
"Aku bicara pada Julie, karena aku khawatir padamu, binggung apa yang harus kulakukan untuk menghentikanmu melakukan hal yang berbahaya. Aku tidak selalu ada di sampingmu ... tak mengertikah kau aku khawatir."
Dia diam sekarang. Menatapku dengan pikirannya sendiri.
"Kau memang bermulut manis."
"Aku mengatakan yang sebenarnya kau tahu itu."
"Aku kadang berpikir ... kau dan aku adalah hal yang sulit dengan semua jarak dan perbedaan kita. Maaf... setelah semuanya aku masih tak yakin. Mungkin ini sulit...." Itu jujur, aku mengerti kenapa dia bisa berpikir begitu.
"Aku tahu sulit bagimu untuk melakukan semuanya sendiri. Aku tahu kau merasa tak enak meminta bantuan orang lain, kau takut mengangguku. Aku tidak tahu apa yang sedang kau lakukan. Kalau begitu kali ini biarkan aku yang membereskan ini untukmu, dan lalu seelahnya bisa meninggalkan semua ini. Dan setelah ini ikutlah denganku ke London seperti janjimu..." Dia tersenyum sekarang, mendapatkan senyumnya sungguh melegakan kali ini.
"Senior,... tak tahukah kau aku orang yang sulit. Kenapa kau begitu baik padaku."
"Aku tak tertarik dengan gadis yang terlalu mudah." Dia tertawa kecil, dan menyandarkan dirinya padaku. Aku lega dia bisa sedikit mempercayaiku sekarang.
"Katakan apa yang kau lakukan dengan foto itu?"
"Bisakah kita tak membicarakan itu? Biarkan aku yang mengurusnya."
"Lalu apa yang harus kita bicarakan... "
"Makan malamlah denganku, kau belum makan bukan?" Dia tersenyum.
"Jadi kau menyiapkan makan malam."
"Iya."
"Senior Coldlin, baiklah. Apapun katamu. Kita makan malam."
"Tidak usah pikirkan Dench, itu sudah jadi urusanku."
"Memangnya kau menyiapkan makanan apa. Aku memang lapar..."
"Ayo kemeja makan. Kau pasti suka."
\=\=\=\=\=\=\=
POV Author
"Bangsat mana yang mempermainkan kita begini?!" Louis Lucchese menerima foto makan malam yang dikirimkan oleh Colin dari nomor tidak dikenal.
"Bangsat Dench itu tidak mengatakan apapun soal ini?" Victor Lucchese yang adalah kakak dan kepala keluarga Lucchese yang sekarang bertanya kepada adiknya.
"Dia bilang dia juga tidak tahu, dia juga menerima kiriman itu. Dia teman lama Cohen, Cohen percaya dengannya."
"Kau percaya pada pengacara itu. Jika Cohen saja ditangkap kenapa dia aman-aman saja." Perkataan Victor membuat Louis berpikir.
"Kau pikir dia yang memang membuat orang DEA memburu kita."
"Kau ingat dulu saat dia belum kaya dia juga menjual teman sesama pengacara sendiri ke Herron. Saat dia dan Cohen menjebak keluarga Wright, kau tahu yang dikatakan oleh orang di pub itu sepertinya benar. Dench sekarang terdesak dan bekerja sama dengan DEA, dia mengorbankan Cohen sekarang." Victor masih ingat karena dia yang menyediakan narkoba itu.
"Cohen ditangkap karena kokain di mobilnya. Cohen bodoh itu berpikir karena dia memakai tag polisi dia tak akan diketahui, bahkan dia memakai mobil tua untuk mengesankan hidupnya biasa-biasa saja."
"Kau benar juga.... Sepertinya Cohen dikorbankan, bukan sekali dia melakukan itu dan sekarang bangsat DEA ini berpikir daripada menangkap kita dia lebih baik memeras kita."
"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang."
"Suruh orang mengawasinya, jika benar dia harus membayar ini. Terpaksa kita membayar bangsat ini. Siapapun dia, jelas dia bisa menggunakan foto ini."
Sehari setelah itu, Colin meminta Emma meminta bantuan seorang teman untuk memarkirkan mobil DEA di depan gedung yang menjadi kantor Dench. Dan hal itu dilaporkan oleh orang Lucchese
"Bangsat! Jadi benar dia mengorbankan kita! Dia pikir kita akan membiarkannya hidup."
"Dia akan mati segera karena pengkhianatannya."
\=\=\=\=\=\=\=\=