
Aku menunggu dengan sabar satu bulan ini tim Thomas bekerja, mengungsi sementara di apartment Colin, sementara aku tetap menjalankan tugasku menjadi sumber data untuk tim Thomas.
Selain berhasil menguras uang Dench, mengenyahkan ketertarikan Gerald Herron padaku. Aku berdebar menunggu perkembangan kasus Herron.
"Kapal cargonya sedang berlayar, mungkin dalam 5 hari akan tiba di port Italia, Livorno, dan kemudian meneruskan perjalanan ke Valencia, New York dan Miami." Thomas bicara padaku memberi tahu perkembangan yang terjadi pada kasus Herron.
"Apa di tiap port akan ada barang terlarang itu."
"Iya, mereka menyupply Italia dan Spanyol kali ini, menghidari langsung ke UK."
"Kalian harus menangkap di Italia dan Spanyol bukan?"
"Iya ini riskan, pelayaran menempuh 9-10 hari, tapi kekuatan hukum bekerja begitu barang tersebut menyentuh pelabuhan US, di sisi US. jaksa penuntut DEA bilang karena kami sudah mendapatkan semua bukti kepemilikan dan supplier utamanya mereka hanya perlu kapal masuk ke wilayah US. Barang belum diambil pun tidak berpengaruh."
"Ohh jadi Herron tetap bisa di tuntut."
"Herron akan tetap bisa didakwa, karena kita sudah memegang semua bukti bahwa mereka membawa, mendistribusikannya sendiri, kemajuan besar ini karena kita bisa membajak ponsel Gerald Herron. Sementara kami mengulur waktu di Eropa dengan memperlambat release pabean. Pihak Italia dan Spanyol bersedia bekerja sama, karena kami menyediakan data lengkap ke mereka siapa yang menerima barangnya. Intinya mereka hanya tinggal mengikuti containernya. Itu dimasukkan ke dalam mesin."
"Akhirnya..." Aku menghela napas lega. Rasanya berkurang bebanku.
"Akhirnya karma berbalik. Dulu Ayahnya menaruh Ayahmu di penjara, sekarang berbalik. Kadang cara dunia bekerja memang aneh."
"Iya aku juga tak menyangka akhir seperti ini."
"Ohh ya Colin tiga hari lalu dia ke NY hari ini dia mempersiapkan dukungan politis atas kasus ini. Aku tak tahu apa dia akan ke LA atau tidak."
"Ohh begitu."
"Kau masih tinggal di apartmentnya?"
"Baiklah, jika ada perkembangan kami akan mengabarimu."
Sebentar lagi, aku akan punya kesempatan mengunjungi Dench dalam penjara.
Seseorang mengetuk pintu, siapa? Jam tujuh malam? Jangan-jangan Colin ke LA? Astaga kenapa dia tidak memberitahuku dia ke LA.
Aku cepat-cepat melihat siapa di pintu. Itu benar-benar Colin dengan kopernya.
"Senior, kenapa kau tak memberitahu kau akan datang." Aku langsung membukakan pintu untuknya.
"Kenapa? Kau punya tamu di sini?" Dia malah melonggok ke dalam apartmentnya sendiri tak berani masuk.
"Apa maksudmu aku punya tamu?"
"Pria?"
"Kau pikir aku gila?" Dia pikir aku gila membawa orang lain ke tempatnya, sudah diberi tempat tinggal gratis saja sudah bersyukur, dia meringis lucu dan masuk.
"Tak apa, jika aku memberitahumu kau akan merasa sungkan dan pindah. Pakai saja selama kau perlu, aku hanya tiga hari disini lalu kembali ke London."
"Kau sudah makan?"
"Ohh kau punya makanan, aku tadi makan di pesawat tapi makanan pesawat tidak pernah terasa terlalu bagus." Dia mengedarkan pandangannya ke ruang duduk yang digabung dengan ruang makan itu. "Rasanya jika rumah di tinggali wanita akan berbeda, apartment ini punya aroma yang berbeda sekarang." Pasti dia mencium wangi ayam panggang di oven.
"Ohh aku sedang memanggang ayam madu, hidungmu tidak salah, aku punya waktu memasak mudah saat pulang kantor. Sebentar lagi selesai, aku siapkan untukmu. Kita makan malam bersama." Aku tertawa karena dia bilang mencium aroma berbeda.