
"Terima kasih."
"Kau punya banyak makanan di kulkasmu, aku senang sarapan di sini." Aku tersenyum.
"Kau menyukainya, bawalah pulang."
"Besok aku harus ke Chicago." Dan andai dia orang US. Tapi dia Brits (singkatan British), seorang saudara 'Harry Potter' yang punya asal usul jauh di seberang lautan. Hubungan kami tambah tak mungkin. Itu mungkin sebabnya dia bilang kami tak akan pacaran, mungkin bagi si ganteng ini 'pacaran' itu sesuatu yang serius, sementara aku menganggapnya hanya pengisi waktu tanpa keterlibatan emosional terlalu jauh.
Kau bisa memasak, lain kali masaklah kari." Mungkin lain kali dia bisa kesini lagi dan aku bisa melihatnya memasak.
Kari yang sudah termasuk makanan Inggris itu, padahal asalnya dari India.
"Sedikit, aku belum pernah mencoba masak kari. Nanti akan kucoba." Aku tersenyum sementara dia duduk di depanku dan bertingkah pagi ini adalah pagi yang normal. Menyenangkan bisa makan sarapan yang dibuatnya. Menyenangkan punya seseorang yang memasak sarapan untukmu. Suatu hari mungkin kalau aku beruntung dan semuanya sudah selesai mungkin aku bisa mendapatkan seseorang yang mencintaiku. Untuk saat ini memiliki senior yang baik hati ini nampaknya sudah cukup.
"Pekerjaan banyak hari ini?"
"Ehm, aku belum punya kasus baru, tergantung apa yang terjadi. Kadang itu langsung datang pada kami begitu saja."
"Jika Robert itu masih menggangumu pindahlah ke apartmentku."
"Tidak, dia tidak akan berani. Dia hanya tetangga yang baik, jika dia berani macam-macam akan kupatahkan jarinya. Lagipula Bibiku kenal.dekat dengan dengan Ibunya, dia tak akan berani berpikir macam-macam, kemarin saat dia mengajakku ke apartmentnya dia juga tak berani berbuat sembarangan. Ya walaupun latar belakang pekerjaannya tidak baik, kurasa dia ..ehm ... cukup baik."
Aku memang pernah berpikir awalnya Robert akan berbuat macam-macam tapi setelah beberapa saat melihat tindak tanduknya, apa yang dia lakukan, kupikir dia tidak akan berani dengan Ibunya dan Bibi kami berkenalan dekat.
"Terserah padamu, yang penting jika ada apa-apa kau tahu cara mengamankan dirimu, dia memang di perlukan untuk menyeret Herron ke penjara. Jika ada darurat kau tahu kau bisa menghubungi Thomas atau support sistem disini."
"Iya aku tahu tenang saja aku akan memastikan aku aman. Tapi terima kasih kau sudah mengingatkan. Terima kasih juga kau sudah tinggal di sini karena takut dia kembali."
"Bagaimana caramu menyeret Cohen?" Dia mengalihkan pembicaraan sekarang ke bahasan yang lain.
"Kuncinya ada di Dench, jika aku sudah bisa menempatkannya dalam penjara, aku akan memaksa dia mengakuinya atau aku akan mengancam keluarganya seperti yang dia lakukan pada kami dulu...."
"Cohen itu dimana dia sekarang?"
"Kurasa tak semudah itu." Aku tersenyum, belasan tahun berlalu aku sudah memikirkan caranya bagaimana membuat ini mudah.
"Aku tahy apa yang harus kulakukan. Jika waktunya tiba aku akan mengatakannya. Tapi pertama aku harus memastikan Dench kehilangan dukungan Herron karena dia tak bisa menyelamatkan anak Herron. Menurutmu kita bisa memenjarakan dua saudara sekaligus. Thomas kemungkinan itu sangat besar."
"Bisa, asal kita punya dukungan politik yang kuat. Aku akan menghubungi seseorang untuk memastikannya. Herron punya dukungan politik tentu saja, kau hanya perlu memegang lawan politiknya. Perkataanmu mengingatkanku untuk menberitahu Thomas soal ini, kami memang perlu dukungan politis di kasus ini.
"Ahh begitu." Aku tak begitu mengerti ini. "Herron penyuplai dana, pihak lain akan senang menendang penyuplai dana lawannya hilang. Begitu maksudmu?"
"Junior pintar."
"Kau kenal orang yang tahu permainan seperti itu?" Ini permainan politik level tinggi, menbayangkan bagaimana kekuatan uang besar bisa mengatur lalu lintas informasi, keputusan ekonomi, itu bukan levelku. Aku masih bergerak di arus bawah, menyelesaikan kasus-kasus kriminal tanpa keterlibatan politik di dalamnya.
"Iya aku mengenal seseorang yang mungkin bisa membantu."
"Itu hebat, orang semacam itu pasti punya banyak teman-teman orang penting."
"Mereka memang punya pekerjaan yang bergerak di level politik." Jawaban Colin membuatku membayangkan pria tua dengan tampilan model pengacara hampir botak karena memikirkan kepentingan siapa yang harus dia amankan. Tapi aku tak bisa mencapai mereka kecuali lewat Colin.
"Kau baik sekali padaku. Terima kasih."
"Berapa kali kau bilang terima kasih pagi ini. Aku tak bisa menghitungnya lagi. Balaslah aku dengan berhati-hati di setiap tindakanmu."
"Iya, aku tak akan membuatmu marah lagi."
"Itu bagus."
Senyumnya membuatku ingin melihatnya lagi secepatnya. Sayang dia harus pergi setelah ini.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=