Mafia Couple Love

Mafia Couple Love
Rencana Milan


Beberapa hari kemudian.....


Milan hanya mengurung dirinya dalam kamar. Hanya sekedar untuk makan, barulah ia akan keluar kamar. Hubungan sepasang suami istri itu tampak renggang, keduanya jarang bertemu, dengan kesibukan dan ego tinggi masing-masing.


Milan kembali menata hidupnya, dengan penampilan yang berubah. Ia terlihat muda dengan potongan rambut sebahu model bob, ya seperti itulah kebiasaan sebagian wanita, jika stress lari nya potong rambut.


Potongan rambut dengan model bob, membuat dirinya terlihat imut dan manis, layaknya gadis remaja lagi. Milan mulai memikirkan rencana hidup kedepannya bersama calon bayinya. Milan perlahan mulai menerima janin dalam perutnya, walaupun tidak memiliki seorang ayah kelak.


Bobot tubuhnya mulai naik secara perlahan. Membuat pertumbuhan janinnya semakin membaik. Milan tampak selonjoran di sofa, sambil menatap view langit senja, di balik jendela kamarnya dengan suguhan rujak buah segar.


Ponsel nya tiba-tiba saja berbunyi di atas nakas. Padahal baru beberapa hari ini, ia ganti nomor.


"Siapa yang mengetahui nomorku" ucap Milan lalu berjalan mengambil ponselnya di atas nakas.


"Nomor tidak di kenal" ucap Milan yang menatap nomor yang tertera di layar ponselnya, lalu membiarkan ponselnya. Namun baru beberapa langkah, ponselnya kembali berbunyi heboh dengan nomor yang sama.


"Siapa sih, menggangu saja" ucap Milan kesal, kemudian mengangkat panggilan masuk telpon tersebut.


"Halo mil, aku sudah berada di depan gerbang rumah boss mu"ucap seseorang di ujung telepon.


"Lalu, apa hubungannya dengan ku dan dari mana anda mengetahui nomor saya" ucap Milan tegas.


"Aku David, masalah nomor mu itu hanya urusan kecil bagi ku. Cepatlah keluar, para penjaga boss mu mulai menghadang ku di depan sini. Aku paling tidak suka berurusan dengan boss mu itu" ucap David di ujung telepon.


Si anak pungut yang super arrogan. Batin David.


"Saya tidak peduli, urus saja urusan anda" ucap Milan lalu mematikan ponselnya.


"Mil mil, kamu jahat banget sih pakai matiin segala panggilan telepon ku"ucap David sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Ya David tidak pernah akrab dengan kakak beradik itu. Walaupun keluarga terdekatnya, namun mereka terlihat asing dan tidak saling mengenal satu sama lain. Apalagi David tidak ingin berurusan dengan Fino dan Darren, yang selalu saja dipuji-puji oleh ayahnya sendiri akan kemampuan bisnis kakak beradik itu yang luar biasa.


Namun jika urusan wanita, David tidak akan pernah menyerah, sebelum mendapatkan apa yang ia inginkan. Ia pun kembali menghubungi Milan. Bahkan memberikan pesan singkat yang memohon-mohon. Karena Milan tak kunjung mengangkat panggilan masuknya.


David lalu membuka pintu mobilnya, ia pun berinisiatif untuk turun dari mobil, akan tetapi, ia urungkan, karena mendengar suara seseorang yang sangat dikenalinya.


"Ada apa mencari ku"ucap seorang wanita yang tidak lain adalah Milan.


David terkejut melihat penampilan Milan yang seperti seorang lelaki macho, namun imut. Karena Milan memakai jaket kulit, ditambah menggunakan topi yang menutupi rambutnya, hingga tidak nampak terurai. Rupanya Milan menyelinap keluar dari kamarnya untuk menemui David.


"Tenang dulu, Bukankah aku pernah mengajakmu ke sebuah pesta"ucap David yang mengingat-ingat, kapan terakhir ia bertemu dengan Milan.


"Terus apa urusannya dengan ku"ucap Milan acuh sambil tolak pinggang.


"Ya aku ingin mengajakmu ke pesta dan memastikan bahwa kamu harus ikut denganku ke pesta itu"ucap David sambil memegangi tengkuknya.


Milan sempat terdiam mendengar ucapan David.


"Aku tidak bisa"ucap Milan acuh yang sudah tidak berbicara formal di hadapan David.


David lalu turun dari mobil, ia pun memohon dihadapan Milan.


"Milan ku mohon, terimalah ajakan ku. Aku berjanji, apapun yang kamu minta akan aku kabulkan ya ya"ucap David sambil mengatupkan kedua tangannya didepan dada.


Sepertinya aku harus bekerja sama dengan David, agar aku bisa lepas dari tuan Fino. Kesempatan ini, akan menguntungkan bagi ku untuk membuat kesepakatan dengan David. Batin Milan sambil memikirkan ucapan David.


"Hem baiklah, tapi dengan satu syarat, setelah ini kau harus membantu ku. Bagaimana?"ucap Milan dengan seringai licik diwajahnya.


"Itu sudah pasti Milan. Sebaiknya kau harus mempersiapkan dirimu di pesta itu. Karena besok, pesta itu akan berlangsung "ucap David sambil tersenyum bahagia.


"Bagaimana caranya, aku mempersiapkan diri ku"tanya Milan.


"Ayo ikut denganku, kau pasti akan tahu nantinya"ucap David lalu masuk ke dalam mobilnya.


Milan masih saja berdiri di samping mobilnya.


"Ayo masuk"ucap David yang menurunkan kaca mobilnya dan kembali memanggil Milan masuk ke dalam mobilnya.


Milan kemudian berjalan ke samping lalu masuk ke dalam mobil sport David. David pun tersenyum, lalu melajukan mobilnya meninggalkan tempat tersebut.


Kini mereka tiba di sebuah restoran terkenal di negara tersebut. Milan ingin angkat bicara, namun dengan cepat David mengatakan sesuatu.


"Kita makan dulu, agar tenaga kita tetap strong"ucap David sambil mengedipkan sebelah matanya.


Milan mengerutkan keningnya mendengar ucapan David.


"Jangan berprasangka dulu, nanti juga kamu bakalan tahu"ucap David lalu turun dari mobil dan berlari kecil membukakan pintu mobil untuk Milan.


Milan turun dari mobil, mereka lalu berjalan beriringan memasuki restoran tersebut, untuk makan bersama. Tampak seseorang sedang membuntuti mereka, hingga mengambil beberapa foto mereka yang terlihat akrab, layaknya sepasang kekasih.


Setelah selesai makan bersama, Milan dan David kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju suatu tempat. Berkisar 15 menit perjalanan mereka, akhirnya tiba di sebuah galeri tari.


Milan dan David sudah berada di depan galeri tari tersebut. Milan terus memperhatikan disekelilingnya. Lagi-lagi Milan diselimuti pertanyaan aneh dipikirannya. David kembali tersenyum, dan dengan penuh hormat mengajak Milan masuk ke dalam galeri tari tersebut.


Terlihat suasana galeri tari begitu mewahnya. Dan memiliki sebuah ruangan khusus latihan menari yang super luasnya yang dikelilingi dinding berupa cermin di setiap penjuru ruangan, yang mampu memudahkan para pengunjung yang ingin latihan menari. Juga terdapat ruang ganti, spa, kedai kopi dan tempat gym. Pokoknya tempat tersebut lengkap untuk kebugaran tubuh.


Seorang wanita yang merupakan manager galeri tari, dengan cepat menyambut kedatangan David dan Milan. Memang David sudah mengabari pihak manager, bahwa ia akan berkunjung di galeri tari tersebut.


"Untuk apa kau mengajakku ke tempat seperti ini"ucap Milan sambil berbisik.


"Supaya kamu tidak canggung menghadiri pesta itu"ucap David diselingi dengan senyumnya yang menawan.


Milan dibuat kesal dengan tingkah laku David, masa gadis tomboi seperti nya yang berkedok mafia harus menari di tempat itu.


Kini David dan Milan sudah berganti pakaian untuk latihan menari. Karena sebelumnya, sekertaris David membeli pakaian untuk latihan menari mereka berdua.


Milan masih menggunakan kaos oblong nya yang berwarna hitam. Karena pakaian yang diberikan David hanyalah tanktop, sehingga ia tidak ingin memakainya, namun untuk celananya, ia menggunakan celana legging yang di siapkan David untuk nya. Sedangkan David sudah berganti pakaian, dari menggunakan setelan jasnya, kini hanya mengenakan t-shirt berwarna hitam dengan celana training. David tidak ingin berpaling dari wajah Milan yang semakin cantik dengan penampilan barunya.


Mereka memasuki ruangan tari yang sudah terdapat dua puluh pasangan yang sedang melakukan sesi latihan menari. Dan disebelah ruangan itu, juga terdapat ruangan khusus untuk latihan berdansa bagi pengunjung yang ingin berlatih dansa dengan pasangannya.


"Untuk apa semua ini David"ucap Milan kesal.


"Ya untuk kebugaran tubuh, layaknya melakukan senam. Karena pesta yang akan kita datangi, merupakan pesta yang sangat fenomenal, bahkan kalangan artis papan atas dan musisi turut hadir di pesta itu. Jadi kita harus latihan menari dan berdansa jangan sampai kita jadi bahan tertawaan di pesta itu" ucap David lalu bergabung dengan pengunjung lainnya.


"Huff, membuang waktu ku saja, tapi sudahlah, ini semua demi rencana ku, agar terbebas dari lelaki aneh itu" gumam Milan.


Lalu ikut bergabung dengan David. Bahkan seorang yang membuntuti Milan ikut bergabung untuk menari.


Pihak instruktur sudah berada di atas podium yang berjumlah 4 orang. Mereka mengintruksikan kepada setiap pasangan pengunjung untuk berdiri di samping pasangannya.


Suara Musik menggema di ruangan itu. Pihak instruktur mulai melakukan gerakan pemanasan yang mampu diikuti oleh pasangan lainnya, termasuk Milan. Kemudian berlanjut mengikuti gerakan tarian instruktur yang begitu memukau, layaknya gerakan video klip T-ara dengan judul roly poly.


Milan dan David tertawa terbahak-bahak mengikuti tarian instruktur yang begitu lucu gerakannya. Keringat mereka mulai membasahi pakaian nya. Mereka dengan cepat berbaur dengan pengunjung lainnya, guna melakukan tarian bersama mereka.


Milan duduk di kursi ruangan itu yang sudah keringatan, dengan nafas ngos-ngosan. David membawa dua botol air mineral, kemudian menyerahkan kepada Milan.


Milan langsung mengambil air mineral itu, lalu meminumnya hingga tandas.


David tersenyum dan ikut duduk di samping Milan.


"Apa kau senang menari" ucap David sambil terus menatap wajah Milan yang begitu bersinar di bawah lampu sorot.


"Lumayan, sedikit menghilangkan rasa suntuk ku" ucap Milan sambil tersenyum manis.


Lagi-lagi jantung David dibuat berdebar kencang, saat melihat secara langsung senyuman manis Milan. David bahkan sesekali menelan ludahnya dengan kasar, melihat bibir ranum Milan yang begitu menggoda.


Memang dia sudah sering berciuman dengan kekasihnya, namun kali ini, ia begitu tertantang untuk mencium bibir ranum Milan yang membuatnya panas dingin.


"Kenapa terus menatap ku" ucap Milan ketus, sambil memukul kepala David.


"Kamu cantik" ucap David sambil tersenyum tipis.


"Aku tidak suka dipuji oleh mu" ucap Milan lalu buang muka.


David hanya tersenyum cengengesan.


"Sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu kepada mu" ucap Milan dengan serius.


"Katakan saja, ini pasti syarat yang akan kau berikan kepada ku" ucap David dengan dugaannya.


"Benar, bisakah kau berpura-pura menjadi kekasih ku" ucap Milan dengan entengnya.


David yang sedang minum, dibuat terbatuk-batuk mendengar ucapan Milan.


Ia seperti mendapatkan bongkahan emas.


"Jelas bisa, kapan pun itu" ucap David cepat, yang tidak ingin melewatkan kesempatan emasnya menjadi kekasih Milan, walaupun hanya pura-pura.


Mereka pun saling berjabat tangan tanda setuju dan sepakat. Milan lalu bangkit dari duduknya bersama David. Namun banyaknya pengunjung yang mulai berlarian di sampingnya membuat mereka susah untuk bergerak. Salah satu dari pengunjung yang berlawanan arah dengan sengaja menyenggol tubuh Milan hingga terjengkang ke belakang. Sehingga keseimbangan tubuh Milan oleng, dan parahnya lagi, Milan menarik tangan David hingga keduanya jatuh bersamaan diatas matras.


David berada di atas tubuh Milan, dengan cepat Milan mendorong tubuh David hingga kembali menguling ke samping. Seseorang dengan puas memotret mereka berdua. Milan kembali bangkit sambil memperbaiki penampilan nya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 waktu setempat. Milan baru saja tiba di kediaman Fino. Ia merasa lega, tidak ada yang memergokinya pulang malam. Namun tetap saja cctv tidak akan pernah berbohong. Entah Fino sudah pulang atau belum ia tidak peduli.


Kemudian Milan keluar dari ruang ganti, sudah mengenakan piyama tidurnya dengan wajah yang terlihat segar, yang pastinya baru saja membersihkan tubuhnya.


Milan kemudian membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, sambil mengelus perutnya.


"Sebentar lagi kita akan meninggalkan tempat ini. Semoga David bisa membantu kita. Ku harap kau didalam sana menerima keputusan ku" ucap Milan yang sedang mengelus perutnya, yang dengan sengaja mengajak berbicara janin dalam perutnya.


"Aku hanya takut, jika tetap berada di kediaman tuan Fino. Bisa-bisa kita ketahuan bahwa kau hadir dalam perutku. Semoga rencana ku bisa membawa kita ke tempat yang lebih baik " ucap Milan sambil tersenyum. Entah mengapa moodnya hari ini cukup baik berkat ajakan David ke sebuah galeri tari.


Bersambung.........