
Sebuah mobil mewah berwarna hitam berhenti tepat di depan lobi rumah sakit, sopirnya segera turun dan tergopoh-gopoh membukakan pintu lalu keluarlah seorang lelaki tampan mempesona dengan setelan jas yang membalut sempurna tubuh jangkungnya serta wangi khasnya yang maskulin.
"Pak Pendi, malam ini saya akan menginap di rumah sakit, jadi pulanglah tidak usah menunggu," titah Sastra.
"Baik Pak Sastra." Sopirnya membungkuk memberi hormat dan Sastra segera berlalu masuk ke dalam gedung rumah sakit.
Sudah lima hari ini dia tidak melihat keadaan Bunga karena pekerjaannya di luar kota, ia sudah sangat rindu ingin melihat wajah cantik itu walaupun hanya bisa memandangi dari kejauhan.
Sastra langsung menuju kamar VVIP tempat Bunga dirawat dan bermaksud untuk mengintip walau hanya dari balik pintu. Dengan perlahan dia membuka kenop pintu, matanya menjelajah, dilihatnya ternyata di ruangan itu kosong dan ranjangnya pun tertata rapi.
Sastra mengedarkan pandangannya mencari seseorang untuk bertanya dan terlihat para perawat tengah berjalan hendak melewati kamar itu, Sastra menahan salah satu perawat yang sedang lewat dan bertanya kepadanya.
"Suster, kemana pasien yang dirawat di kamar ini? namanya Bunga, apa dia dipindahkan?" Sastra bertanya dengan raut wajah cemas takut-takut kalau Bunga masuk lagi ke ruangan intensif.
"Oh pasien atas nama tersebut sudah dipulangkan lima hari yang lalu."
"Dipulangkan? apa kondisinya sudah pulih benar?" Sastra terkejut karena baru mengetahui tentang kabar ini.
"Untuk lebih jelasnya silahkan Anda bertanya kepada dokter yang bertanggung jawab, mari saya antar keruangan dokter."
Sastra melangkah mengikuti perawat tersebut dan sampailah di ruangan dokter yang menangani Bunga selama dirawat disini.
"Maaf Dok, ada yang bertanya mengenai pasien atas nama Bunga."
Dokter menoleh dan langsung tersenyum karena dokter tersebut mengenali Sastra sebagai suaminya Bunga.
"Silahkan duduk, kebetulan sekali ada yang ingin saya sampaikan tentang kondisi istri anda." Dokter mempersilahkan Sastra untuk duduk di kursi yang telah disediakan.
"Sebenarnya pasien masih harus mendapatkan perawatan lanjutan, mungkin keadaan fisiknya sudah mulai membaik, tapi kondisi psikisnya masih belum bisa kita pastikan. Sebagai suaminya tentu peran anda sangat dibutuhkan untuk kesembuhannya," jelas sang dokter.
"Lalu apa benar istri saya sudah dipulangkan?" tanyanya.
Dokter menatap kebingungan. "Apakah ibu mertua anda belum mengabari? istri Anda sudah dipulangkan sejak lima hari yang lalu karena ibu mertua Anda bilang bahwa Nyonya Bunga ingin dirawat di rumah saja agar lebih nyaman, tapi saya sudah memberikan jadwal kontrol juga konseling untuk pasien, saya harap pasien bisa mengikuti konseling secara teratur."
"Tapi kenapa pihak rumah sakit tidak memberi tahu saya perihal kepulangannya, padahal saya sudah berpesan untuk mengabari jika ada hal apapun mengenai istri saya," ujarnya.
"Tadinya pihak rumah sakit akan mengabari karena ibu mertua Anda sedikit memaksa agar istri anda diizinkan pulang, padahal pasien masih harus menerima perawatan lanjutan. Namun, beliau sendiri yang meminta untuk tidak mengabari anda tentang kepulangan ini, karena tidak ingin mengganggu anda yang sedang sibuk dengan pekerjaan di luar kota dan mengatakan akan menghubungi anda secara pribadi," tutur dokter panjang lebar.
Sastra sedikit termenung, dan hatinya mulai gelisah. "Mungkin ibu mertua saya belum sempat mengabari saya Dok, terimakasih atas semua informasinya, kalau begitu saya pamit undur diri." Sastra berdiri hendak berpamitan.
"Sama-sama, jangan lupa untuk membawanya kemari sesuai jadwal, saya akan merekomendasikan dokter psikolog terbaik."
"Baik Dokter." Sastra tergesa-gesa keluar dari ruangan dokter, perasaannya mulai tidak tenang, mengapa Bunga meminta pulang padahal kondisinya belum sembuh benar? Sastra menghubungi sopirnya untuk kembali ke rumah sakit, dan tujuannya sekarang adalah pergi rumah Bunga.
****
Author ucapkan banyak-banyak terimakasih kepada para readers tercinta yang selalu setia mengikuti kisah ini , terimakasih juga support jempol, bintang kejora, komentar dan poinnya, membuat mood Author makin semangat untuk menulis, dan jangan bosan - bosan untuk selalu berbagi like dan poinnya ya my beloved readers.
Salam hangat,
Senjahari