tangannya yang sedang di genggam oleh Chiko sambil mengikuti langkah Chiko. Sedangkan Bi Ros dengan cepat menghampiri Chiko.


“Tuan Chiko, tolong lindungi kami”ucap Bi Ros yang keluar dari persembunyiannya bersama dua pelayan wanita.


“Ayo bi. Ikuti saya”ucap Chiko yang sama sekali tidak melepaskan genggaman tangannya.


Sementara Fino kembali berlari ke arah Milan yang sudah di ringkus oleh anggota XX bersama anak buah Aldi, sedangkan baby Malfin sudah berada di gendongan lelaki bertubuh kekar yang merupakan anak buah Aldi. Anggota XX yang menyadari keberadaan Fino dengan cepat menyeret Milan dan Baby Malfin menuju kapal pesiarnya yang bersandar di pinggir pantai.


Milan yang menyadari keberadaan Fino dengan cepat melayangkan tendangannya ke arah lutut anggota XX. Membuat lelaki tersebut melepaskan cengkramannya di tubuh Milan. Milan kembali memberikan kode kepada suaminya untuk bergerak cepat. Fino langsung menembak ke arah anggota XX, hingga membuat mereka terkejut dan langsung menghindar. Sedangkan Milan mulai mencekal kedua tangan lelaki yang menyeretnya, Milan tanpa ampun menghajar aset berharga lelaki tersebut, setelah sudah tidak berdaya Milan langsung menembaknya dan kembali mengambil senapan panjang lelaki tersebut.


Fino sendiri sedang berusaha mengejar anak buah Aldi yang membawa kabur baby Malfin.


Dor


Fino berhasil menembak anak buah Aldi hingga pelurunya tepat mengenai leher lelaki tersebut. Baby Malfin yang berada di gendongan lelaki tersebut langsung mengendur, hingga seketika baby Malfin terlempar dan melayang di udara karena ulah lelaki tersebut. Fino yang melihatnya dengan cepat berlari untuk menangkap Baby Malfin dan langsung melakukan teknik sliding dan tepat sekali tubuh baby Malfin langsung terjatuh di pangkuannya.


Milan yang melihatnya dengan cepat berteriak histeris.


“Tidakkkk”teriak Milan dan secepat kilat langsung menembaki anggota XX tanpa ampun.


Penyelamatan yang dilakukan Fino terhadap putranya begitu dramatis, bila terlambat beberapa detik saja, mungkin saja nyawa baby Malfin tidak akan tertolong dengan tajamnya batu karang yang siap membentur tubuh mungilnya. Fino langsung memeluk tubuh baby Malfin dengan penuh kasih sayang, sedangkan baby Malfin sendiri kembali menangis sejadi-jadinya. Anggota XX kembali menodongkan Fino pistol, namun secepat kilat Milan berhasil menembaki mereka semua. Kemudian Milan langsung ikut memeluk baby Malfin dengan perasaan haru.


“Aku tidak akan mengampuni kalian, karena sudah mengusik keluarga kecilku”ucap Fino dengan amarah menggebu-gebu. Fino kembali menangkup wajah baby Malfin dengan kedua tangganya yang sedikit berlumuran darah, dari percikan darah segar dari para musuhnya. Terlihat kening baby Malfin tampak lebam, mungkin karena benturan dari pistol yang selalu saja di todongkan di kening putranya.


“Akan ku hancurkan seluruh kehidupan kalian hingga tak tersisa. Setitik darah yang menetes di tubuh istri dan anakku, akan setimpal dengan kehancuran kalian semua”teriak Fino dengan amarah yang sudah tidak terbendung.


“Tenangkan baby Malfin sayang, biar aku yang menghadapi mereka”ucap Fino lalu menyerahkan baby Malfin dari gendongannya. Milan langsung menggendong baby Malfin dengan eratnya, ia benar-benar takut kehilangan baby Malfin, apalagi sampai terluka.


“Aku pun akan melawan mereka mas, karena sudah mengganggu ketenangan keluarga kecil kita. Sepasang Mafia seperti kita, tidak boleh takut kepada mereka. Dengan kekuatan kita, aku yakin akan menghancurkan mereka tanpa ampun. Setitik darah yang menetes di tubuh anakku akan terbayar dengan puluhan nyawa dari mereka. Kita ditakdirkan sebagai Mafia Couple harus membela keadilan dan pantang menyerah”ucap Milan Marah dengan tatapan membunuhnya. Ia benar-benar tidak akan mengampuni orang-orang yang hampir saja membuat putranya meradang nyawa.


“Kita adalah Mafia Couple yang tidak akan pernah terpisahkan sampai kapan pun, selamat takdir masih berpihak kepada kita, ayo sayang kita habisi mereka semua”ucap Fino sambil merangkul istrinya.


Chiko dan anak buahnya dengan cepat bergerak ke kapal pesiar yang siap berlayar. Fino dan Milan bergandengan tangan menaiki anak tangga, para anak buah Aldi tampak ketakutan berada di atas kabin kapal. Mereka pun kembali menembak kearah sepasang mafia. Milan dan Fino bergandengan tangan dan saling menembak anak buah Aldi.


Satu persatu anak buah Aldi berjatuhan, bahkan terjatuh di dasar laut. Milan dan Fino saling tersenyum merekah. Jika sepasang mafia sudah turun tangan, para musuhnya akan hancur seketika.


Seluruh anak buah Aldi dan Anggota XX tewas di dalam kapal pesiar. Fino kembali memerintahkan kepada anak buahnya untuk menghancurkan kapal pesiar tersebut hingga tak tersisa.


Kini Fino, Milan dan buah hatinya sedang duduk tenang di dalam helikopter. Milan terlihat penuh kasih sayang membersihkan wajah Baby Malfin yang terdapat darah mengering di keningnya menggunakan tissue basah. Fino tersenyum mengelus rambut putranya yang sudah tertidur di pangkuan Milan. Sedangkan para rombongannya juga menggunakan helikopter. Helikopter mereka semua bergerak menuju bandara di daerah tersebut.


Sementara kapal pesiar yang megah nan mewah sudah di lalap si jago merah, bahkan ledakan demi ledakan terjadi di kapal pesiar tersebut yang menyilaukan lautan. Mayat para musuhnya sudah dilalap penuh si jago merah hingga tak tersisa.


Helikopter yang mereka tumpangi kembali mendarat di sebuah bandara, Fino kembali memborong keluarga kecilnya dan para pekerjanya untuk menaiki jet pribadinya. Kini jet pribadi yang mereka tumpangi kembali terbang menuju bandara pusat kota di Negara B. Tampak Fino bersama keluarga kecilnya sudah berada di sebuah kamar pribadi di dalam jet pribadinya. Sepasang mafia itu, baru saja habis membersihkan tubuhnya karena jelas sekali terlihat hanya mengenakan jubah mandi. Milan dan Fino bersandar di badboard tempat tidur sambil menatap putranya dengan penuh cinta yang sudah tertidur pulas. Sungguh rasa lelahnya terbayar sudah dengan hanya menatap buah hatinya.


Bersambung……


Mohon maaf jika aku jarang update🙏🙏,


Aku begitu sibuk membantu emak ku jualan akhir-akhir ini. Aku hanya memiliki waktu menulis di malam hari. Satu bab saja membutuhkan waktu berjam-jam untuk aku selesaikan di malam hari, dan jika aku memiliki waktu luang di sore hari, aku pun mulai lanjutin nulis beberapa kata yang bisa saja menguras otak dan pikiran ku😇


Terima kasih teman-teman atas dukungannya 🙏🙏🙏