
Pagi-pagi jam 9, panggilan Olivia, assisten Kepala Polisi datang saat aku dapam perjalanan ke kantor, sebenarnya aku hampir sampai.
"Mam, ada kejadian, ada korban lagi pembunuhnya meninggalkan pesan." Dia langsung dengan beritanya.
"Pembunuhnya meninggalkan pesan? Kejadian apa? Aku segera ke kantor, "
"Ada satu anak sekolah ditembak pagi ini dan di tempat dia menembak dia meninggalkan pesan. "Aku Tuhan, siapa yang bisa menghentikanku. Cari aku Pak Polisi."
"Hmm... aneh, kenapa dia memakai kata Pak Polisi." Aku ingin melihat apa lagi yang ditinggalkannya. "Aku segera sampai ke sana Olivia."
Kesibukan terlihat pagi itu. Aku menuju ruangan dimana para detektif yang terlibat kasus itu bekerja. Kesibukan terlihat di sana. Nampaknya semua orang takut dianggap tak bekerja karena kali ini korbannya adalah pelajar. Pers pasti menghujat polisi karena mereka omong kosong tidak akan ada korban lagi.
"Detektif, kalian kembali tidak menemukan jejak?"
"Jejak mereka bersih Nona. Kami menemukan ini, hanya pesan ini dan sebuah kartu tarot "King of Sword." Sebuah barang bukti yang di masukkan ke plastik barang bukti. Dengan tulisan seperti yang dikatakan Olivia.
'Aku Tuhan siapa yang bisa menghentikanku.
Coba cari aku pak polisi
PS: Beritahukan ini pada press."
"Tidak ada sidik jari atau apapun. Seperti kubilang ini bersih." Penyidik memberi info padaku.
Aku menelepon timku untuk mengecek apa analisisku juga di setujui oleh mereka. Ternyata mereka juga setuju. Jadi sekarang aku kembali ke ruangan dan memberikan analisa profiling kami.
"Kalian harus mencari dua orang, satu kemungkinan dia adalah laki berumur akhir 30-40an tahun, seperti kubilang otak penembakan ini, kemungkinan berhubungan dengan militer, satu lagi lebih muda mungkin 20 tahunan, ..."
"Mam, bagaimana kau menyimpulkan ini dua orang."
"Dari surat terakhir, baris pertama mungkin adalah pesan dari otak penembakan ini. Tapi baris ke dua memakai kata Pak Polisi? Itu tak mungkin dilakukan oleh orang yang berumur 40, tapi kemudian di bawah dia memakai kata press, ini adalah kata yang dipakai oleh generasi yang berbeda, generasi lebih tua, jadi kami dari kontras pemakaian kata ini percaya yang kalian cari di layar CCTV kalian adalah dua orang, satu berumur 40 dan satu mungkin berumur awal 20."
Sekarang semua orang mengangguk mengerti pada analisa kami. Ini akan menjadi lebih mudah, mencari dua orang berpasangan berumur dengan beda cukup signifikan akan jauh lebih mudah.
"Kami mengerti, kami segera mencoba dengan kekuatan penuh menemukan orang-orang ini." Semua orang sibuk setelah menemukan petunjuk ini. Tak ada yang mau jatuh korban lagi.
Aku meninggalkan mereka bekerja. Sementara aku mulai mencari tanggal kapan aku bisa pergi ke London. Walaupun aku belum bisa meninggalkan ini, aku akan mencari cara menggunakan cutiku untuk pelatihan.
7 hari. Itu syaratku untuk masuk tim dan menumbangkan Herron. Korporasi yang kekuatannya tak dapat kujangkau.
****************
** Kasus diatas ceritanya adalah kasus Serangan penembak jitu DC dikenal denga DC Sniper Murder adalah serangkaian penembakan terkoordinasi yang terjadi selama tiga minggu pada bulan Oktober 2002 di Distrik Columbia, Maryland, dan Virginia. Sepuluh orang tewas dan tiga lainnya terluka parah di Wilayah Metropolitan Washington dan di sepanjang Interstate 95 di Virginia. Total mereka menewaskan 17 orang.
Pembunuh adalah 2 orang laki-laki, satu berumur 41 tahun dan satu lagi berumur 17 tahun saat itu. Clue yang diberikan oleh profiller di Biro Analytics Unit setelah membaca surat ancaman dari mereka inilah yang menjadi titik terang pencarian penyelidikan kasus ini.