Kapan Menikah?

Kapan Menikah?
KM Part 119


Pukul 18.00


Cuaca begitu cerah. Bintang mulai bermunculan berkelap-kelip ikut mengintip, langit malam itu begitu indah, seolah semesta pun ikut berbahagia.


Bunga berdiri menghadap cermin, ia terlihat sangat cantik dan anggun. Mengenakan gaun pengantin putih dengan aksen renda berlengan panjang dengan model punggung yang sedikit terbuka, rambutnya ditata sedemikian rupa, lalu para perias memakaikan tiara dan surai putih yang menjuntai panjang.


Bu Marni dan si kembar masuk ke dalam ruangan itu. "Bunga Anakku, kamu sudah siap?" Bu Marni menggenggam tangan Bunga.


"Aku siap Bu," jawabnya sambil mengangguk.


Deri dan Devi menggandeng kakaknya. Saat Bunga melangkah masuk musik khas pernikahan dari piano mulai dimainkan. Bunga berusaha mengendalikan debaran jantungnya dan senyuman tak henti-hentinya terukir di wajah cantiknya.


Lalu terlihatlah Sastra sudah berdiri menunggu di altar dengan wajah berseri-seri dan senyum tampannya. Mengenakan setelan tuxedo mahalnya berwarna hitam di padu kemeja putih begitu pas membalut tubuh tinggi tegapnya.


Sastra tidak bisa melepaskan pandangannya dari pengantinnya yang cantik itu, ia masih tidak percaya akhirnya bisa memiliki dan bersama kembali dengan sang pujaan hati yang sangat dicintanya sepenuh hati.


Si kembar menyerahkan tangan kakaknya dan langsung disambut oleh Sastra. Mereka berdua berdiri membelakangi para hadirin yang sudah hadir. Pemberkatan pernikahan dilaksanakan dengan khidmat, keduanya mengucapkan janji suci sumpah pernikahan di hadapan Tuhan, kemudian pendeta menyatakan keduanya telah sah menjadi suami istri.


Sastra menyematkan cincin pernikahan di jari manis kanan Bunga dan Bunga bergantian memasangkan cincin di jari manis lelaki yang kini sudah menjadi suaminya itu.


Riuh suara undangan yang hadir menyuarakan agar mereka berciuman membuat Bunga tersipu malu.


Sastra menyibakkan surai putih transparan yang menutupi wajah cantik Bunga, kemudian merengkuh pinggang Bunga dan memagut lembut bibir ranum itu, sebuah ciuman yang sarat akan kasih sayang bukan ciuman menggelora yang penuh nafsu.


Semua hadirin bersorak sorai saat keduanya berciuman, Bu Marni menitikkan air mata haru dan Pak Arya tersenyum bahagia sambil memeluk Nara.


Sastra melepaskan ciumannya dan berbisik di telinga Bunga. "Aku mencintaimu, istriku."


Bunga merona, hatinya membuncah bahagia, lalu ia berjinjit dan juga berbisik ke telinga Sastra.


"Aku lebih mencintaimu suamiku." Bisiknya mesra.


Keduanya saling menatap penuh kasih sayang, tenggelam dalam telaga cinta mereka berdua. Bahkan suara sorak sorai pun seolah tak terdengar, merasa bahwa dunia ini hanya milik mereka berdua.


Lalu terdengar suara dari vokalis band yang sudah bersiap di sana mengalihkan keterpanaan kedua mempelai.


"Kami akan membawakan sebuah lagu sesuai permintaan mempelai pria, yang dipersembahkan spesial hanya untuk sang istri tercinta."


Musik pun mulai dimainkan dan lagu 'Beautiful in white' dari Shane Filan di senandungkan.


Not sure if you know this


But when we first met


I got so nervous, I couldn't speak


In that very moment


I found the one and


My life had found it's missing piece


So as long as I live I love you


Will have and hold you


And from now till my very last breath


This day I'll cherish


Tonight


What we have is timeless


My love is endless


And with this ring I


Say to the world


You're my every reason


You're all that I believe in


With all my heart I mean every word


So as long as I live I love you


Will have and hold you


And from now till my very last breath


This day I'll cherish


Tonight


*****


Author note


Author baper sendiri ngetik lirik lagunya, berasa jadi penganten lagi eh 😁😂😁😂


Author ucapkan terimakasih banyak atas semua dukungannya ya sayang-sayangku, jangan lupa tinggalkan jejak kalian setelah membaca, support kalian sangat berarti bagiku😘💕💋**