COLD REVENGE

COLD REVENGE
Part 77. Cohen Get Caught 2


"Sir, jika aku punya bukti seorang detektif senior LAPD, menjual barang bukti cocain hasil sitaan ke organisasi kejahatan, dia bahkan punya dia kilo cocain di mobilnya, kemanà aku harus melapor, aku takut dia punya orang yang bisa menutupi laporan ini jika aku melapor ke internal affairs."


"Bagaimana kau bisa mendapatkan hal seperti itu?" Sudah kuduga dia tak akan mudah memberikan jawabannya.


"Aku punya latar belakang, Ayahku pengacara, di vonis sebagai pengedar saat sedang menangani suatu kasus. Tapi sebenarnya dia dijebak oleh detektif LAPD karena bayaran dari pihak yang tidak ingin Ayahku menangani kasus melawan mereka. Namanya Detektif Cohen Hunt. Dan dia yang menyisipkan cocain di rumah kami. Dan aku bersikeras masuk FBI untuk bisa menyelidikinya sendiri. Ayahku akhirnya tewas dipenjara karena perkelahian geng, tapi aku percaya dia dibunuh, dan tiga bulan kemudian Ibuku juga menyusulnya. " Aku berhenti setelah membeberkan semua motivasiku, melihat reaksinya.


"Aku turut phihatin dengan semua yang kau harus alami Emma, lalu bagaimana kau mendapatkannya." Nampaknya dia percaya dan tidak membahas masa laluku dan langsung bertanya bagaimana aku memperoleh informasinya. Aku sudah bersiap menjawab pertanyaan ini dengan hari-hati.


"Aku membayar hacker untuk menerobos komputernya dan mendapatkan beberapa data keuangannya, dia bersikap dia hidup seperti biasa, mobilnya pun mobil lama, tapi dia menyimpan belasan juta luar di rekening overseas."


"Aku mengikutinya beberapa saat, dan semalam aku mendapatkan foto ini, ini adalah saat saat dia makan malam dengan dua bersaudara Lucchese, aku mengaku memakai sumber daya biro untuk tahu siapa dua orang ini. Tapi yang terpenting adalah aku mendengar mereka berjanji membagi hasil penjualan dan Cohen akan menyediakan barangnya. Aku sebenarnya tak tahu apa yang mereka bicarakan jadi aku ingin menginstal GPS di mobilnya supaya aku bisa mengikutinya. Tapi yang kutemukan ini di mobilnya, aku menemukan sebuah laci tersembunyi dengan dua bungkusan bubuk putih ini." Semoga dia tak menanyakan siapa orang yang satu lagi.


Aku memberikan gambar bungkusan yang kufoto, dan tak akan mengatakan microphone, aku akan kebingungan menjelaskan dimana bisa mendapatkan microphone kecil dengan sekaligus pemancarnya itu kepada pimpinanku itu.


"Kupikir dia mendapatkan belasan juta si rekeningnya itu dari menjual barang bukti sitaan polisi. Kita harus menangkapnya sekarang juga, mungkin hari ini dia sudah memindahtangankan barang bukti itu."


"Kau bisa membuka pintu mobil?" Sir Park mengelengkan kepalanya. Kuharap dia tidak membahas apa yang kulakukan, karena aku perlu dia membantuku menangkap Cohen.


"Aku kenal seseorang yang bisa menyelesaikan ini segera, tapi kau dan aku belum selesai. Aku berharap kau benar. Kau tidak menaruh cocain untuk menjebaknya bukan? Jika kau mencoba hal yang sama yang dia lakukan pada Ayahmu, aku sendiri yang akan memastikan kau dipenjara."


"Aku bisa bersumpah demi apapun yang Anda inginkan Sir, bahkan berhadapan dengan tes lie detector jika Anda inginkan. Saya tidak gila datang ke depanmu dan menaruh diri sendiri untuk diuji."


"Baiklah, semua data ini ku ambil dulu. Tunggu kabar dariku."


Aku keluar dari ruangannya. Dan tak lama kemudian aku melihat Mr. Park pergi entah kemana.


Colin meneleponku sekarang.


"Aku dalam perjalanan ke sana. Mendarat di sana jam 11. Minggu depan akan ada pekerjaan. Kau tidak mencoba mengancam Cohen bukan? Aku akan mencari cara menggunakan bukti itu." Sebenarnya aku kesal dia menganggap aku tak bisa menangani semua ini, semua harus menunggu dari dia.


"Aku sudah menyerahkannya ke atasanku. Tuan Park bisa dipercaya, dia akan menemukan orang tingkat atas di internal affair yang bisa langsung menangkap Cohen, aku hanya tak ingin dia menghilangkan barang bukti yang ada di mobilnya. Aku takut melapor ke internal affair, jika ada orang yang bekerja sama di sana dia akan bisa mengelak."


Sekarang dia diam berpikir.