
Milan hanya mampu memperhatikan suasana mushola di dalam bus. Ia pun tidak berani untuk turun. Sementara pak Adi dan Ros menyempatkan waktunya untuk menunggu waktu subuh, sekalian melaksanakan sholat subuh di mushola tersebut.
"Nak melati, kau tidak turun" ucap Oma Ina yang mengerjapkan matanya.
"Tidak Oma, saya istirahat di dalam bus saja" ucap Milan sambil tersenyum.
"Oh ya sudah, beristirahatlah perjalanan kita masih panjang" ucap Oma Ina yang kembali memperbaiki posisi tidurnya.
Kemudian Milan memilih memejamkan matanya, berharap bisa tidur dengan nyenyak di dalam bus. Tak berselang lama kemudian, Pak Adi dan Ros kembali menghampiri mereka untuk kembali melanjutkan perjalanan yang memakan waktu yang cukup lama.
Keesokan harinya......
Suasana di kediaman Fino tampak sepi, dikarenakan nyonya Ratu sudah kembali ke negara A dua hari yang lalu, dengan membawa kekecewaan penuh terhadap keputusan putranya. Fino terlihat tak bersemangat menjalani hidupnya. Sudah beberapa hari ini, ia tidak masuk kantor, ia hanya terus mencari keberadaan Milan. Fino begitu frustasi ditinggal oleh Milan, namun mau bagaimana lagi, ialah yang begitu kejam sampai harus mengusir Milan hingga dengan tega menceraikannya.
"Akkkh" Fino menjambak rambutnya yang sedang duduk di tempat tidur.
"Maafkan aku Milan, aku sangat-sangat menyesali perbuatanku, aku hanyalah lelaki bodoh dan kejam yang sudah menyianyiankan mu " ucap Fino dengan wajah murungnya.
Fino lalu turun dari tempat tidur, kemudian berjalan gontai menuju toilet untuk membersihkan tubuhnya. Tak berselang lama kemudian, Fino terlihat rapi dengan setelan jasnya. Ia pun mengamati wajah frustasinya di dalam cermin.
"Aku harus menemukan mu Milan" ucap Fino dengan penuh keyakinan.
Fino lalu berjalan tergesa-gesa keluar dari kamarnya. Ia pun sedikit berlari kecil menuruni anak tangga. BI Sri yang berasal di ujung tangga hanya mampu membungkukkan badannya melihat kedatangan tuannya. Fino hanya menyelonong melewati bi Sri menuju pintu utama.
Kini Fino sudah berada di dalam mobilnya. Entah kemana tujuannya, yang jelas akan terus mencari keberadaan Milan. Ia pun tidak lelah mengerahkan seluruh anggota The Tiger untuk mencari keberadaan Milan di negara B. Mungkin saja, adiknya Darren yang mengetahui kepergian Milan, pasti akan melakukan hal yang sama sepertinya.
Fino kemudian menancap gas meninggalkan kediamannya. Ia pun terus berkendara dengan kecepatan tinggi di jalan raya yang dipadati kendaraan. Fino lalu memilih arah jalan menuju permukiman para anggota The Tiger. Fino kembali melanjukan mobilnya dengan kecepatan tinggi berharap bisa sampai secepatnya di apartemen nya.
Fino kembali memikirkan ucapan Chiko pagi ini, ia sudah mendapatkan sedikit angin segar tentang Milan, tak hanya itu, Chiko juga memberi kabar yang begitu penting baginya. Fino tidak tinggal diam, ia harus memastikan omogan Chiko yang sebenarnya.
Fino memasuki kawasan bassment apartemen, ia pun tak lupa memarkirkan mobilnya di area parkir. Fino kembali turun tergesa-gesa dari mobilnya, ia pun berjalan dengan cepat memasuki lift yang akan membawanya ke unit lantai apartemennya. Fino terlihat was-was terhadap kabar penting tersebut. Saat pintu lift terbuka, dengan cepat Fino bergegas menuju apartemennya. Ia pun membuka pintu apartemennya yang tidak terkenci. Ya memang di waktu seperti ini, bi Mina akan datang untuk membersihkan apartemennya.
Fino celingak-celinguk mencari keberadaan Bi Mina.
"BI Mina" teriak Fino yang tidak melihat keberadaannya.
BI Mina yang berada di balkon kamar, sedang sibuk menyirami tanaman bunga mawar.
"BI Mina" Teriak Fino yang kembali berjalan ke dapur. Ia pun mampu melihat keberadaan Bi Mina lewat jendela dapurnya.
Bi Mina yang mendengar teriakan majikannya dengan cepat menghentikan pekerjaannya. Ia pun buru-buru menghampiri majikannya.
"Iya tuan" ucap Bi Mina yang sedikit ngos-ngosan mengatur nafasnya.
"Mana benda itu Bi?" tanya Fino dingin.
"Saya menaruhnya di lemari pakaian tuan" ucap Bi Mina sambil menunduk.
Fino kemudian berjalan menuju kamarnya, sedangkan bi Mina memilih kedapur.
Fino membuka pintu kamarnya dengan perasaan aneh. Sungguh ia tidak begitu percaya dengan ucapan Chiko, sebelum dia sendiri yang membuktikan nya. Fino lalu membuka lemari pakaian yang disebutkan oleh BI Mina. Mata Fino sedikit membulat melihat bungkusan kotak, yang begitu asing baginya. Ia pun dengan perasaan campur aduk, mengambil bungkusan kotak yang bertuliskan 'testpack'. Dengan tangan yang sedikit gemetar, Fino mengeluarkan isi dari bungkusan tersebut.
Jantung Fino seolah berhenti berdetak melihat benda kecil yang sedikit memanjang, layaknya sebuah bolpoin. Terlihat dua garis merah terpampang jelas di benda yang dinamai testpack. Tiba-tiba mata Fino langsung berkaca-kaca melihat benda tersebut.
"Milan" ucap Fino dengan suara bergetar. Ia pun langsung mencium testpack tersebut dengan perasaan yang tidak bisa digambarkan.
Fino memilih duduk di tempat tidur sambil mengamati benda tersebut. Untungnya pagi tadi, ia sempat mensearching benda tersebut di situs pencarian melalui ponselnya.
"Ternyata kau hamil" ucap Fino dengan mata berkaca-kaca. Entah perasaan apa yang menyelimutinya, ia begitu senang dengan kabar baik itu, namun disisi lain Milan sudah pergi meninggalkan nya.
Seolah bayangan Milan langsung berputar dipikirannya, layaknya sebuah rekaman cctv. Dimana saat kebersamaannya dengan Milan beberapa bulan ini, gerak gerik Milan yang berubah menjadi doyan makan, ucapan aneh ibunya dan bi Sri yang selalu mengatakan bahwa Milan sepertinya hamil, terbukti sudah. Fino yang pernah mengajak Milan mengunjungi makam kedua orang tuanya, membuatnya sedikit terbuka satu sama lain, hingga berakhir menginap di apartemennya. Namun pagi harinya, tingkah laku Milan kembali berubah yang dengan terang-terangan memintanya untuk bercerai.
"Apakah ini alasan mu memintaku untuk bercerai dengan mu. Bodohnya aku yang sampai saat ini tidak berkata jujur kepada mu, bahwa akulah lelaki pertama yang sudah menyentuhmu, bahkan bisa dikatakan menolong mu dari jebakan licik Zayn kepada mu, akkkkk, Milan ku mohon kembalilah, aku benar-benar menyesali perbuatan ku yang tidak bisa hidup tanpa mu" ucap Fino sambil menutup wajahnya dengan penyesalan yang mendalam.
"Aku harus menemukanmu, kau sedang mengandung anakku. Perkara bodoh dengan perceraian ini" ucap Fino, sambil menghapus jejak air mata yang masih menggenang di pelupuk matanya.
"Sudah dapat tuan" ucap bi Mina yang melihat kedatangan tuannya.
Fino hanya mengangguk, sebagai jawabannya.
"Selamat ya tuan, atas kehamilan istri tuan" ucap Bi Mina sambil tersenyum.
"Hemm, Makasih ya bi, sudah menemukan benda itu" ucap Fino dengan mata berkaca-kaca.
"Iya tuan" ucap Bi Mina sambil tersenyum.
Fino lalu berpamitan kepada bi Mina, karena ia harus kembali mencari keberadaan Milan.
🍁🍁🍁🍁🍁
Sementara di tempat lain.....
Seorang lelaki tampan masih terlelap di atas tempat tidur sambil memeluk guling. Suasana kamar itu tampak mewah, dengan berbagai furniture yang modern dan berkelas. Lukisan besar yang menampilkan foto sebuah pernikahan. Terdengar pintu kamar itu terbuka. Dan menampilkan sosok wanita berhijab menasuki kamar itu, lalu berjalan ke arah tempat tidur.
"Mas bangun" ucap wanita berhijab itu, sambil mengguncang lengan berotot lelaki yang masih tertidur.
Lelaki tampan itu membuka matanya dan tersenyum bahagia melihat sosok wanita cantik dihadapannya.
"Kau semakin cantik istri ku" ucap lelaki tampan itu, sambil membelai wajah istrinya.
"Mas Malik, ayo bangun. Bukankah pagi ini kau akan berangkat ke bandara" ucap wanita berhijab itu dengan manja.
"Baiklah sayang" ucap lelaki yang bernama Malik, sambil mencium punggung tangan istrinya.
Malik lalu turun dari tempat tidur, ia pun berjalan menuju toilet untuk membersihkan tubuhnya. Sementara wanita berhijab itu, mulai membereskan tempat tidurnya.
"Harusnya aku yang kelelahan di pagi hari, karena semalaman dia yang begitu buas meminta jatah lebih dari ku. Tapi sudahlah mas Malik memiliki tujuan yang sama dengan ku untuk membalaskan dendam ku kepada keluarga Alexander" ucap gadis berhijab itu dengan senyum sinis nya.
Tak berselang lama kemudian, Malik keluar dari toilet sambil melilitkan handuk di pinggang nya, ia pun langsung memeluk istrinya dari belakang.
"Sarah, aku sangat mencintaimu" ucap Malik sambil mencium pipi istrinya.
"Aku sudah tahu. Ingat ya mas, tujuan kita sama untuk menghancurkan seluruh keluarga Alexander" ucap Sarah lalu berbalik badan menghadap suaminya.
Cup
Sarah mencium bibir suaminya. Malik begitu senang dengan perlakuan istrinya yang selalu saja membuatnya berbunga-bunga.
"Aku menginginkannya lagi Sarah, kau harus tanggung jawab. Ingat, kita akan pisah beberapa hari ini" ucap Malik langsung menggendong tubuh istrinya ke tempat tidur. Mereka pun kembali mengulangi kegiatannya tadi malam.
"Terima kasih" ucap Malik yang mengakhiri kegiatannya di pagi hari, sambil mencium kening istrinya. Lalu kembali memasukkan tangannya di balik selimut untuk menyentuh perut istrinya, sambil mengelusnya.
"Jaga Raka dan anak dalam kandungan mu sayang" ucap Malik dan kembali mencium pipi istrinya yang terlihat kelelahan, karena baru saja melayaninya.
Sarah hanya mampu mengangguk dengan senyuman manis yang menghiasi bibirnya.
Malik kembali berlalu masuk ke dalam toilet untuk membersihkan tubuhnya. Sementara Sarah hanya mengeratkan selimut ditubuhnya tanpa ingin beranjak.
"Kehamilanku sudah memasuki 8 Minggu, aku sudah tidak sabar menantikan calon bayi ku" ucap Sarah sambil tersenyum sinis.
Ya dia adalah Sarah, mantan tunangan Fino yang akan membalaskan dendam kepada keluarga Alexander. Namun incarannya terlebih dahulu adalah Fino Alexander. Dikarenakan Fino membuat keluarganya menjadi sengsara. Ayahnya meninggal dunia karena stroke yang dideritanya, sementara ibunya sakit-sakitan memikirkan ayahnya, tapi untungnya masih bersamanya saat ini.
Sarah merasa beruntung bertemu dengan Malik Ibrahim di sebuah bandara saat pelariannya ke negara C. Malik seorang duda yang ditinggal mati oleh istrinya dan memilik seorang putra bernama Raka yang masih berumur 4 tahun. Malik yang menduda selama tiga tahun diusianya yang menginjak kepala tiga, dan kini ia berusia 32 tahun. Malik jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Sarah saat bertemu di bandara negara C.
Sarah pun tidak menolak cinta Malik, karena ia pun sedikit terpesona dengan ketampanan Malik. Hingga pada akhirnya mereka menikah. Sarah menjadi ibu sambung anak Malik yang bernama Raka. Tidak hanya itu, Malik yang juga berasal dari timur tengah memiliki sifat yang sama dengan Sarah, yakni tidak menyerah demi satu tujuan. Malik juga merupakan pebisnis yang handal dan terkenal di kalangan para pebisnis dari berbagai negara. Namun lima tahun yang lalu bisnis yang dijalankannya hancur seketika karena mencoba-coba bermain api dibelakang perusahaan Alexander. Maka dari itu, Malik pun kembali mendirikan perusahaannya hingga berkembang pesat, tidak hanya itu, ia pun juga mendirikan sebuah kelompok mafia yang akan menjadi musuh bebuyutan untuk kelompok The Tiger.
Demi tujuan yang sama yaitu menghancurkan keluarga Alexander, mereka berdua di pertemukan dengan cara yang tak terduga. Sungguh tuhan selalu mengatur skenario hidup manusia.
Bersambung......