COLD REVENGE

COLD REVENGE
Part 43. Problem Solved


"Apa Gerald masih meneleponmu?" Sekarang Robert yang meneleponku.


"Masih mengirimkan pesan menanyakan kapan aku bisa makan malam dengannya, dia bahkan mengirimkan bunga padaku hari ini. Dasar tak tahu malu, karena kemarin aku ke klub malam dan bertemu dengannya saat pesta ulang tahun temanku." Aku berbohong soal bossnya mengirim bunga itu tentu saja.


"Dia bahkan ingin membayari meja kami demi menahanku bersamanya. Dasar orang kaya tukang menghamburkan uang."


"Dia memang sering begitu."


"Lebih baik kau tinggalkan dia sekarang, atau kerjai saja dia. Kau tahu boss seperti itu tidak punya empati. Ambil saja uangnya lalu pergilah membuka usahamu sendiri. Kau menghabiskan waktu untuk membelanya mati-matian. Aku hanya memberimu saran sebagai teman. Pintar-pintarlah mengambil uangnya."


"Aku akan memikirkan saranmu Emma."


Kuharap aku bisa mempengaruhinya untuk melawan bossnya sampai waktunya. Tapi sekarang dia tidak berkata apapun. Mungkin sulit, finansialnya jauh berkembang dengan keberadaan bosnya ini. Kurasa dia menutup mata dengan sikap bossnya yang menganggapnya hanya bawahan tidak berarti itu.


Kalau begitu satu-satunya cara adalah mengancamnya dengan hukuman agar dia mau bekerja sama kurasa.


Aku sudah menulis laporanku tentang cara Antonio mengerjai Dench dan mengirimkan pada Colin. Entah bagaimana tanggapan Thomas, kuharap dia tidak men-skors keanggotaanku.


Colin meneleponku keesokan harinya.


"Kau sudah bicara pada Thomas?"


"Sudah, ada yang lebih penting dari itu. Mereka sudah mendapatkan rencana pengiriman dari membajak ponsel Gerald. Thomas fokus ke pengintaian kapal ini. Dia sudah melihat laporanmu, katanya kau boleh melanjutkan rencanamu ke Dench sebagai reward kau membantunya mendapatkan jadwal pengiriman baru ini. Pastikan orangmu bèkerja rapi." Aku lega sekarang, mereka mendapatkan hasil, aku juga akan mendapatkan Dench itu."


"Terima kasih Colin atas bantuanmu." Dia benar-benar membantu kali ini, aku berhasil mendapatkan persetujuan Thomas. Lain kali mungkin aku harus lebih mempercayainya.


"Sudah kubilang aku akan membantumu. Lain kali jangan mengacaukan keadaan. Oh ya aku sebenarnya ingin minta bantuanmu, apa kau bisa menemaniku ke sebuah makan malam besok?"


"Acara makan malam tak resmi dari partner bisnis. Aku tak punya partner disini, kau tahu LA, jika mereka mengadakan pesta ada banyak wanita cantik. Aku malas menghadapi wanita yang berusaha mendapat perhatianku." Aku terkikik.


"Kau sepertinya sangat anti dengan wanita. Kau g*ay? Aku baru berpikir kemungkinan itu sekarang."


"Aku masih lurus. Aku hanya punya kriteria wanitaku sendiri." Dia punya seseorang yang dikejarnya kurasa, tipe wanita idealnya.


"Dasar Coldlin, nama itu memang cocok untukmu, kau memang gunung es yang sulit dicapai." Dia malah tertawa sekarang.


"Kujemput kau jam 7 oke. Di kantormu tak apa, jika kau bisa. Jika tak bisa aku bisa pergi sendiri. Tak usah dipaksakan."


"Aku akan mengabarimu besok siang oke."


"Baiklah, terima kasih. Sampai jumpa besok."


Aku senang. Aku bisa mengirim salah satu anak Herron ke penjara sebagai balasan. Dan Dench, kau akan mendapat giliranmu segera.


Akan tiba saatnya, Ayahku akan segera mendapatkan keadilan yang diinginkannya. Aku akan membersihkan namanya.


Satu lagi yang akan kusasar setelah sekian lama, detektif polisi yang sudah menjebak Ayahku dengan menaruh kokain di garasi kerjanya.


Detektif Cohen. Kau juga akan mendapat giliranmu. Tunggu saja.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=