
Chiko kemudian mendekatkan wajahnya semakin dekat hingga deru nafasnya menerpa wajah istrinya dengan tatapan mesumnya.
"Kau mau apa hah"ucap Novi ketakutan.
Chiko tidak menggubris ucapan istrinya, ia semakin mendekatkan wajahnya hingga kening mereka bersentuhan. Jantung Novi sudah tidak bisa lagi dikondisikan, jantungnya semakin dag dig dug.
Cup
Chiko langsung mengecup bibirnya dengan penuh cinta. Perasaan Novi sudah campur aduk, antara gugup, kesal, senang, rindu semuanya mulai menyelimutinya, saat suaminya kembali menciumnya.
Chiko melepaskan ciumannya dan kembali menatap manik mata istrinya dengan dalam, membuat Novi tak kuasa untuk segera memalingkan wajahnya. Chiko kemudian memeluknya dengan erat. Lagi-lagi Novi terlonjat kaget, ingin rasanya ia memaki-maki suaminya, namun lidahnya terasa keluh untuk mengucapkan sepatah kata pun.
“Aku merindukan mu”ucap Chiko sambil memeluknya erat.
“Kau jahat, mengapa kau tidak pernah mengabari ku di Negara orang, apakah kau mencoba selingkuh di belakangku hah, bahkan para karyawan membicarakan mu yang berniat bertemu kekasihmu, kau jahat, kau jahat”ucap Novi kesal dengan mata berkaca-kaca sambil memukul-mukul punggung kekar suaminya. Novi menjadi kesal dan seolah terbakar api cemburu mendengar gossip tentang suaminya.
Chiko hanya mampu tersenyum, ia membiarkan istrinya terus memukulinya yang sedang di selimuti api cemburu.
“Ha ha ha, kau sepertinya mulai cemburu kepadaku”ucap Chiko di selingi tawanya sambil memeluk erat tubuh wanita yang sangat ia rindukan.
“Tidak, kau jahat, aku membencimu”ucap Novi kesal yang sudah tidak lagi memukul suaminya. Namun Novi malah membalas pelukan hangat suaminya.
“Jangan pernah katakan itu, apa kau tidak merindukan ku?”ucap Chiko sambil mencium puncak kepala istrinya.
“Aku juga merindukanmu”ucap Novi yang tersipu malu, sambil menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.
Chiko tergelak tawa, sambil mengeratkan pelukannya.
“Selama aku berada di negara orang, entah mengapa aku selalu memikirkan mu, namun bodohnya aku yang tidak pernah menghubungi mu, aku hanya tidak ingin kau khawatir kepadaku. Setiap malam aku mulai merindukan saat kita tidur bersama dan saling berpelukan. Sungguh aku sudah terpikat oleh mu, dan semakin lama aku mulai memiliki perasaan kepada mu. Sepertinya aku sudah menyukai mu Novita”ucap Chiko jujur lalu mencium puncak kepala istrinya.
Mata Novi langsung berkaca-kaca mendengar ucapan suaminya, sungguh perasaan yang ia rasakan sekarang sama halnya dengan ucapan suaminya.
“Aku juga mengalami perasaan yang sama dengan mu. Entah itu benih-benih cinta atau apa, aku sama sekali tidak tahu yang jelas, aku tidak ingin kau jauh dariku”ucap Novi yang kembali di selimuti perasaan haru.
Chiko lagi-lagi tergelak tawa, sungguh perasaan yang ia alami sama halnya dengan istrinya, ia pun langsung melepaskan pelukannya. Chiko kembali menatap manik mata istrinya dengan penuh cinta, bahkan Novi melakukan hal yang sama.
Pasangan suami istri itu kembali saling tatap-tatapan, dengan debaran jantung yang mulai berdegup kencang. Tatapan keduanya mulai terkunci, tanpa basa-basi Chiko kembali mencium bibir ranum istrinya dengan r**s dipangut nya dengan kuat membuat Novi tersengal-sengal, hingga pertahan Novi runtuh seketika. Tidak ada lagi yang namanya memberontak, karena keduanya mulai saling terbuka. Novi hanya mampu menikmatinya sambil memejamkan matanya dengan kedua tangannya yang sudah dialungkan di leher suaminya. Sehingga Chiko begitu bernafsu menciumnya, bahkan ciumannya mulai menuntut, karena aset berharganya mulai memberontak tidak karuan.
Chiko langsung melepaskan ciumannya, karena karena tidak tega melihat istrinya ngos-ngosan.
Ada apa dengan jantungku. Batin Novi, dengan wajah memerah habis berciuman.
Chiko kembali menatapnya dalam-dalam sambil membelai wajahnya.
“Aku mengiginkan mu mu, aku ingin kau menjadi istri seutuh ku”ucap Chiko dari lubuk hati yang paling dalam.
Deg
Lagi-lagi Novi terlonjat kaget, ia sama sekali belum memikirkan sejauh itu tentang pernikahannya yang masih seumur jagung. Namun kondisinya saat ini juga berbeda, sungguh ia pun ingin berbakti kepada suaminya dan wajib untuk melayaninya segenap jiwa dan raganya.
“Apa kau sudah siap?”tanya Chiko sambil menelan saliva nya melihat bibir ranum istrinya yang selalu saja menggodanya.
Chiko kembali memastikan dengan pertanyaan tersebut, ia tidak ingin egois kepada istrinya yang belum siap melakukannya.
Novi tidak kuasa ingin menjawab apa, tidak mungkin ia menolaknya, apalagi suaminya sudah memintanya untuk menjalankan tugasnya sebagai seorang istri. Jika ia menolaknya berarti ia sudah berdosa kepada suaminya.
Kita sudah saling terbuka, walaupun aku belum siap sepenuhnya, tapi aku tidak ingin mengecewakannya. Aku harus menjalankan tugas ku sebagai seorang istri dan mulai melayaninya sekarang juga. Batin Novi.
Novi memejamkan matanya sambil menganggukkan kepalanya yang berarti ia sudah siap untuk melayani suaminya. Chiko tersenyum bahagia dan kembali memeluknya dengan erat, sungguh ia tidak percaya dengan jawaban istrinya.
“Ini pengalaman pertama bagi kita, ingatkan aku jika kau merasa kesakitan, agar aku menghentikannya”ucap Chiko sambil membelai wajah istrinya.
“Iya”ucap Novi dengan bibir bergetar dan wajahnya merona yang kembali diselimuti perasaan gugup, apalagi sedang ditatap oleh suaminya
Chiko terlebih dahulu mencium kening istrinya cukup lama, setelah itu, ia pun kembali mengecup bibir istrinya dan memangut nya dalam-dalam hingga istrinya terbuai dengan ciumannya. Chiko melakukan semua itu agar istrinya tetap rileks dan tidak gugup.
Di bawah selimut pasangan suami istri itu mulai memadu kasih dan menikmati indahnya surgawi lewat bercinta dengan pasangan halalnya.
“Akhhh cok”ucap Novi yang histeris kesakitan saat aset berharga suaminya ingin menerobos masuk ke gawangnya.
“Sedikit lagi istriku”ucap Chiko yang menghentikan aksinya sambil mengelus rambut istrinya.
“Sakit”ucap Novi dengan mata memerah yang masih mencengkram kuat punggung kekar suaminya.
“Ya sudah kita hentikan saja, aku tidak ingin kau terluka”ucap Chiko dengan penuh kasih sayang.
Novi menggeleng, ia sudah terlanjur merasakan kesakitan, tidak mungkin ia mundur sekarang.
Cup
Novi malah mengecup bibir suaminya.
“Lanjutkan, aku siap melakukan nya”ucap Novi dengan keringat yang mulai bercucuran di keningnya.
Tanpa pikir panjang, Chiko kembali mencium bibir istrinya sambil melanjutkan aksinya di bawah sana, hingga akhirnya berhasil membobol gawang istrinya. Air mata Novi langsung lolos membasahi wajahnya dengan perasaan haru dan bahagia, karena ia sepenuhnya sudah menjadi istri utuh Chiko.
Chiko mulai kebablasan bahkan begitu buas menikmati tubuh istrinya, berkali-kali ia mencetak gol di gawang milik istrinya, selama lima ronde berturut-turut bahkan tidak ada kata puas baginya, hingga waktu fajar tiba, barulah ia menghentikannya. Dan terkulai lemas bersama istri tomboy nya sambil berpelukan, dengan rasa kantuk, lelah sedang menyerang keduanya hingga terbuai mimpi.
Keesokan harinya….
Di kediaman Fino….
Fino bersama keluarga kecilnya sedang sarapan bersama. Wajah mereka tampak berseri-seri, Malfin bahkan tidak ingin jauh-jauh dari papahnya. Malfin begitu senang duduk di pangkuan papahnya sambil menunjuk makanan yang ada di meja makan yang ingin di nikmatnya.
“Terima kasih pah, hadiahnya sangat keren, Malfin menyukainya. Habis sarapan kita bermain ya pah?”ucap Malfin dengan mulut yang sudah terisi penuh makanan.
“Sama-sama nak. Hemm papah akan menemanimu bermain bersama seharian ini”ucap Fino sambil tersenyum.
Milan hanya mampu tersenyum bahagia, sungguh ia sangat bahagia atas kepulangan suaminya dan kembali berkumpul bersamanya.
“Sayang, ini susu hamil mu”ucap Fino sambil meletakkan gelas yang berisi susu hamil di hadapan istrinya.
“Iya mas”ucap Milan sambil tersenyum manis.
Selesai sarapan, Fino mengajak putranya bermain di ruang serba guna yang berada di area taman belakang.
Sementara Milan sedang duduk di kursi taman sambil menikmati udara sejuk di pagi hari. Perut Milan sudah buncit, bahkan sudah terlihat kelelahan jika berjalan jauh karena faktor kehamilannya. Terhitung tiga bulan lagi, ia akan kembali melakukan persalinan di kehamilan keduanya.
“Sebaiknya aku hubungi Novi untuk mengajaknya makan siang bersama”ucap Milan lalu mengeluarkan ponselnya dari saku pakaiannya.
“Kok tidak aktif, mungkin ponselnya sedang di charger atau dia sibuk. Tapi, hari ini kan hari weekend tidak mungkin Novi mematikan ponselnya”ucap Milan, kemudian kembali memasukkan ponselnya.
“Kehamilan ku saat ini tidak terlalu merepotkan ku, aku begitu menikmatinya”ucap Milan sambil tergelak tawa. “Apa jangan-jangan karena mas Fino selalu mendampingiku kali, sehingga dede bayi sangat pintar di dalam perutku. Anakku sayang, yang sehat ya di dalam perut mama, tidak lama lagi, kau akan lahir di dunia ini”ucap Milan sambil tersenyum.
Fino dan putranya kembali menghampirinya sambil membawa setangkai bunga mawar.
“Ini buat mama tersayang”ucap Malfin sambil tersenyum.
“Terima kasih nak”ucap Milan sambil mengelus rambut putranya.
“Ini untuk mu sayang”ucap Fino sambil berlutut di hadapannya.
Milan berpura-pura marah sambil memalingkan wajahnya.
“Tak baik loh, bumil ngambek kan. Jika kau tidak menerima setangkai bunga mawar dariku, berarti kau tidak bisa ikut jalan-jalan bersama kami ”ucap fino sambil tersenyum tipis.
Milan langsung mengambil setangkai bunga mawar dari tangan suaminya.
Fino mulai bangkit dan langsung memeluk istrinya dengan erat. “Aku mencintaimu sayang”ucap Fino sambil tersenyum.
“Aku tahu, aku juga mencintaimu”ucap Milan dengan senyuman yang selalu saja menghiasi bibirnya.
Sementara di apartemen Chiko.
Pasangan pengantin baru itu baru saja terbangun tepat pukul 12 siang waktu setempat. Sungguh pengantin baru itu begitu lelah habis melakukan olahraga bersama. Keduanya tampak malu-malu kucing hingga pada akhirnya kembali melakukan ritual mandi bersama. Kini mereka tengah duduk bersama di meja makan sambil menikmati sarapan sekaligus makan siang bagi mereka yang sempat mereka pesan melalui aplikasi online.
“Terima kasih untuk semalam. Aku sangat bahagia bisa melakukannya bersama mu”ucap Chiko sambil tersenyum tipis.
Novi hanya mampu menunduk dengan rona wajah memerah. Sambil menikmati makanannya.
Kini mereka kembali duduk bersama di ruang tamu, Novi bersandar di dada bidang suaminya sambil mengelus lengan kekar suaminya yang terkena tembakan.
“Novi”.
“Hemm”.
“Aku ingin mengatakan sesuatu”ucap Chiko sambil memainkan rambut panjang istrinya.
“Katakan saja”ucap Novi.
“Pertemuan kita di dalam lift adalah pertemuan yang sangat berkesan bagiku. Dimana aku mulai tertarik kepadamu dan mulai menyelidiki tentang mu”ucap Chiko sambil tersenyum.
“Kau menang banyak waktu itu, karena kau mencuri ciuman pertamaku, ternyata kau lelaki mesum”ucap Novi sambil tersenyum membayangkannya.
“Ha ha ha, Aku sadar, dari pertemuan itu, kita ditakdirkan untuk bersama. Hingga kita kembali dipertemukan kembali, bahkan menjadikanmu sebagai calon istri pura-pura ku. Namun pada akhirnya kau berujung menjadi istri sah ku”ucap Chiko sambil mencium rambut istrinya.
“Iya, aku tidak menduga kita bakalan berjodoh”ucap Novi sambil tersenyum manis.
Chiko kembali mendekapnya sambil mencium manja kedua pipinya.
“Novita”.
“Ya”.
“Aku mencintaimu Novita, aku sangat mencintaimu”ucap Chiko tulus dari lubuk hatinya yang paling dalam.
Novi langsung mendongak menatap dalam-dalam wajah suaminya untuk mencari jawaban mengenai ucapannya. Novi tersenyum manis, kemudian langsung mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya.
“Aku juga mencintaimu”ucap Novi sambil tersenyum bahagia.
Chiko pun begitu bahagia sambil mengelus punggung istrinya, bahkan sesekali menciumnya. Cintanya tidak bertepuk sebelah tangan karena keduanya saling mencintai.
“Ayo kita lakukan lagi”ucap Chiko sambil tersenyum yang menyentuh pinggang istrinya.
“Tidak mau, aku masih lelah dan badanku sakit semua”ucap Novi sambil merengek.
“Maafkan aku, ya sudah biar aku memijit mu”ucap Chiko yang melepaskan pelukannya. Dan mulai memijit betis istrinya. Novi hanya mampu tersenyum dan sangat menyukai pijatan suaminya. Sungguh benar-benar pasangan romantis yang sudah dimabuk asmara.
Hari terus berlalu, bulan kembali berganti dengan begitu cepatnya. Kedua pasangan suami istri semakin hari semakin romantis saja. Tidak ada kata pelakor atau pun orang ketiga dalam rumah tangga mereka. Kedua pasangan suami istri itu membangun rumah tangganya dengan baik dan bahagia, saling mencintai dan menyayangi.
Untuk pasangan Milan dan Fino kembali diberikan kebahagian dengan bertambahnya anggota baru dalam keluarganya. Malfin begitu bahagia dan sangat menyayangi adiknya yang berjenis kelamin laki-laki, yang pastinya akan menjadi teman bermainnya. Malfin ikut menjaga dan membantu mamanya merawat baby boy.
Kini keluarga kecil Fino tengah berkumpul bersama di dalam kamarnya. Milan mulai memberikan Asi kepada baby boy dengan penuh cinta. Malfin duduk di pangkuan papahnya sambil menikmati susu formulanya yang juga tengah memperhatikan adiknya sedang menyusui.
“Pah, Malfin sangat senang punya adik, kalau boleh tahu, siapa nama adik Malfin”ucap Malfin yang selalu saja ingin tahu.
“Baiklah, papah akan membocorkan nama adikmu, namanya adalah Morgan Leo Alexander”ucap Fino sambil memperhatikan baby boy.
“Nama yang bagus”ucap Milan dan Malfin kompak, kemudian tertawa bersama-sama.
Malam harinya…
Sebuah pesta syukuran atas kelahiran anak kedua pasangan suami istri Fino dan Milan yang sedang berlangsung di kediamannya. Seluruh keluarga dan kerabat terdekatnya mulai memenuhi pesta yang berlangsung di ruang tamu dan sangat tertutup.
Darren bersama keluarga kecilnya tampak bahagia menikmati pesta syukuran tersebut. Sedangkan Nyonya Ratu tak henti-hentinya memancarkan senyum kebahagian yang tengah duduk bersama dengan Fino dan Milan sambil menatap cucunya yang begitu menggemaskan.
Tak berselang lama kemudian, keluarga Bu Ani turut hadir di pesta tersebut dan mulai berbaur dengan lainnya. Kemudian disusul dengan kedatangan Chiko yang bergandengan tangan bersama istri tercintanya. Jelas sekali terlihat bahwa Novi sedang hamil dengan perut yang sedikit buncit. Novi mulai menghampiri baby boy sambil membawa sebuah bingkisan.
“Wah lucunya baby boy, aku sangat gemes mbak melihatnya, aku bawa pulang saja ya”ucap Novi dengan candaannya sambil memegangi tangan mungil baby boy.
“Oh No, lagian sebentar lagi kau juga akan memiliki buah hati”ucap Milan sambil tersenyum.
Novi tersipu malu sambil mengelus perut buncitnya. Nyonya Ratu hanya mampu tersenyum mendengar pembicaraan mereka.
“Iya mbak, doakan saja, semoga persalinan ku berjalan lancar”ucap Novi sambil tersenyum.
“Amin”semua orang mengaminkannya.
Kini para kerabat mulai menikmati aneka makanan dan minuman yang tersaji di meja. Fino mulai mengumumkan nama kedua putranya, semua orang bersorak gembira dan sangat menyukai nama tersebut.
Pesta syukuran atas kelahiran baby boy berjalan dengan lancar. Seluruh kerabat mulai meninggalkan pesta. Untuk keluarga besar Fino memilih masuk ke kamar tamu yang sudah di sediakan untuknya.
Milan sedari tadi menempati kamarnya, karena baby boy mulai rewel dan ingin tidur di boks bayinya. Milan kembali menatap putranya dengan penuh kasih sayang. Fino dan Malfin kembali menghampirinya dan langsung memeluk Milan dengan penuh kasih sayang.
“Mama sangat hebat, Malfin sangat sayang mama”ucap Malfin sambil tersenyum.
“Mama juga sangat menyayangimu nak”ucap Milan dengan mata berkaca-kaca.
“Terima kasih sayang, kau sudah menjadi mama yang baik untuk anak-anakku. Aku sangat bahagia bersama mu”ucap Fino dengan mata berkaca-kaca.
“Iya mas, kau juga papah yang hebat untuk anak-anak kita, aku pun sangat bahagia bersamamu”ucap Milan sambil mengeratkan pelukannya.
“Ma, Pah, aku terjepit”ucap Malfin yang berada di tengah-tengah papah dan mamanya.
Fino dan Milan langsung tertawa bersama, melihat wajah cemberut putranya. Fino kemudian kembali menggendong Malfin dan mencium pipi gembul nya. Milan pun melakukan hal yang sama mencium pipi gembul putranya. Dan kembali tertawa bersama-sama. Sungguh akhir bahagia untuk pasangan mafia couple untuk julukan mereka dan akan selalu menjaga keutuhan rumah tangganya hingga maut memisahkan.
End
Terima kasih atas dukungannya teman-teman 🙏🙏🙏 Baik berupa like, love, vote, tips dan komentar-komentar terkeren teman-teman semua selama cerita Mafia Couple Love berlangsung.
Mohon maaf aku tidak balas komentar terkeren kalian semua, soalnya komentar kalian sudah tidak bisa di komen lagi, kadang bikin ngakak dan buat aku semangat nulisnya 🤭
Akhirnya kata Sampai jumpa di lain kesempatan 🤗
Bye bye bye 👋👋👋