COLD REVENGE

COLD REVENGE
Part 75. Spying 2


Sekarang aku berada di area parkir. Memikirkan apa yang harus kulakukan, ketika aku melihat Cohen berjalan dengan keluarga Lucchese itu. Aku merendahkan kepalaku karena mereka lewat sangat dekat denganku. Malah Cohen yang kelihatan akrab dengan mereka.


"Kita bagi 50% ingat itu. Aku sediakan barang kau menjualnya dengan gratis."


"Tenang saja, bisnis kita selama ini lancar."


Aku langsung berpikir, barang apa yang bisa di sediakan gratis oleh detektif polisi. Aku sudah mengecek latar belakang Cohen dengan teliti, satu-satunya pekerjaannya adalah polisi, tak ada pekerjaan apapun lagi, tak ada bisnis, tak ada apapun tapi dia seperti Dench dia punya rekening sangat gemuk. Apa barang yang bisa diberikan gratis oleh polisi dan bisa dijual oleh mafia.


Jangan-jangan...


Dia menghilangkan banyak barang bukti penangkapan narkotika! Dan menjualnya ke Lucchese.


Itu satu-satunya penjelasan yang masuk akal. Lalu bagaimana aku memperoleh buktinya. Aku cepat-cepat mengambil foto mereka berjalan bersama.


Aku jelas perlu barang bukti.Aku bisa melapor ke internal affair, tapi aku perlu satu saja foto dan barang bukti untuk membuktikan semua ini. Lalu apa hubungan Dench dengan semua. Apa keluarga Lucchese ini juga kliennya seperti Herron?


Aku memutuskan untuk mengikutinya. Melihat dimana dia tinggal. Di filenya tertulis dia tinggal di rumah lamanya, tapi istrinya sudah meninggal. Tapi mungkin saja dia di tempat yang lain seperti Dench.


Tak lama aku berhatu-hati mengikutinya aku menemukan dia tinggal di apartment high end di Santa Monica. Dekat dengan apartment Colin. Rupanya dia sama seperti Dench. Mungkin punya sugar baby juga di sini.


Aku melihat dia memarkir mobilnya. Akan kupasang GPS dan microphones di mobilnya sekarang. Aku mendekati mobilnya setelah yakin dia tak turun lagi ke mobilnya setelah 20 menit berlalu. Membobol pintunya menempelkan GPS dan microphone untuk mendengarkan pembicaraannya. Untungkah M16 memberiku alat canggih ini. Akan lebih mudah mengawasinya.


Saat membongkar mobilnya aku menemukan laci tersembunyinya yang ternyata ada serbuk putih di.dalamnya, dia menjual cocain, ternyata dia membawanya sendiri. Kurasa di mobilnya ada dua kilo bubuk terkutuk itu. Kufoto semuanya untuk menghemat waktu.


Kutelepon dia kembali.


"Maaf aku mengikuti seseorang, aku baru mau kembali."


"Astaga kupikir ada yang terjadi padamu. Kau tak membalas teleponku lama sekali."


"Tadi aku membongkar mobil orang sedikit. Sekarang aku akan pulang, terima kasih mengkhawatirkanku tapi aku baik-baik saja. Aku menemukan dia kilo Cocain di mobilnya Cohen kau tahu ada laci rahasia di mobilnya." Aku langsung dengan semangat bercerita pada Anna.


"Kau tahu, aku mengkhawatirkammu, tadi aku menelepon pacarmu, kupikir ada sesuatu denhanmu. Maafkan aku?" Ya ampun, ini baru lewat 20 menit dari tengah malam.


"Kau menelepon Colin, apa yang kau katakan padanya." Colin pasti akan banyak bertanya lagi. Dia tidak suka aku melakukan ini.


"Kukatakan padanya kau pergi mengikuti Dench dan belum pulang sampai sekarang, baru saja aku meneleponnya..." Suaranya memelan tanpak dia merasa bersalah.


"Astaga pasti dia meneleponku marah-marah sekarang."


"Maafkan aku." Anna menyesal.


"Sudahlah tak apa, nanti aku jelaskan padanya. Kau istirahat saja." Aku mengerti dia hanya khawatir. Dan benar saja tidak sampai semenit teleponku berbunyi.


"Darimana kau?!" Colin tentu saja.